PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) sukses mencatatkan pertumbuhan EBITDA di atas 200% dan laba bersih lebih dari 100% secara tahunan pada semester I-2026, mempertegas transformasi perusahaan menjadi Financial Service Enabler yang mengintegrasikan ekosistem B2C, B2B, dan B2B2C melalui kolaborasi strategis.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Lonjakan kinerja keuangan LinkAja dengan pertumbuhan EBITDA di atas 200% dan laba bersih di atas 100% (YoY) selama semester I-2026 yang kian sehat.
■ Perubahan model bisnis dari sekadar dompet digital menjadi Financial Service Enabler yang melayani segmen korporasi (B2B), konsumen (B2C), dan ritel.
■ Sinergi ekosistem strategis, termasuk kolaborasi dengan BUMN, Himbara, dan Telkomsel, serta penguatan posisi LinkAja Syariah dengan 9 juta lebih pengguna.
PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) resmi menegaskan langkah transformasinya. Tidak lagi sekadar menjadi platform pembayaran digital, perusahaan kini memposisikan diri sebagai Financial Service Enabler. Strategi ini terbukti efektif, dengan catatan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026.
Data perusahaan menunjukkan EBITDA LinkAja melonjak lebih dari 200% secara year-on-year (YoY). Kinerja positif ini juga dikonfirmasi oleh perolehan laba bersih yang tumbuh lebih dari 100% pada periode yang sama. Meski fokus pada profitabilitas, perusahaan juga mencatat pertumbuhan pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users) sebesar 5% YoY.
Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari kemampuan perusahaan dalam memetakan kebutuhan ekosistem secara presisi.
“LinkAja terus berkembang dari sekadar payment platform menjadi Financial Service Enabler yang menghadirkan solusi keuangan sesuai kebutuhan ekosistem. Kekuatan kami terletak pada kemampuan untuk menghubungkan berbagai pihak dan menghadirkan value melalui kolaborasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas tersebut untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Yogi pekan ini.
Transformasi ini didorong oleh integrasi layanan seperti payment gateway, QRIS, serta solusi keuangan bagi bisnis. Chief Finance & Strategy Officer LinkAja, Wannahari Harahap, menambahkan bahwa perusahaan kini lebih selektif dalam membangun fondasi bisnis jangka panjang.
“Pertumbuhan yang kami capai tidak hanya kami lihat dari sisi angka, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun fondasi yang lebih sehat dengan mengoptimalkan kapabilitas finansial dan teknologi, sekaligus memperluas peluang melalui ekosistem dan strategic partnership,” ungkap Wannahari.
Langkah strategis LinkAja terlihat nyata melalui kolaborasi lintas sektor. Di ekosistem telekomunikasi, misalnya, LinkAja bersinergi dengan Telkomsel melalui DigiPOS untuk memfasilitasi transaksi produk digital bagi merchant dan reseller. Sementara di sektor perbankan, kolaborasi dengan Himbara sukses memperluas akses cash-in, cash-out, hingga penarikan tunai tanpa kartu (cardless withdrawal).
Di lini keuangan syariah, LinkAja Syariah kini menjadi pemain utama dengan basis 9 juta pengguna dan total transaksi mencapai lebih dari 213 juta. Memasuki tahun keenam, platform ini telah menyalurkan donasi sebesar US$ 25,6 juta (setara Rp403 miliar) melalui kemitraan dengan 31 organisasi sosial. Keberlanjutan prinsip syariah juga terus dijaga melalui pembaruan sertifikasi dari DSN-MUI, seiring dengan pengembangan fitur seperti Kalkulator Zakat yang terintegrasi. (NCK) ■
DIGIONARY:
● EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja operasional dan profitabilitas perusahaan sebelum memperhitungkan biaya non-operasional dan pajak.
● Financial Service Enabler adalah model bisnis perusahaan yang menyediakan infrastruktur, teknologi, dan konektivitas untuk memungkinkan pihak lain menghadirkan atau menjalankan layanan keuangan.
● Payment Gateway adalah layanan teknologi yang memproses, memvalidasi, dan menerima pembayaran elektronik antara merchant dan pelanggan secara aman.
● Year-on-year (YoY) adalah metode perbandingan data keuangan atau kinerja operasional antara periode tahun berjalan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
#LinkAja #FinancialServiceEnabler #FintechIndonesia #EkonomiDigital #KinerjaLinkAja #TransformasiDigital #PembayaranDigital #EBITDA #LabaBersih #BUMN #Himbara #LinkAjaSyariah #KeuanganSyariah #QRIS #DigitalPayment #EkosistemDigital #BisnisDigital #KeuanganInklusif #InvestasiDigital #BeritaEkonomi
