Bank DBS Indonesia merayakan Hari Anak Nasional dengan mengajak 80 anak dari komunitas pekerja sampah menjelajahi Museum Bank Indonesia dan Kota Tua, sebagai bagian dari inisiatif inklusi pendidikan dan literasi keuangan berkelanjutan.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Exploration Day memberikan pengalaman edukasi luar ruang pertama bagi 80 anak komunitas pemulung di Bintara Jaya dan Johar Baru melalui wisata sejarah.
■ Program DBS x Mahija Mobile School telah mencatatkan 1.636 jam sukarelawan untuk mendukung pendidikan inklusif dan literasi keuangan bagi masyarakat.
■ Inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen “Impact Beyond Banking” Bank DBS Indonesia dalam memperluas akses pendidikan bagi komunitas kurang terlayani.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menyisakan kesan mendalam bagi 80 anak dari komunitas pekerja sampah di Bintara Jaya dan Johar Baru, Jakarta. Jumat (24/7), mereka berkesempatan melangkah keluar dari lingkungan keseharian untuk menjelajahi Museum Bank Indonesia dan kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta dalam kegiatan bertajuk Exploration Day.
Bagi mayoritas anak-anak tersebut, kunjungan ini merupakan pengalaman perdana mereka menginjakkan kaki di museum. Tidak sekadar berwisata, mereka diajak menyusuri jejak sejarah kota tempat tinggal mereka secara interaktif. Kegiatan ini digagas oleh PT Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menekankan pentingnya akses pendidikan yang setara bagi setiap anak tanpa terkecuali.
“Sebagai bank dengan aspirasi menjadi Best Bank for a Better World, Exploration Day hadir tidak hanya untuk memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan semangat eksplorasi sehingga anak-anak dapat melihat lebih banyak peluang untuk berani bermimpi besar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Mona.
Melampaui Batas Perbankan
Kegiatan Exploration Day merupakan pelengkap dari inisiatif DBS x Mahija Mobile School yang telah diinisiasi sejak 2025. Program ini dirancang khusus untuk menghadirkan ruang belajar mandiri di komunitas rentan, mencakup literasi dasar seperti baca, tulis, hitung (calistung), bahasa Inggris, hingga pengenalan literasi keuangan.
Sepanjang tahun 2026, keterlibatan sukarelawan karyawan DBS yang tergabung dalam DBS People of Purpose semakin intensif. Mereka telah menggelar 10 sesi kelas anak-anak dan 11 sesi pendampingan bagi remaja serta orang tua. Tidak hanya itu, inisiatif ini juga mencakup pemberian donasi sekitar 1.200 buku bacaan dari karyawan kantor cabang Juanda.
Hingga saat ini, program tersebut telah mencatatkan 1.636 jam kerja sukarelawan dengan menyentuh lebih dari 150 penerima manfaat di wilayah Duren Sawit, Bintara Jaya, dan Johar Baru. Langkah ini menjadi wujud nyata dari strategi Impact Beyond Banking milik DBS Foundation, yang fokus pada penyediaan kebutuhan esensial dan inklusi sosial bagi masyarakat yang kurang terlayani. ●
DIGIONARY;
● Calistung: Istilah pendidikan untuk keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
● DBS Foundation: Organisasi nirlaba milik Bank DBS yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.
● Impact Beyond Banking: Filosofi operasional Bank DBS yang menekankan kontribusi sosial melebihi fungsi bisnis perbankan konvensional.
● Inklusif: Pendekatan yang memberikan kesempatan dan akses yang sama bagi semua orang tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi.
● People of Purpose: Program sukarelawan internal Bank DBS yang melibatkan karyawan untuk berkontribusi pada kegiatan sosial masyarakat.
#bankdbsindonesia #harianaknasional #pendidikaninklusif #impactbeyondbanking #dbsfoundation #mahijaparahita #edukasi #literasikeuangan #kegiatansosial #csr #jakartahistory #kotatuajakarta #eksplorasi #pendidikananak #sukarelawan #peopleofpurpose #pemberdayaanmasyarakat #literasi #harusbelajar #masadepan
