Bank Sampoerna Bidik Investor Muda Lewat Deposito Digital Mulai Rp1 Juta

- 17 Juni 2026 - 18:12

PT Bank Sahabat Sampoerna memperluas strategi penghimpunan dana ritel dengan meluncurkan layanan deposito digital melalui aplikasi Sampoerna Mobile Banking (SMB). Produk ini menyasar investor pemula dan generasi milenial dengan minimum penempatan mulai Rp1 juta, tenor fleksibel hingga 18 bulan, serta fitur pengelolaan deposito secara end-to-end tanpa harus datang ke kantor cabang. Langkah ini memperkuat tren digitalisasi perbankan nasional yang semakin fokus pada akuisisi nasabah muda melalui layanan investasi yang mudah, aman, dan berbasis aplikasi.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Bank Sampoerna menghadirkan deposito digital melalui aplikasi Sampoerna Mobile Banking (SMB) dengan minimum penempatan mulai Rp1 juta untuk menjangkau investor pemula dan generasi milenial.
■ Nasabah dapat membuka, memperpanjang, memantau, hingga mencairkan deposito secara digital tanpa harus datang ke kantor cabang, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan.
■ Deposito digital juga dapat dijadikan agunan kredit serta dilengkapi fitur Automatic Roll Over (ARO), memperkuat strategi Bank Sampoerna membangun ekosistem digital banking yang terintegrasi.


PT Bank Sahabat Sampoerna semakin agresif memperluas layanan digital banking dengan menghadirkan deposito digital yang dapat diakses melalui aplikasi Sampoerna Mobile Banking (SMB). Produk ini menyasar investor pemula dan generasi milenial yang menginginkan instrumen investasi sederhana, aman, dan dapat dikelola sepenuhnya secara digital.

Persaingan industri perbankan dalam merebut dana murah dan dana investasi ritel semakin ketat. Di tengah meningkatnya adopsi layanan keuangan digital, PT Bank Sahabat Sampoerna memilih memperluas penetrasi pasar melalui layanan deposito digital dengan nominal investasi yang lebih terjangkau.

Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan layanan deposito digital dirancang agar nasabah dapat mengelola investasi jangka panjang secara praktis tanpa perlu mengunjungi kantor cabang. Nasabah yang telah menggunakan aplikasi SMB dapat melakukan pembukaan deposito, mengubah metode perpanjangan, memeriksa e-Advis, hingga melakukan pencairan deposito secara langsung melalui aplikasi.

Menurut Henky, fleksibilitas menjadi salah satu daya tarik utama layanan tersebut. “Kemudahan dan fleksibilitasnya tidak hanya diukur dari aspek digital, tetapi juga pada minimum penempatan yang lebih terjangkau dan pilihan tenor yang variatif. Investasi jadi semakin mudah dan ramah di saku,” ujar Henky dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/).

Mulai Rp1 Juta dengan Pilihan Tenor Hingga 18 Bulan

Melalui layanan tersebut, nasabah dapat membuka deposito dengan setoran awal mulai Rp1 juta hingga Rp1 miliar. Bank Sampoerna menyediakan berbagai pilihan tenor mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 15 bulan, hingga 18 bulan.

Strategi ini sejalan dengan tren industri perbankan yang mulai menyasar investor pemula dan masyarakat unbanked maupun underbanked yang selama ini belum aktif berinvestasi karena keterbatasan modal awal.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara penetrasi layanan digital banking juga tumbuh signifikan seiring meningkatnya penggunaan smartphone dan transaksi berbasis aplikasi.

Digitalisasi produk deposito menjadi salah satu cara bank untuk memperluas akses investasi sekaligus meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Bisa Dipakai Sebagai Agunan Kredit

Selain sebagai instrumen investasi, deposito digital Bank Sampoerna juga dapat dimanfaatkan sebagai agunan untuk pengajuan kredit. Skema tersebut memungkinkan nasabah memperoleh akses pembiayaan tanpa harus mencairkan deposito yang dimiliki.

Menurut Henky, Bank Sampoerna juga tengah menyiapkan berbagai program promosi untuk mendorong minat nasabah memanfaatkan layanan deposito digital.

“Yang sudah buka deposito online, siap-siap double cuan, karena kami menyiapkan program promosi menarik yang memanjakan keinginan nasabah,” ucap Henky.

Lengkapi Ekosistem Digital Banking

Direktur Information Technology Bank Sampoerna Hendra Rahardja mengatakan layanan deposito digital SMB telah dilengkapi fitur automatic roll over (ARO).

Melalui fitur tersebut, nasabah dapat memilih perpanjangan otomatis hanya pada pokok deposito atau pokok beserta bunga yang diperoleh saat jatuh tempo.

Fitur ARO dinilai penting karena memungkinkan pengelolaan investasi berjalan otomatis tanpa intervensi manual dari nasabah.

Menurut Hendra, kehadiran deposito digital melengkapi berbagai layanan transaksi yang telah tersedia dalam aplikasi SMB.

Fitur tersebut mencakup transfer dana, pembayaran QRIS, top up dompet digital, pembelian pulsa, pembelian token listrik, hingga pembayaran berbagai tagihan.

“Kami menawarkan layanan yang komprehensif, baik dari sisi kemudahan, keuntungan, juga soal keamanan. Seluruh proses penempatan deposito online ini didukung oleh teknologi yang andal dan telah memenuhi standar regulator,” tutur Hendra.

Digital Banking Menjadi Arena Persaingan Baru

Transformasi digital menjadi faktor utama persaingan industri perbankan Indonesia.
Bank-bank semakin aktif mengembangkan layanan investasi digital untuk meningkatkan customer engagement, memperluas basis nasabah muda, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Deposito digital menjadi salah satu produk yang mengalami pertumbuhan karena menawarkan kombinasi keamanan, kemudahan akses, serta potensi imbal hasil yang relatif stabil dibandingkan instrumen investasi berisiko tinggi.

Bagi industri perbankan, digitalisasi deposito juga membantu menekan biaya operasional pembukaan rekening secara konvensional sekaligus mempercepat proses akuisisi nasabah baru.

Di tengah meningkatnya kompetisi dari fintech investasi, wealth management digital, dan bank digital, inovasi produk seperti deposito online menjadi strategi penting untuk mempertahankan relevansi layanan perbankan di era ekonomi digital. ●


DIGI-INSIGHTS:

Langkah Bank Sampoerna menghadirkan deposito digital dengan nominal mulai Rp1 juta menunjukkan perubahan strategi industri perbankan dalam membidik segmen investor pemula. Jika sebelumnya deposito identik dengan nasabah mapan dan dana besar, kini bank mulai mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif. Strategi ini berpotensi memperluas basis penghimpunan dana ritel sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah sejak tahap awal perjalanan finansial mereka.

Persaingan bank tidak lagi hanya terjadi pada suku bunga atau jaringan kantor cabang, melainkan pada kualitas pengalaman digital. Kemudahan membuka deposito, mengelola investasi, hingga mencairkan dana melalui aplikasi menjadi faktor pembeda utama. Dalam beberapa tahun ke depan, customer experience berbasis aplikasi diperkirakan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan daya saing bank, terutama di kalangan generasi muda yang menginginkan layanan serba instan.

Produk deposito digital berpotensi berkembang lebih jauh melalui integrasi teknologi AI, data analytics, dan personal financial management. Bank dapat memanfaatkan analitik perilaku nasabah untuk memberikan rekomendasi tenor, strategi investasi, hingga simulasi tujuan keuangan secara personal. Bank yang mampu menggabungkan keamanan, kemudahan digital, dan kecerdasan data akan memiliki peluang lebih besar memenangkan persaingan di era digital banking yang semakin kompetitif. ●


DIGIONARY:

● Automatic Roll Over (ARO): Fitur perpanjangan deposito secara otomatis saat jatuh tempo.
● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana yang dihimpun bank dari masyarakat melalui tabungan, giro, dan deposito.
● Deposito Digital: Produk deposito yang dibuka dan dikelola sepenuhnya melalui kanal digital.
● Digital Banking: Layanan perbankan berbasis teknologi digital tanpa ketergantungan pada kantor fisik.
● e-Advis: Dokumen elektronik yang berisi informasi transaksi atau kepemilikan deposito.
● Financial Inclusion: Upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
● Investor Pemula: Individu yang baru memulai aktivitas investasi.
● Literasi Keuangan: Tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
● Mobile Banking: Layanan perbankan melalui aplikasi perangkat seluler.
● Nasabah Milenial: Kelompok nasabah dari generasi milenial yang aktif menggunakan teknologi digital.
● OJK: Otoritas Jasa Keuangan, regulator sektor jasa keuangan di Indonesia.
● Penempatan Dana: Aktivitas menyimpan dana pada instrumen investasi tertentu.
● QRIS: Standar pembayaran digital berbasis kode QR di Indonesia.
● Sampoerna Mobile Banking (SMB): Aplikasi mobile banking milik Bank Sampoerna.
● Tenor: Jangka waktu investasi atau simpanan hingga jatuh tempo.

#BankSampoerna #DepositoDigital #DigitalBanking #MobileBanking #SMB #InvestasiDigital #InvestorPemula #PerbankanIndonesia #TransformasiDigital #DepositoOnline #LiterasiKeuangan #InklusiKeuangan #Fintech #TeknologiPerbankan #QRIS #MobileFinance #DigitalEconomy #CustomerExperience #BankingInnovation #FinancialServices

Comments are closed.