Rencana IPO Revolut US$200 Miliar Dibayangi Kebocoran Data Nasabah Akibat Penipuan

- 14 September 2026 - 05:11

Perusahaan teknologi finansial asal Inggris, Revolut, mengonfirmasi insiden kebocoran data sensitif nasabah setelah tertipu oleh permintaan palsu yang dikirimkan menggunakan domain email resmi lembaga pemerintah. Meski data seperti tanggal lahir, alamat, dokumen identitas, hingga salinan paspor dan SIM nasabah berhasil diakses pihak ketiga, Revolut memastikan sistem utama serta dana nasabah tetap aman dan tidak terdampak. Insiden keamanan siber ini terjadi di tengah persiapan Revolut melakukan penawaran saham perdana (IPO) dengan target valuasi hingga US$200 miliar.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Kebocoran Data Sensitif: Data nasabah termasuk tanggal lahir, alamat, nomor telepon, serta salinan paspor dan SIM bocor ke pihak ketiga.
■ Modus Penipuan: Kebocoran terjadi akibat permintaan data palsu yang dikirim memanfaatkan domain email resmi lembaga pemerintah.
■ Keamanan Dana Nasabah: Revolut memastikan sistem operasional dan dana nasabah tetap aman serta telah melaporkan kasus ini ke regulator.


Perusahaan fintech raksasa asal Inggris, Revolut, resmi mengonfirmasi adanya insiden kebocoran data sensitif nasabah kepada pihak ketiga yang tidak berwenang. Kebocoran ini terjadi setelah perseroan terkecoh oleh permintaan data penegakan hukum palsu yang dikirimkan melalui domain email resmi milik lembaga pemerintah.

Dalam keterangan resminya akhir pekan lalu, Revolut menyatakan bahwa kebocoran tersebut berdampak pada sejumlah kecil nasabah. Manajemen mengklaim telah mengirimkan pemberitahuan langsung kepada para pengguna yang terdampak, meski tidak membeberkan angka pasti dari nasabah yang menjadi korban.

“Sistem Revolut dan dana nasabah tidak terdampak,” kata juru bicara Revolut. “Setelah terdeteksi, kami segera memblokir alamat tersebut dan memberi tahu lembaga pemerintah terkait serta aparat penegak hukum, otoritas perlindungan data, dan regulator keuangan,” ujar juru bicara tersebut.

Berdasarkan laporan TechCrunch, berkas sensitif yang berhasil diakses oleh pihak ketiga mencakup tanggal lahir, alamat surat dan email, nomor telepon, hingga salinan dokumen identitas pribadi nasabah seperti paspor dan lisensi mengemudi (SIM).

Model kejahatan siber yang mengeksploitasi domain email pemerintah resmi—atau kerap dikenal sebagai penipuan permintaan data darurat—kian marak menyasar lembaga keuangan digital. Para peretas memanfaatkan mekanisme permintaan informasi hukum resmi untuk mengelabui tim kepatuhan internal bank tanpa perlu meretas sistem benteng pertahanan utama.

Insiden kebocoran data ini membentur Revolut di momen yang cukup krusial. Perusahaan perbankan digital tanpa cabang fisik terdepan di Eropa tersebut saat ini tengah mematangkan langkah strategis untuk melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (IPO), dengan mengincar angka valuasi fantastis hingga menembus US$200 miliar. ■


DIGIONARY:

● Bursa Saham: Pasar tempat diperjualbelikannya instrumen keuangan seperti saham dan obligasi secara teratur.
● Domain Email: Nama unik yang mengidentifikasi alamat email di internet, biasanya merujuk pada entitas atau lembaga tertentu.
● Fintech (Financial Technology): Inovasi teknologi yang diterapkan dalam layanan jasa keuangan untuk mempermudah transaksi digital.
● Initial Public Offering (IPO): Penawaran saham perdana suatu perusahaan swasta kepada masyarakat umum di bursa saham.
● Kejahatan Siber: Aktivitas ilegal yang melibatkan komputer, jaringan perangkat, atau sistem internet untuk merugikan pihak lain.
● Otoritas Perlindungan Data: Lembaga independen pemerintah yang bertugas mengawasi penerapan regulasi privasi dan keamanan data pribadi.
● Pihak Ketiga: Entitas luar yang tidak memiliki hubungan langsung dengan perjanjian awal atau operasional internal.
● Regulator Keuangan: Badan pemerintah yang memiliki wewenang untuk mengatur, mengawasi, dan menindak aktivitas industri jasa keuangan.
● Revolut: Perusahaan perbankan digital asal Inggris yang menyediakan layanan transfer, kartu debit, dan investasi tanpa cabang fisik.
● Valuasi: Nilai ekonomi dari suatu bisnis atau perusahaan berdasarkan perhitungan analisis keuangan dan kondisi pasar.

#revolut #kebocorandata #cybersecurity #fintech #pencariandata #regulatorkeuangan #teknologikeuangan #perbankandigital #ipo #valuasibisnis #kejahatansiber #keamanandata #dokumenpribadi #paspor #aksesilegal #inggris #techcrunch #investasidigital #perlindungandata

Comments are closed.