Bukan Sekadar Pakai Teknologi AI, NatWest Latih 60.000 Pegawai Memahami Risiko dan Etika AI

- 22 Juni 2026 - 13:58

NatWest Group mengambil langkah yang tidak biasa di industri perbankan global dengan melatih seluruh 60.000 karyawannya mengenai kecerdasan buatan (AI) dan etika penggunaannya. Keputusan ini muncul saat bank-bank besar dunia berlomba mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas, memangkas biaya, dan mempercepat layanan. Namun NatWest memilih pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya berinvestasi pada teknologi, bank asal Inggris itu justru berinvestasi besar pada manusia, dengan keyakinan bahwa masa depan perbankan tidak ditentukan oleh AI semata, melainkan oleh kemampuan karyawan berkolaborasi dengan AI secara bertanggung jawab.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ NatWest meluncurkan program pelatihan AI untuk seluruh 60.000 karyawan guna membangun budaya penggunaan AI yang bertanggung jawab.
■ CEO NatWest mengakui sebagian pekerjaan perbankan akan diambil alih AI, tetapi kebutuhan keterampilan baru akan terus meningkat.
■ Investasi teknologi dan AI NatWest mencapai £1,2 miliar, dengan AI kini digunakan oleh hampir seluruh pegawai bank.


Ketika sebagian bank sibuk membeli teknologi kecerdasan buatan terbaru, NatWest Group justru mengambil langkah yang lebih mendasar dengan mendidik karyawannya. Bank terbesar di Inggris itu mengumumkan akan memberikan pelatihan mengenai penggunaan dan risiko etika AI kepada seluruh 60.000 karyawannya. Langkah tersebut menjadi salah satu program literasi AI terbesar yang pernah dilakukan oleh industri perbankan global.

Keputusan ini lahir pada saat industri jasa keuangan menghadapi dilema besar. Di satu sisi, AI menjanjikan peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan pengalaman nasabah yang lebih baik. Di sisi lain, teknologi yang sama menimbulkan pertanyaan baru mengenai keamanan data, akuntabilitas keputusan, bias algoritma, hingga masa depan pekerjaan manusia. NatWest tampaknya memilih menghadapi perubahan itu secara terbuka.

Program pelatihan yang dikembangkan bersama University of Edinburgh tersebut dirancang untuk membantu pegawai memahami cara menggunakan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab dalam pekerjaan sehari-hari. Kursus tersebut diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk diselesaikan.

“Seiring AI semakin terintegrasi dalam cara kami melayani nasabah dan menjalankan bank, penting bagi kami untuk membekali kolega dengan keterampilan dan kepercayaan diri untuk menggunakannya secara bertanggung jawab,” kata Paul Dongha, eksekutif yang memimpin strategi AI NatWest mengutip The Times.

Menurut Dongha, pelatihan tersebut akan membantu karyawan mengenali risiko, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan membuat keputusan yang lebih baik ketika bekerja berdampingan dengan teknologi AI.

AI Tidak Lagi Menjadi Proyek Eksperimen

Bagi NatWest, AI bukan lagi proyek percontohan atau laboratorium inovasi. Bank tersebut telah menggelontorkan investasi sekitar £1,2 miliar untuk transformasi teknologi, data, dan AI sepanjang 2025. Hasilnya mulai terlihat dalam berbagai aktivitas operasional bank. AI kini digunakan secara luas oleh pegawai untuk membantu pekerjaan sehari-hari, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga analisis data dan layanan pelanggan.

NatWest bahkan telah memberikan akses alat AI kepada seluruh pegawainya. Sekitar 35% kode perangkat lunak yang dikembangkan bank tersebut kini dihasilkan dengan bantuan AI, sementara ribuan jam kerja administratif berhasil dihemat.

NatWest Group adalah salah satu bank besar di Inggris (UK) dan termasuk dalam kelompok bank sistemik global (Global Systemically Important Bank / G-SIB) yang artinya bank ini dianggap terlalu penting bagi sistem keuangan sehingga jika bermasalah bisa berdampak ke ekonomi nasional bahkan global. Asetnya saat inj diperkirakan mencaoai £900 miliar atau sekira Rp18.000 triliun.

Dalam laporan internal perusahaan, NatWest menyebut tahun 2025 sebagai periode “AI deployment at scale” atau penerapan AI secara masif di seluruh organisasi. Tak hanya itu, bank ini juga mulai mengintegrasikan AI dalam berbagai fungsi bisnis, termasuk pembiayaan perdagangan (trade finance), pemeriksaan dokumen, kepatuhan anti pencucian uang, hingga pengembangan layanan pelanggan berbasis AI.

Pengakuan Jujur: Sebagian Pekerjaan Akan Hilang

Di tengah optimisme terhadap AI, CEO NatWest Paul Thwaite memilih berbicara terus terang mengenai konsekuensi yang akan muncul. Dalam forum The Times CEO Summit, Thwaite mengakui bahwa AI pada akhirnya akan menggantikan sebagian pekerjaan yang saat ini masih dilakukan manusia. “Pada akhirnya akan ada peran-peran yang saat ini ada dan sepenuhnya akan dijalankan oleh AI,” kata Thwaite.

Meski demikian, ia tidak secara spesifik menyatakan apakah jumlah pegawai NatWest akan berkurang dalam satu dekade ke depan.
Menurutnya, yang pasti adalah struktur tenaga kerja perbankan akan berubah.

Perubahan itu sebenarnya sudah mulai terlihat. Saat ini lebih dari 25% karyawan NatWest bekerja di bidang rekayasa perangkat lunak dan teknologi. Bank tersebut juga mulai merekrut tenaga ahli baru dalam bidang AI ethics, AI governance, dan AI orchestration yang sebelumnya hampir tidak dikenal dalam industri perbankan.

Perbankan Sedang Memasuki Perlombaan AI

Apa yang dilakukan NatWest bukan fenomena yang berdiri sendiri. Lloyds Banking Group, misalnya, juga mengumumkan target melatih seluruh 67.000 pegawainya agar melek AI pada akhir 2026 melalui program AI Academy.

Di Amerika Serikat, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Bank of America juga terus meningkatkan investasi AI untuk membantu pekerjaan analis, layanan nasabah, hingga pengelolaan risiko.

Riset PYMNTS Intelligence menunjukkan 85% perusahaan jasa keuangan dengan pendapatan tahunan di atas US$1 miliar berencana meningkatkan anggaran AI mereka dalam 12 bulan ke depan.

Persaingan kini tidak lagi sekadar soal siapa yang memiliki aplikasi mobile terbaik atau jaringan cabang terbesar. Pertanyaannya bergeser menjadi: siapa yang paling cepat membangun organisasi yang mampu bekerja berdampingan dengan AI.

Tantangan Terbesar Justru Datang dari Risiko

Namun semakin luas penggunaan AI, semakin besar pula risiko yang muncul. Penelitian terbaru dari Gravitee menunjukkan lebih dari 700.000 AI agent kini aktif digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Inggris. Sekitar 205.000 di antaranya beroperasi tanpa pengawasan manusia secara langsung.

Hasil survei yang sama menunjukkan tiga dari empat perusahaan pernah mengalami dugaan atau konfirmasi pelanggaran data yang melibatkan AI agent.

Beberapa insiden bahkan telah menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah gangguan layanan Amazon Web Services yang berlangsung selama 13 jam setelah sistem AI internal melakukan penghapusan kode dalam proses perbaikan bug.

Risiko-risiko inilah yang membuat NatWest memilih memasukkan aspek etika, tata kelola, dan pengendalian AI ke dalam program pelatihannya. Bagi bank tersebut, tantangan terbesar bukan lagi bagaimana mengakses teknologi AI, melainkan bagaimana memastikan teknologi itu digunakan dengan benar.

Manusia Tetap Menjadi Faktor Penentu

Langkah NatWest memperlihatkan perubahan penting dalam cara industri keuangan memandang AI.Pada fase awal, banyak perusahaan melihat AI sebagai alat otomatisasi untuk menggantikan pekerjaan manusia. Kini fokus mulai bergeser ke pertanyaan yang lebih strategis: bagaimana manusia dan AI dapat bekerja bersama secara efektif.

Investasi miliaran poundsterling pada teknologi mungkin penting. Namun bagi NatWest, keberhasilan transformasi digital tidak akan ditentukan oleh algoritma semata.

Bank masa depan, tampaknya, bukan hanya bank yang memiliki AI terbaik. Tetapi bank yang memiliki manusia paling siap untuk bekerja bersama AI. (MMS)


DIGI-INSIGHTS:

Perbankan global kini memasuki fase baru transformasi digital. Jika dalam satu dekade terakhir fokus industri berada pada mobile banking, cloud, data analytics, dan otomasi proses, kini fokus bergeser ke peningkatan kapabilitas sumber daya manusia agar mampu bekerja berdampingan dengan artificial intelligence. Langkah NatWest yang mewajibkan seluruh karyawan mengikuti pelatihan AI menunjukkan bahwa AI tidak lagi diposisikan sebagai proyek teknologi, melainkan kompetensi dasar yang harus dimiliki seluruh pegawai bank, dari level operasional hingga eksekutif.

Bagi industri perbankan Indonesia, pendekatan NatWest memberikan pelajaran penting. Banyak bank masih memandang AI sebagai domain unit teknologi informasi atau digital banking. Padahal, manfaat terbesar AI justru muncul ketika kemampuan tersebut menyebar ke seluruh organisasi. Relationship manager dapat menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas prospek dan penjualan, analis kredit dapat mempercepat penilaian risiko, sementara unit kepatuhan dan operasional dapat meningkatkan produktivitas dan akurasi kerja. Transformasi AI bukan semata investasi teknologi, tetapi investasi keterampilan manusia.

Lebih jauh lagi, pelatihan AI yang dilakukan NatWest menjadi sinyal bahwa persaingan perbankan ke depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model AI terbaik, melainkan siapa yang mampu membangun organisasi paling siap memanfaatkan AI. Di era ketika nasabah semakin banyak berinteraksi dengan mesin pencari berbasis AI, chatbot, dan agen digital, bank yang memiliki karyawan dengan literasi AI tinggi akan lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku nasabah, termasuk dalam menghadapi era baru pencarian informasi berbasis GEO (Generative Engine Optimization) dan AEO (Answer Engine Optimization) yang mulai mengubah cara konsumen menemukan dan memilih produk keuangan. ●


DIGIONARY:

● AI Agent: Program AI yang dapat menjalankan tugas secara otomatis tanpa instruksi terus-menerus dari manusia.
● AI Ethics: Prinsip dan aturan untuk memastikan penggunaan AI berlangsung adil, aman, transparan, dan bertanggung jawab.
● AI Governance: Kerangka kebijakan dan pengawasan yang mengatur penggunaan AI dalam organisasi.
● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan mesin melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia.
● Generative AI: AI yang mampu menghasilkan teks, gambar, kode program, atau konten baru berdasarkan data pelatihan.
● Machine Learning: Cabang AI yang memungkinkan sistem belajar dari data dan meningkatkan kinerja tanpa diprogram ulang secara eksplisit.
● Microsoft Copilot: Asisten berbasis AI yang membantu pengguna membuat dokumen, menganalisis data, dan meningkatkan produktivitas kerja.
● Software Engineering: Disiplin yang berfokus pada pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan perangkat lunak.
● Trade Finance: Layanan pembiayaan yang mendukung aktivitas perdagangan internasional.
● University of Edinburgh: Universitas terkemuka di Inggris yang menjadi mitra NatWest dalam pengembangan pelatihan AI.

#NatWest #ArtificialIntelligence #AI #BankingAI #DigitalBanking #FutureOfWork #AIEthics #FinancialServices #BankingTransformation #Fintech #GenerativeAI #AIAgents #BankingTechnology #DigitalTransformation #AITraining #PaulThwaite #FinancialInnovation #ResponsibleAI #FutureBanking #BankingIndustry

Comments are closed.