BSI Gandeng Temenos Perkuat Core Banking, Siapkan AI Dongkrak Layanan Nasabah

- 27 Juni 2026 - 08:43

Modernisasi core banking menjadi fondasi utama transformasi digital perbankan syariah di Indonesia. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat sistem inti perbankannya bersama Temenos untuk meningkatkan kapasitas transaksi, mempercepat layanan digital, sekaligus membuka jalan bagi adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI). Langkah ini dinilai penting agar bank syariah mampu bersaing dengan bank digital, fintech, dan bank konvensional yang semakin agresif memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman nasabah.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ BSI mempercepat modernisasi core banking bersama Temenos sebagai fondasi transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan perbankan syariah.
■ AI diproyeksikan memperkuat personalisasi layanan, deteksi fraud, analisis data, serta memperluas inklusi keuangan syariah berbasis digital.
■Persaingan bank kini ditentukan oleh kecepatan inovasi digital, kualitas pengalaman nasabah, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara aman.


Persaingan industri perbankan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya aset atau jaringan kantor cabang. Kemampuan menghadirkan layanan digital yang cepat, aman, personal, dan berbasis data kini menjadi pembeda utama. Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mempercepat modernisasi core banking sebagai fondasi pengembangan layanan digital dan adopsi Artificial Intelligence (AI).

Transformasi digital kini menjadi agenda strategis industri perbankan syariah. Di tengah meningkatnya kompetisi dengan bank konvensional, bank digital, dan perusahaan financial technology (fintech), bank syariah dituntut menghadirkan pengalaman nasabah yang setara bahkan lebih baik.

Senior Vice President (SVP) Application Support BSI, Rendy Ferdiansyah, mengatakan tantangan terbesar industri saat ini bukan lagi meningkatkan literasi keuangan syariah, melainkan menghadirkan layanan yang cepat, mudah, aman, dan selalu tersedia melalui kanal digital.

“Nasabah saat ini mengharapkan layanan yang cepat, mudah, aman, dan dapat diakses kapan saja. Oleh karena itu, transformasi teknologi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus daya saing bank syariah,” ujar Rendy dalam acara Temenos Connect di Jakarta pekan ini.

Menurutnya, ekspektasi nasabah terus meningkat seiring berkembangnya layanan digital di berbagai sektor. Pengalaman menggunakan aplikasi e-commerce, ride hailing, maupun dompet digital turut membentuk standar baru terhadap layanan perbankan.

BSI Modernisasi Core Banking Bersama Temenos

Untuk memperkuat fondasi transformasi digital, BSI melakukan modernisasi sistem core banking bersama Temenos, perusahaan penyedia solusi teknologi perbankan global.

Modernisasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas transaksi, mempercepat pemrosesan layanan, memperkuat stabilitas sistem, serta memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengembangkan produk dan layanan digital baru.

Core banking modern juga memungkinkan integrasi data secara lebih baik sehingga bank dapat merespons kebutuhan nasabah secara lebih cepat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Bagi industri perbankan, core banking bukan sekadar sistem operasional, melainkan infrastruktur utama yang menentukan kemampuan bank dalam mengembangkan layanan digital, open API, embedded finance, hingga ekosistem perbankan berbasis cloud.

AI Menjadi Tahap Berikutnya

Setelah membangun fondasi melalui modernisasi core banking, BSI menilai Artificial Intelligence akan menjadi teknologi berikutnya yang mempercepat transformasi bisnis.

AI berpotensi dimanfaatkan untuk personalisasi layanan nasabah, analisis perilaku transaksi, deteksi fraud secara real time, otomatisasi proses operasional, hingga mempercepat pengambilan keputusan bisnis.

“Teknologi dapat menjadi akselerator dalam memperluas inklusi keuangan syariah, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan perbankan yang aman, modern, dan sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya.

Implementasi AI juga harus diimbangi dengan tata kelola data yang kuat, keamanan siber, kepatuhan terhadap regulasi, serta tetap menjaga prinsip-prinsip syariah dalam setiap inovasi produk dan layanan.

Perubahan Perilaku Nasabah Mempercepat Digitalisasi

BSI menilai perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda dan digital native, menjadi pendorong utama transformasi digital.

“Generasi muda menginginkan layanan yang seamless, personal, dan selalu tersedia melalui perangkat digital. Oleh karena itu, BSI terus memperkuat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang lebih modern dan relevan, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariah yang menjadi fondasi operasional perusahaan,” jelasnya.

Perubahan tersebut membuat bank tidak lagi hanya bersaing dengan sesama institusi keuangan, tetapi juga dengan pengalaman digital yang ditawarkan berbagai platform teknologi.

Transformasi Digital Bukan Sekadar Proyek Teknologi

Rendy menegaskan transformasi digital harus dipandang sebagai perubahan strategi bisnis secara menyeluruh.

“Investasi dalam transformasi digital memang membutuhkan waktu dan sumber daya yang signifikan. Namun, manfaat jangka panjang yang dihasilkan akan menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan industri perbankan syariah di masa depan,” tutupnya.

Transformasi digital membutuhkan dukungan manajemen, perubahan proses bisnis, peningkatan kompetensi SDM, hingga kolaborasi lintas fungsi agar implementasinya mampu menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan dan nasabah.

Di tingkat industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong percepatan transformasi digital perbankan melalui penguatan tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko digital, keamanan siber, serta inovasi layanan keuangan digital. Dalam konteks tersebut, modernisasi core banking menjadi investasi strategis yang akan menentukan daya saing bank pada era AI dan ekonomi digital. ●


DIGI-INSIGHTS:

Modernisasi core banking kini bukan lagi proyek teknologi semata, melainkan strategi korporasi untuk membangun daya saing jangka panjang. Di era AI, kualitas sistem inti perbankan menentukan kecepatan bank menghadirkan inovasi, memperluas ekosistem digital, dan meningkatkan efisiensi operasional. Bank yang masih mengandalkan sistem legacy akan semakin sulit bersaing dalam menghadirkan layanan real-time dan personal.

AI akan mengubah model bisnis perbankan syariah dari pendekatan berbasis produk menjadi berbasis kebutuhan nasabah. Dengan dukungan data analytics dan machine learning, bank dapat memberikan rekomendasi keuangan yang lebih personal, memperkuat mitigasi risiko, meningkatkan deteksi fraud, serta mengoptimalkan layanan digital tanpa mengabaikan prinsip syariah. Tantangan berikutnya adalah memastikan tata kelola AI yang transparan, keamanan data, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Ke depan, persaingan industri perbankan syariah tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap prinsip syariah atau besarnya aset, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan core banking modern, AI, cloud computing, dan keamanan siber dalam satu ekosistem digital. Transformasi tersebut akan menjadi penentu profitabilitas, efisiensi, loyalitas nasabah, serta perluasan inklusi keuangan syariah di Indonesia. ●


DIGIONARY:

● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan sistem menganalisis data dan mengambil keputusan secara otomatis.
● Cloud Computing: Infrastruktur komputasi berbasis internet yang mendukung layanan digital.
● Core Banking: Sistem inti yang mengelola seluruh transaksi dan operasional bank.
● Customer Experience: Pengalaman nasabah saat menggunakan produk dan layanan bank.
● Data Analytics: Analisis data untuk mendukung pengambilan keputusan.
● Digital Banking: Layanan perbankan berbasis teknologi digital.
● Digital Native: Generasi yang tumbuh bersama teknologi digital.
● Embedded Finance: Integrasi layanan keuangan ke dalam platform digital non-keuangan.
● Fintech: Perusahaan penyedia layanan keuangan berbasis teknologi.
● Fraud Detection: Teknologi untuk mendeteksi potensi penipuan transaksi.
● Inklusi Keuangan: Perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
● Open API: Antarmuka yang memungkinkan integrasi sistem antarplatform.
● Perbankan Syariah: Sistem perbankan yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah.
● Temenos: Perusahaan penyedia solusi teknologi perbankan global.
● Transformasi Digital: Perubahan proses bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital.

#BSI #BankSyariahIndonesia #CoreBanking #Temenos #ArtificialIntelligence #AI #DigitalBanking #TransformasiDigital #PerbankanSyariah #Fintech #CustomerExperience #OpenBanking #EmbeddedFinance #CloudComputing #Cybersecurity #FraudDetection #OJK #InklusiKeuangan #FinancialTechnology #digitalbankid

Comments are closed.