PT Bank Jago Tbk mengintegrasikan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai mitra digital pendamping untuk menangani pekerjaan rutin, sehingga para karyawan dapat mengalihkan fokus mereka pada pemahaman nasabah, penyelesaian masalah, dan pengembangan tim.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Pemanfaatan AI di Bank Jago difungsikan sebagai pendamping digital untuk memberikan saran serta mengeliminasi prosedur operasional rutin yang memakan waktu.
■ Keputusan akhir operasional dan bisnis tetap dipegang penuh oleh manusia (Jagoan), memastikan pendekatan yang berbasis pemahaman konteks dan empati nasabah.
■ Sinergi AI dan manusia memberi ruang bagi karyawan untuk melatih talenta, memecahkan masalah kompleks, dan membangun kedekatan serta kepercayaan dengan nasabah.
Di tengah era transformasi digital perbankan, PT Bank Jago Tbk mengambil pendekatan terukur dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sebagai bank berbasis teknologi, bank ini menempatkan AI bukan sebagai pengganti tenaga kerja, melainkan sebagai alat bantu pendamping digital (digital assistant) yang dirancang untuk meringankan beban kerja rutin.
Penerapan ini memungkinkan waktu serta perhatian para “Jagoan”—sebutan bagi karyawan Bank Jago—tidak terkuras oleh tugas-tugas administratif yang repetitif. Sebaliknya, kapasitas tersebut dialihkan untuk hal-hal yang membutuhkan kecerdasan emosional dan analitis tingkat tinggi, seperti memahami kebutuhan nasabah secara mendalam, merumuskan penyelesaian persoalan, hingga mengasah kapabilitas anggota tim.
Head of People & Culture PT Bank Jago Tbk, Pratomo Soedarsono (Tommy), menjelaskan bahwa batasan peran antara sistem cerdas dan manusia dijaga dengan sangat tegas. Walaupun teknologi mampu memproses data dengan cepat, kontrol mutlak atas arah dan keputusan akhir operasional tetap berada di tangan insan manusia.
“Di Bank Jago, AI dimanfaatkan untuk memberi saran, tapi keputusan tetap di tangan manusia. Jadi, prosedur rutin yang membuang waktu bisa dihindari dan tim bisa fokus melatih talenta, memahami konteks, dan mengambil keputusan penuh makna,” ujar Tommy di Universitas Indonesia, Jakarta.
Melalui model kerja kolaboratif ini, integrasi AI berfungsi untuk mempercepat akselerasi pemrosesan kerja organisasi. Kendati demikian, Bank Jago memandang bahwa manusia memegang peranan krusial dalam menentukan bagaimana teknologi tersebut diterapkan secara etis, menjaga keandalan operasional, serta merawat kepercayaan jangka panjang dengan para nasabah. (MMS) ■
DIGIONARY:
● Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan adalah simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakan mereka, sehingga memungkinkan mesin melakukan tugas-tugas kompleks secara otomatis dengan efisiensi tinggi.
● Capability Journey adalah pendekatan pengembangan karyawan yang dipersonalisasi dan terstruktur untuk memetakan, mengukur, dan meningkatkan kompetensi mereka secara berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan strategis perusahaan.
● Cashless Withdrawal adalah fitur layanan perbankan yang memungkinkan nasabah menarik uang tunai dari mesin ATM tanpa menggunakan kartu fisik, melainkan menggunakan kode yang dihasilkan melalui aplikasi perbankan digital.
● Cash-in/Cash-out adalah istilah yang merujuk pada transaksi penyetoran uang ke dalam rekening bank (cash-in) dan penarikan uang tunai dari rekening bank (cash-out), baik melalui kantor cabang, agen, maupun mesin ATM/CDM.
● Digital Native Generation atau Generasi Digital Asli adalah kelompok demografi yang tumbuh di era teknologi digital, internet, dan perangkat seluler, sehingga merasa nyaman dan intuitif dalam menggunakan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
● Fasilitator dalam konteks kepemimpinan adalah seseorang yang membantu tim atau kelompok untuk mencapai tujuan mereka dengan memberikan lingkungan, alat, dan panduan yang tepat, bukan dengan memerintah atau mendikte langkah-langkahnya.
● GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia hasil merger Gojek dan Tokopedia, yang menyediakan layanan ride-hailing, e-commerce, dan layanan keuangan digital terintegrasi.
● Human-in-the-Loop (HITL) adalah model kolaborasi antara manusia dan sistem AI, di mana manusia tetap memegang kendali penuh dalam pengambilan keputusan akhir, memberikan umpan balik, dan mengoreksi hasil analisis AI untuk memastikan akurasi, relevansi, dan pertanggungjawaban etis.
● Mentor adalah individu yang berpengalaman dan berpengetahuan luas yang memberikan bimbingan, nasihat, dan dukungan kepada individu yang kurang berpengalaman untuk pengembangan karier dan pertumbuhan pribadinya.
● Otonomi dalam konteks tempat kerja adalah tingkat kebebasan, kemandirian, dan diskresi yang dimiliki individu atau tim dalam menjadwalkan pekerjaan mereka dan menentukan prosedur yang akan digunakan untuk menyelesaikannya.
● Upskilling adalah proses mempelajari keterampilan baru atau meningkatkan keterampilan yang sudah ada melalui pelatihan, pendidikan, atau pengalaman kerja untuk tetap relevan dan beradaptasi dengan perubahan tuntutan pekerjaan atau industri.
● Year-on-Year (YoY) adalah metode perbandingan data keuangan atau kinerja operasional antara periode tahun berjalan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya untuk melihat tren pertumbuhan.
● Artificial Intelligence (AI) adalah teknologi simulasi kecerdasan buatan yang diprogram untuk memproses data, memberikan saran, dan mengotomatisasi tugas-tugas rutin guna mendukung efisiensi kerja organisasi.
● Jagoan adalah sebutan internal bagi para karyawan yang bekerja di PT Bank Jago Tbk.
#BankJago #ArtificialIntelligence #AI #PerbankanDigital #TeknologiPerbankan #TransformasiDigital #EfisiensiKerja #InovasiPerbankan #DigitalBanking #KaryawanBankJago #SistemAI #OtomatisasiBisnis #PerbankanNasional #KinerjaBank #PengembanganTalenta #KolaborasiTeknologi #LayananKeuangan #DigitalAssistant #BisnisDigital #BeritaTeknologi
