Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan Bank Pembangunan Daerah (BPD) menerapkan model community bank dan pendekatan emosional yang kuat untuk memenangkan persaingan ketat dengan bank nasional besar sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ OJK mendorong Bank Pembangunan Daerah mengadopsi model community bank untuk mengatasi keterbatasan skala dalam bersaing dengan bank nasional.
■ Pendekatan berbasis relasi emosional dan kedekatan komunitas lokal dinilai efektif menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap bank daerah.
■ BPD diminta tidak memaksakan diri bersaing modal besar, melainkan fokus memaksimalkan potensi ekonomi spesifik di wilayah masing-masing.
Di tengah dominasi perbankan nasional berkapitalisasi besar, Bank Pembangunan Daerah (BPD) kerap menghadapi tantangan berat dalam hal skala dan efisiensi operasional. Menanggapi dinamika tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan panduan strategis bagi bank milik daerah agar tidak terjebak dalam kompetisi terbuka yang tidak seimbang. Kunci ketahanan BPD diyakini terletak pada kedekatan lokal melalui adopsi model bisnis bank komunitas.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa BPD memiliki keunggulan komparatif berupa kedekatan kultural dan geografis dengan masyarakat setempat. Pendekatan ini dinilai jauh lebih relevan untuk membangun loyalitas nasabah ketimbang sekadar mengandalkan perang suku bunga atau adu besar produk keuangan.
“Jadi artinya kedekatan dia dengan masyarakat itu akan bisa mempersepsikan bahwa bank itu sebetulnya memang deserve untuk dia gitu kan, untuk masyarakat di situ kan,” ujar Dian dalam Regional Bank Summit 2026 bertajuk “Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional”, Rabu (5/8).
Dalam praktiknya, konsep community bank menuntut BPD untuk terlibat secara aktif di tengah ekosistem masyarakat lokal, terkhusus sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui cara tersebut, masyarakat akan memiliki ikatan emosional dan rasa memiliki yang tinggi terhadap bank daerahnya sendiri.
“Jadi memang pendekatan seperti ini kalau menurut saya menghadapi persaingan dengan bank nasional dan yang lainnya itu menurut saya itu penting. Jadi bukan cuma produk, tapi juga pendekatannya seperti apa sebetulnya,” terang Dian.
Sebagai contoh, Dian mencontohkan sejumlah wilayah seperti Bandung yang perbankan regionalnya mampu melayani kebutuhan masyarakat secara spesifik, sehingga warga setempat merasa memiliki kedekatan psikologis yang erat dengan institusi perbankan tersebut. Menurutnya, BPD tidak perlu memaksakan diri bersaing dalam hal ukuran aset atau modal fisik dengan bank skala nasional yang memiliki jaringan nasional luas.
“Dengan pendekatan seperti itu yang lebih mendekat dan lebih dengan pendekat psychological relationship gitu, itu akan lebih membantu. Karena kalau bersaing gede-gedean nih dengan bank nasional sampai kapanpun juga akan sulit gitu kan dicapai,” tegas Dian.
Melalui penerapan strategi ini, OJK berharap BPD dapat memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketatnya kompetisi industri perbankan yang kian dinamis. (MMS) ■
DIGIONARY:
● Community Bank: Model perbankan yang memfokuskan layanan dan operasionalnya pada komunitas lokal serta pelaku usaha di wilayah tertentu.
● Otoritas Jasa Keuangan: Lembaga independen yang berfungsi mengatur, mengawasi, memeriksa, dan menyidik sektor jasa keuangan di Indonesia.
● Psychological Relationship: Kedekatan dan ikatan emosional antara nasabah dan institusi perbankan yang membangun tingkat kepercayaan tinggi.
#bpd #ojk #communitybank #perbankandaerah #perbankannasional #ekonomidaerah #suku bunga #umkm #regulasikeuangan #perbankanindonesia #regionalbanksummit #keuanganlokal #dianedianarae #kreditrakyat #sahamperbankan #beritafinansial #bisnisperbankan #strategiperbankan #inovasikeuangan #perbankansyariah
