BI Sentil 59 Bank: Lebih Asyik Parkir Likuiditas di Surat Utang Ketimbang Salurkan Kredit

Bank Indonesia (BI) mencatat 59 dari 116 bank yang dipantau menempatkan likuiditas dalam Surat Berharga (SSB) di atas batas aman 19% dari total dana pihak ketiga, alih-alih menyalurkannya menjadi kredit produktif. Fenomena ini dipicu oleh tingginya imbal hasil (yield) surat utang yang dianggap minim risiko, sehingga bank enggan mengoptimalkan fungsi intermediasi. Untuk mengikis kecenderungan konservatif […]

BI Evaluasi Portofolio Surat Berharga Bank, Insentif Makroprudensial Bisa Dipangkas

Bank Indonesia (BI) mempertegas arah kebijakan makroprudensial dengan mendorong perbankan kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengevaluasi rasio kepemilikan surat berharga terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK). Bank yang dinilai terlalu besar menempatkan dana pada surat berharga berpotensi kehilangan sebagian insentif makroprudensial, sementara bank yang agresif menyalurkan kredit ke […]