InterSystems Perkuat Ekspansi di Indonesia, Fokus Platform Data dan AI

- 26 Mei 2026 - 15:18

Perusahaan teknologi data global InterSystems memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia melalui pembukaan kantor baru di Jakarta. Langkah ini menandai meningkatnya persaingan penyedia platform data, cloud, dan artificial intelligence (AI) di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan, kesehatan, dan rantai pasok nasional. InterSystems melihat Indonesia sebagai pasar strategis Asia Tenggara dengan kebutuhan yang terus tumbuh terhadap interoperabilitas data, analitik real-time, dan infrastruktur digital yang mampu mendukung implementasi AI skala besar.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ InterSystems membuka kantor Jakarta untuk memperkuat bisnis platform data, AI, dan interoperabilitas di Indonesia.
■ Industri perbankan dan kesehatan menjadi sektor utama pertumbuhan kebutuhan analitik real-time dan integrasi data.
■ Persaingan penyedia infrastruktur AI dan cloud semakin ketat seiring lonjakan ekonomi digital Indonesia.


Persaingan bisnis platform data dan artificial intelligence (AI) di Indonesia semakin memanas. Perusahaan teknologi data global InterSystems resmi membuka kantor baru di Jakarta sebagai bagian dari strategi memperluas penetrasi pasar di tengah melonjaknya kebutuhan industri terhadap analitik real-time, interoperabilitas data, dan infrastruktur digital.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu medan pertumbuhan utama teknologi data di Asia Tenggara, terutama di sektor perbankan, layanan kesehatan, dan rantai pasok.

Ekspansi tersebut dilakukan di tengah percepatan transformasi digital nasional yang mendorong kebutuhan besar terhadap integrasi data, cloud computing, artificial intelligence (AI), dan penguatan ketahanan digital lintas industri.

Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar strategis di kawasan Asia Tenggara karena pertumbuhan ekonomi digital yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sektor perbankan, fintech, logistik, hingga layanan kesehatan kini berlomba membangun sistem digital yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2025, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan telah melampaui US$130 miliar dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penetrasi internet, digital banking, cloud adoption, dan penggunaan AI yang semakin luas di sektor bisnis.

Dalam konteks tersebut, kebutuhan terhadap platform data dengan kemampuan interoperabilitas dan analitik real-time menjadi semakin penting.

“Kehadiran kantor baru ini menegaskan komitmen InterSystems terhadap Indonesia sebagai pasar pertumbuhan strategis di Asia Tenggara,” kata perusahaan dalam keterangannya.

InterSystems menyebut kehadiran kantor lokal memungkinkan perusahaan memperkuat kolaborasi dengan pelanggan, mitra bisnis, hingga pemangku kepentingan pemerintah dalam mendukung pengembangan infrastruktur digital nasional.

Indonesia Jadi Pasar Strategis AI dan Platform Data

Transformasi digital di Indonesia kini bergerak memasuki fase baru. Jika sebelumnya perusahaan lebih fokus pada digitalisasi layanan dasar, kini perhatian mulai bergeser pada optimalisasi data dan implementasi AI untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis secara real-time. Di industri perbankan, misalnya, teknologi AI dan data analytics mulai digunakan untuk fraud detection, credit scoring, anti-money laundering (AML), customer experience, hingga personalisasi layanan keuangan.

“Transformasi digital kini tidak lagi hanya soal digitalisasi layanan, tetapi bagaimana data dapat diubah menjadi insight bisnis secara real-time.” InterSystems melihat tren tersebut sebagai peluang besar bagi pengembangan platform data generasi baru.

Teknologi perusahaan seperti InterSystems IRIS Data Platform dan InterSystems IntelliCare telah digunakan oleh sejumlah organisasi di Indonesia, termasuk sektor layanan keuangan, logistik, dan kesehatan. Platform tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengatasi persoalan silo data, integrasi sistem, serta kebutuhan analitik berkinerja tinggi.

“Indonesia sedang berada di titik balik di mana berbagai organisasi mulai berupaya mengubah volume data yang terus meningkat menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Ada kebutuhan yang terus tumbuh akan platform data yang andal, interoperable, dan real-time guna mendorong inovasi dalam skala besar,” ujar Luciano Brustia.

“Pembukaan kantor Jakarta kami mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia, dan memungkinkan kami bekerja lebih dekat bersama pelanggan dan mitra untuk membantu mewujudkan ambisi mereka menjadi hasil yang nyata,” lanjutnya.

Industri Perbankan dan Kesehatan Jadi Fokus Utama

InterSystems menyebut sektor layanan keuangan, rantai pasok, dan kesehatan menjadi area utama pengembangan bisnis perusahaan di Indonesia. Di industri perbankan, kebutuhan terhadap interoperabilitas data meningkat seiring pertumbuhan transaksi digital dan implementasi open banking.

Bank kini dituntut mampu mengintegrasikan data lintas sistem dengan cepat dan aman untuk mendukung layanan digital yang lebih personal dan efisien. “Bank digital mulai memanfaatkan AI dan platform data untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat customer experience.”

Sementara di sektor kesehatan, interoperabilitas menjadi isu penting karena banyak rumah sakit dan institusi kesehatan masih menggunakan sistem data yang terfragmentasi.

Kondisi tersebut menyulitkan integrasi rekam medis digital, analitik kesehatan, maupun implementasi AI untuk pelayanan pasien. InterSystems IntelliCare disebut dirancang untuk membantu penyederhanaan integrasi sistem kesehatan melalui platform data terpadu.

Persaingan Infrastruktur AI Semakin Ketat

Ekspansi InterSystems juga memperlihatkan meningkatnya persaingan perusahaan teknologi global dalam memperebutkan pasar AI dan cloud di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi global memperbesar investasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi digital tercepat.

Permintaan terhadap data center, cloud infrastructure, cybersecurity, dan AI platform meningkat seiring percepatan digitalisasi bisnis dan layanan publik.

Menurut IDC Asia Pacific, investasi AI di kawasan Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dua digit dalam beberapa tahun ke depan, terutama di sektor keuangan, manufaktur, dan kesehatan.

Namun percepatan transformasi digital juga memunculkan tantangan baru terkait keamanan data, privasi, interoperabilitas, dan tata kelola AI. Semakin besar volume data dan penggunaan AI, semakin tinggi pula kebutuhan terhadap keamanan siber dan tata kelola data. Karena itu, perusahaan teknologi kini tidak hanya bersaing dari sisi kecanggihan platform, tetapi juga kemampuan menghadirkan sistem yang aman, scalable, dan compliant terhadap regulasi.

Fokus Perkuat Kehadiran Lokal

InterSystems mengatakan ekspansi kantor Jakarta juga ditujukan untuk memperkuat dukungan lokal bagi pelanggan di Indonesia. Perusahaan berencana meningkatkan kolaborasi dengan system integrator, mitra digital, dan organisasi lokal untuk mempercepat implementasi teknologi.

Selain itu, kehadiran lokal dinilai penting untuk mempercepat waktu implementasi proyek dan mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

InterSystems saat ini beroperasi di lebih dari 80 negara dan memiliki 38 kantor di 28 negara. Perusahaan yang berdiri sejak 1978 itu berkantor pusat di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.


DIGIONARY:

● AI: Teknologi kecerdasan buatan yang mampu menganalisis data dan menjalankan proses otomatis.
● AI Platform: Infrastruktur teknologi untuk membangun dan menjalankan aplikasi berbasis AI.
● Analytics Real-Time: Proses analisis data secara langsung saat data diproduksi atau diterima.
● Anti-Money Laundering: Sistem pencegahan pencucian uang di sektor keuangan.
● Cloud Computing: Teknologi komputasi berbasis internet untuk penyimpanan dan pemrosesan data.
● Credit Scoring: Sistem penilaian risiko kredit berbasis data dan algoritma.
● Customer Experience: Pengalaman pengguna saat menggunakan layanan perusahaan.
● Data Analytics: Proses pengolahan data untuk menghasilkan insight bisnis.
● Data Interoperability: Kemampuan sistem berbeda untuk saling bertukar dan menggunakan data.
● Digital Banking: Layanan perbankan berbasis teknologi digital dan aplikasi online.
● Fraud Detection: Teknologi untuk mendeteksi indikasi penipuan secara otomatis.
● Infrastructure Digital: Sistem teknologi yang menopang layanan digital perusahaan atau negara.
● Interoperability: Kemampuan berbagai sistem berbeda untuk saling terhubung dan bekerja bersama.
● Open Banking: Sistem perbankan terbuka yang memungkinkan integrasi data melalui API.
● Platform Data: Sistem pengelolaan data terpadu untuk analitik dan operasional bisnis.

#InterSystems #ArtificialIntelligence #AI #DigitalTransformation #DigitalBanking #DataPlatform #CloudComputing #Cybersecurity #DataAnalytics #Interoperability #OpenBanking #Fintech #BankDigital #HealthcareIT #SupplyChain #IndonesiaDigital #MachineLearning #BigData #TechIndustry #DigitalEconomy

Comments are closed.