Reku gandeng Asosiasi Blockchain Indonesia garap literasi aset kripto

- 19 Oktober 2023 - 09:50
reku

REKU sebagai pedagang aset kripto dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) terus bekerja sama dalam melanjutkan upaya literasi aset kripto dan teknologi blockchain di kalangan mahasiswa.

Dalam upayanya ini, Reku dan ABI akan melanjutkan kegiatan literasi ke empat kampus di Indonesia, yakni Universitas Industri, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Bina Nusantara (Binus), hingga akhir tahun 2023.

Jesse Choi selaku Chief Operating Officer (COO) Reku mengatakan bahwa edukasi dan literasi merupakan kegiatan yang konsisten diadakan Reku, dan juga menjadi hal fundamental bagi masyarakat sebelum memasuki aset kripto.

“Reku memberikan pemahaman dan praktik mengenai konsep, potensi, risiko, serta tren pasar kripto. Sehingga generasi muda bisa semakin melek dengan opsi investasi yang ada serta dapat mengambil keputusan berinvestasi yang lebih bijak,” kata Jesse, Kamis (19/10).

Baca juga: Reku proyeksi ada potensi kenaikan pasar kripto di kuartal IV 2023

Menurut dia, edukasi dan literasi merupakan kegiatan yang konsisten diadakan Reku. Ini merupakan fundamental terpenting sebelum masyarakat masuk ke aset kripto. Reku memberikan pemahaman dan praktik mengenai konsep, potensi, risiko, serta tren pasar kripto. “Sehingga generasi muda bisa semakin melek dengan opsi investasi yang ada serta dapat mengambil keputusan berinvestasi yang lebih bijak.”

Selain itu, alasan lain Reku membuat program literasi di kampus adalah, karena menurut Jesse mahasiswa termasuk golongan Gen Z dan milenial juga menempati salah satu porsi terbesar (48 persen) pengguna Reku.

“Untuk itu, melalui kegiatan literasi ini juga diharapkan semakin meningkatkan pemahaman dan partisipasi mahasiswa di ekosistem kripto,” imbuh Jesse.

Selain mengadakan kegiatan literasi bagi mahasiswa melalui kegiatan offline, Reku juga mengajak mahasiswa terlibat aktif dalam grup komunitas online, yang diharapkan bisa menghadirkan proses berkelanjutan dan tidak berhenti di satu kegiatan saja.

Baca juga: Reku: “Bitcoin berpotensi bearish menjelang to the moon”

“Untuk itu, melalui kegiatan literasi ini juga diharapkan semakin meningkatkan pemahaman dan partisipasi mahasiswa di ekosistem kripto,” imbuh Jesse.

Selain mengadakan kegiatan literasi bagi mahasiswa melalui kegiatan offline, Reku juga mengajak mahasiswa terlibat aktif dalam grup komunitas online, yang diharapkan bisa menghadirkan proses berkelanjutan dan tidak berhenti di satu kegiatan saja.

Selain melalui kegiatan edukasi crypto dan blockchain bagi mahasiswa, Reku juga terus mendukung peran asosiasi di ekosistem kripto. Dalam hal ini ABI dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) yang sudah resmi melakukan penggabungan, menjadi awalan yang baru untuk memperkuat sinergi ekosistem kripto dan blockchain di Tanah Air.

Robby selaku Ketua Umum Aspakrindo sekaligus Chief Compliance Officer (CCO) Reku menyatakan penggabungan Aspakrindo-ABI akan mendorong kolaborasi antar stakeholders yang lebih efektif dalam menjawab peluang serta tantangan yang ada.

“Penggabungan Aspakrindo-ABI dilakukan secara operasional. Saat ini, kedua asosiasi telah menjalankan kepengurusan secara bersama guna mendukung sinergi, pengawasan, pengembangan industri aset kripto yang berkelanjutan. Apakrindo-ABI berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan edukasi, transparansi, serta memastikan operasional ekosistem kripto dan blockchain berjalan dengan sehat,” ungkap Robby.

Baca juga: Reku kukuhkan posisinya sebagai market leader di ekosistem kripto

Sebagai pelaku exchange, Robby menambahkan, penggabungan Aspakrindo-ABI juga merupakan kabar baik karena dapat mempercepat proses koordinasi untuk mengambil langkah-langkah konkrit dalam mengembangkan ekosistem kripto yang berkelanjutan. Ke depannya, Reku siap memberikan dukungan penuh untuk segala upaya kolaborasi, termasuk dengan asosiasi dan regulator demi mendorong potensi ekosistem kripto. Diantaranya seperti peningkatan adopsi kripto serta variasi produk dan layanan di ekosistem, dan penanggulangan platform ilegal.

Senada dengan Robby, Asih Karnengsih selaku Executive Director Aspakrindo-ABI mengatakan Aspakrindo-ABI memiliki visi yang sama untuk menyatukan dan mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan.

“ABI sebelumnya telah menaungi 57 anggota yang terdiri dari pelaku usaha serta komunitas kripto, blockchain, dan Web3. Ke depannya, merger antara Aspakrindo-ABI akan dilanjutkan ke pengembangan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kebermanfaatan teknologi blockchain bagi pelaku usaha, baik dari sisi keamanan, partisipasi dan kepercayaan masyarakat, skalabilitas, serta berbagai manfaat lainnya,” jelas Asih. ■