Citigroup mulai memetik hasil nyata dari investasi besar di kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini tidak hanya memangkas waktu pembukaan rekening secara drastis, tetapi juga mempercepat modernisasi sistem lama dan mendorong efisiensi operasional. Di tengah tekanan regulator dan kompetisi industri, AI kini menjadi tulang punggung transformasi bank global.
Fokus:
■ AI mempercepat proses pembukaan rekening dan efisiensi operasional bank secara signifikan.
■ Transformasi teknologi Citigroup juga mencakup pengurangan ketergantungan pada kontraktor eksternal.
■ Investasi AI menjadi bagian dari strategi besar memenuhi tuntutan regulator dan meningkatkan daya saing global.
Di tengah perlombaan global mengadopsi kecerdasan buatan, industri perbankan mulai memasuki fase baru: bukan sekadar eksperimen, tetapi eksekusi. Citigroup menjadi salah satu contoh paling konkret—menggunakan AI untuk memangkas waktu layanan, merombak sistem lama, dan secara perlahan mengubah struktur tenaga kerja teknologi mereka.
AI Pangkas Proses yang Dulunya Berjam-jam
Bagi industri perbankan, pembukaan rekening bukan sekadar layanan dasar—ia adalah pintu masuk relasi bisnis. Masalahnya, proses ini kerap lambat dan birokratis. Di sinilah AI mulai mengubah permainan.
Kepala Teknologi Citigroup, Tim Ryan, mengungkapkan bahwa sistem berbasis AI kini mampu memangkas waktu verifikasi dokumen secara drastis. Proses yang sebelumnya memakan waktu satu jam, kini bisa diselesaikan hanya dalam 15 menit.
“AI membantu memigrasikan data dari sistem lama, mengotomatiskan coding, dan melakukan pengujian lebih cepat,” ujarnya mengutip Reuters.
Efisiensi ini bukan sekadar kosmetik. Dalam skala besar, penghematan waktu tersebut berarti peningkatan produktivitas, percepatan onboarding nasabah, dan potensi peningkatan pendapatan.
Bongkar Sistem Lama, Bangun Fondasi Baru
Seperti banyak bank besar lainnya, Citigroup masih dibebani sistem warisan (legacy systems) yang kompleks dan kaku. Modernisasi sistem ini bukan pilihan, melainkan keharusan—terutama setelah tekanan regulator sejak 2020.
AI kini menjadi alat utama untuk melakukan migrasi dan pembaruan sistem tersebut.
Dengan teknologi ini, proses yang sebelumnya memakan waktu bertahun-tahun bisa dipercepat secara signifikan.
Ryan mengakui, “Kami masih memiliki sistem lama, tetapi setelah investasi teknologi yang kami lakukan, posisi kami jauh lebih baik.”
Langkah ini juga sejalan dengan tren global. Laporan industri menunjukkan, belanja teknologi perbankan global terus meningkat, dengan AI menjadi salah satu pendorong utama. Bahkan, menurut berbagai riset industri, AI diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas sektor keuangan hingga 20%–30% dalam dekade ini.
Kurangi Vendor, Perkuat SDM Internal
Transformasi AI di Citigroup tidak hanya soal teknologi, tetapi juga strategi sumber daya manusia. Bank ini tengah mengurangi ketergantungan pada kontraktor IT eksternal. Setahun lalu, sekitar 50% tenaga teknologi Citigroup berasal dari vendor. Targetnya, angka itu ditekan menjadi sekitar 20%. Saat ini, perusahaan disebut sudah berada “di tengah jalan” menuju target tersebut.
Sebagai gantinya, Citigroup merekrut ribuan engineer internal dan kini memiliki sekitar 50.000 tenaga kerja di bidang teknologi.
Strategi ini penting. AI bukan sekadar alat yang bisa “dibeli lalu dipasang”. Ia membutuhkan integrasi mendalam dengan proses bisnis—sesuatu yang lebih efektif jika dikendalikan oleh tim internal.
Dari Kepatuhan ke Keunggulan Kompetitif
Investasi besar Citigroup dalam teknologi juga tidak bisa dilepaskan dari tekanan regulator. Sejak 2020, bank ini berada di bawah dua perintah pengawasan dari otoritas AS yang menuntut perbaikan manajemen risiko, tata kelola data, dan sistem internal.
Namun, alih-alih hanya memenuhi kewajiban, Citigroup mencoba mengubah tekanan ini menjadi peluang. Dengan AI, mereka tidak hanya memperbaiki sistem, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.
Langkah ini mencerminkan pergeseran besar di industri: AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan fondasi strategi bisnis.
Perbankan Global Masuk Era AI
Apa yang dilakukan Citigroup hanyalah bagian dari tren yang lebih besar. Bank-bank di seluruh dunia kini berlomba mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas—dan dalam beberapa kasus, memangkas tenaga kerja.
Sejumlah laporan bahkan menunjukkan bahwa AI berpotensi menggantikan sebagian pekerjaan administratif di sektor perbankan, sambil menciptakan peran baru yang lebih strategis.
Namun, seperti yang terlihat di Citigroup, pemenang bukanlah yang paling cepat mengadopsi teknologi—melainkan yang paling mampu mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis inti.
Digionary:
● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan mesin meniru kecerdasan manusia, termasuk analisis data dan pengambilan keputusan
● Automation: Proses penggunaan teknologi untuk menjalankan tugas tanpa intervensi manusia
● Legacy System: Sistem teknologi lama yang masih digunakan namun sulit diperbarui
● Onboarding: Proses awal dalam menerima dan memverifikasi nasabah baru
● Productivity: Tingkat efisiensi dalam menghasilkan output dari sumber daya yang digunakan
● Regulatory Compliance: Kepatuhan terhadap aturan dan regulasi yang ditetapkan otoritas
● Software Engineering: Disiplin dalam merancang, mengembangkan, dan memelihara perangkat lunak
● Tech Transformation: Perubahan besar dalam sistem dan proses bisnis berbasis teknologi
#AI #ArtificialIntelligence #Citigroup #PerbankanDigital #TransformasiDigital #TeknologiKeuangan #Fintech #BankGlobal #InovasiTeknologi #DigitalBanking #AITransformation #FutureOfWork #TechDisruption #Automation #BigData #MachineLearning #CustomerExperience #BankingInnovation #TechStrategy #FinancialIndustry
