Citigroup memperluas layanan pembayaran internasional instan dengan berhasil menyelesaikan transaksi lintas negara pertama dalam mata uang dolar AS bersama Siam Commercial Bank (SCB) Thailand. Langkah ini menandai percepatan transformasi pembayaran global menuju transaksi real-time yang lebih cepat, efisien, dan tersedia lintas bank. Di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan multinasional terhadap pergerakan dana secara instan, Citi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam infrastruktur pembayaran global.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Citigroup berhasil menyelesaikan transaksi pembayaran internasional instan pertama antarbank bersama Siam Commercial Bank Thailand.
■ Jaringan pembayaran instan Citi kini menghubungkan sekitar 300 bank dan melayani kebutuhan perusahaan multinasional di lebih dari 180 negara.
■ Pembayaran lintas negara real-time diperkirakan menjadi standar baru industri keuangan global seiring berkembangnya digitalisasi dan tokenisasi aset.
Persaingan di industri pembayaran global memasuki babak baru. Citigroup resmi memperluas layanan pembayaran internasional instan (cross-border instant payments) dengan menyelesaikan transaksi pertama antarbank menggunakan dolar AS bersama Siam Commercial Bank (SCB) Thailand. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat transaksi lintas negara yang selama ini masih bergantung pada proses penyelesaian dana (settlement) yang memakan waktu.
Citigroup mengumumkan transaksi tersebut berhasil dilakukan melalui jaringan pembayaran internasional instan miliknya. Dana dalam mata uang dolar AS dikirim dari rekening Citigroup di Inggris menuju rekening Siam Commercial Bank di Thailand hanya dalam hitungan detik.

Transaksi dilakukan oleh Phillip Securities Thailand, nasabah SCB, pada akhir pekan libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli 2026. Keberhasilan transaksi saat pasar Amerika sedang libur menunjukkan sistem pembayaran baru ini tetap mampu beroperasi tanpa bergantung pada jam kerja perbankan konvensional.
SCB menjadi salah satu dari sekitar 300 bank yang telah terintegrasi dalam jaringan pembayaran instan internasional milik Citi. Jaringan tersebut dikembangkan untuk melayani kebutuhan perusahaan multinasional yang membutuhkan perpindahan dana secara cepat, aman, dan tersedia selama 24 jam.
Head of Payments Citigroup, Debopama Sen, mengatakan permintaan nasabah terhadap layanan transfer internasional secara instan terus meningkat, terutama untuk transaksi antar rekening di bank yang berbeda.
Menurut Citi, mengutip Reuters, layanan pembayaran instan berbasis tokenized deposits yang digunakan perusahaan melalui rekening Citi kini hampir mencapai US$1 miliar per hari. Sementara secara keseluruhan, divisi layanan pembayaran global Citi memproses transaksi sekitar US$6 triliun setiap hari yang mencakup lebih dari 180 negara.
Perkembangan ini mencerminkan perubahan besar dalam lanskap pembayaran global. Selama puluhan tahun, transaksi lintas negara masih didominasi sistem tradisional seperti SWIFT yang memerlukan proses kliring melalui sejumlah bank koresponden. Akibatnya, penyelesaian transaksi sering membutuhkan waktu satu hingga tiga hari kerja.
Kini, kemajuan teknologi tokenisasi, distributed ledger technology (DLT), komputasi awan, serta API perbankan memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan hampir secara real-time tanpa mengorbankan aspek keamanan maupun kepatuhan regulasi.
Fenomena tersebut juga sejalan dengan agenda modernisasi pembayaran yang tengah dilakukan berbagai bank sentral di dunia melalui implementasi standar pesan keuangan ISO 20022, pengembangan sistem pembayaran instan nasional, hingga eksplorasi penggunaan mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC).
Bagi perusahaan multinasional, pembayaran lintas negara secara instan memberikan manfaat yang signifikan. Selain mempercepat penyelesaian transaksi perdagangan internasional, sistem ini juga meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas (liquidity management), mengurangi kebutuhan modal kerja (working capital), serta menekan risiko fluktuasi nilai tukar akibat keterlambatan penyelesaian transaksi.
Di kawasan Asia, kebutuhan terhadap pembayaran lintas negara yang cepat terus meningkat seiring berkembangnya perdagangan regional, investasi asing langsung, serta aktivitas ekonomi digital. Berbagai inisiatif konektivitas pembayaran, termasuk integrasi sistem pembayaran QR antarnegara di ASEAN, menunjukkan bahwa infrastruktur pembayaran kini menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital.
Keberhasilan transaksi Citi bersama SCB Thailand memperlihatkan bahwa masa depan pembayaran global bergerak menuju layanan yang semakin cepat, selalu tersedia (always-on), dan mampu menghubungkan berbagai institusi keuangan dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi. ●
DIGI-INSIGHTS:
Transformasi pembayaran lintas negara kini memasuki fase yang jauh lebih fundamental dibanding sekadar digitalisasi layanan perbankan. Selama puluhan tahun, efisiensi transaksi internasional terhambat oleh infrastruktur lama yang bergantung pada jaringan bank koresponden, proses kliring berlapis, dan jam operasional yang terbatas. Keberhasilan Citi melakukan pembayaran instan lintas bank menunjukkan bahwa industri keuangan global sedang bergeser menuju model always-on banking, di mana uang dapat berpindah lintas negara hampir secara real-time sebagaimana pertukaran data di internet. Perubahan ini berpotensi mengubah cara perusahaan mengelola likuiditas, perdagangan internasional, hingga rantai pasok global.
Bagi industri perbankan, inovasi ini juga memperlihatkan bahwa persaingan ke depan tidak lagi hanya terjadi pada produk kredit atau penghimpunan dana, tetapi pada siapa yang mampu membangun infrastruktur pembayaran paling cepat, paling efisien, dan paling terhubung. Bank yang menguasai jaringan pembayaran global akan memiliki posisi strategis sebagai penghubung ekosistem ekonomi digital. Karena itu, investasi pada teknologi seperti tokenisasi, API, komputasi awan, kecerdasan buatan, dan interoperabilitas sistem pembayaran akan menjadi faktor pembeda daya saing bank dalam dekade mendatang. Persaingan bukan lagi antarbank di satu negara, melainkan antarjaringan pembayaran global.
Bagi Indonesia, langkah Citi menjadi sinyal bahwa modernisasi sistem pembayaran harus terus dipercepat agar tidak tertinggal dalam transformasi keuangan global. Kehadiran BI-FAST, implementasi standar ISO 20022, pengembangan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, serta kerja sama pembayaran lintas negara melalui ASEAN merupakan fondasi yang tepat. Tantangan berikutnya adalah memperluas konektivitas dengan jaringan pembayaran internasional, mendukung inovasi tokenisasi aset dan programmable money, serta memastikan regulasi mampu mengimbangi perkembangan teknologi. Dalam ekonomi digital yang semakin terintegrasi, kecepatan perpindahan dana akan menjadi salah satu indikator utama daya saing sistem keuangan suatu negara. ●
DIGIONARY:
● API (Application Programming Interface): Antarmuka yang memungkinkan sistem perbankan saling terhubung dan bertukar data secara otomatis.
● Cross-Border Payment: Transaksi pembayaran yang dilakukan antara dua negara berbeda.
● Distributed Ledger Technology (DLT): Teknologi pencatatan data terdistribusi yang menjadi dasar berbagai inovasi aset digital.
● ISO 20022: Standar internasional untuk pertukaran pesan transaksi keuangan antar lembaga keuangan.
● Liquidity Management: Strategi mengelola ketersediaan dana agar kebutuhan pembayaran dapat dipenuhi secara efisien.
● Settlement: Proses penyelesaian akhir transaksi keuangan hingga dana benar-benar berpindah ke penerima.
● SWIFT: Jaringan komunikasi global yang digunakan bank untuk mengirim instruksi pembayaran internasional.
● Tokenized Deposits: Simpanan bank yang direpresentasikan dalam bentuk token digital di jaringan yang aman.
● Working Capital: Modal kerja yang digunakan perusahaan untuk menjalankan operasional sehari-hari.
● Real-Time Payment: Sistem pembayaran yang memungkinkan dana berpindah dan diterima dalam hitungan detik.
#Citigroup #Citi #CrossBorderPayments #InstantPayments #RealTimePayments #DigitalBanking #Tokenization #Payments #SCB #Thailand #Fintech #Banking #ISO20022 #Swift #LiquidityManagement #FinancialTechnology #DigitalTransformation #GlobalPayments #BankingInnovation #ASEAN
