Privy dan AFTECH Soroti Urgensi Standar Keamanan Identitas di Era AI

- 13 Juli 2026 - 18:36

Industri keuangan Indonesia kini berada di titik krusial transformasi menuju era beyond banking. Seiring dengan pencapaian tingkat inklusi keuangan yang menyentuh angka 80,51% berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tantangan sektor perbankan kini bergeser dari sekadar memperluas akses ke aspek keamanan dan kepastian transaksi. Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), para pelaku industri mulai menyadari bahwa efisiensi transaksi tidak boleh mengabaikan ketangguhan sistem verifikasi identitas yang selama ini sering kali tumpang tindih dan memakan biaya operasional tinggi.


DIGI-HIGHLIGHTS:

​■ Infrastruktur Digital Trust: Digital trust kini menjadi infrastruktur bersama untuk memperkuat kepastian identitas dan efisiensi verifikasi lintas industri.
■ Tantangan Era AI: Fokus industri keuangan bergeser dari sekadar perluasan akses ke upaya memastikan keamanan transaksi antara manusia dan mesin.
■ Kolaborasi Ekosistem: Transformasi beyond banking memerlukan standar kepercayaan bersama yang mampu mendukung inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.


Kebutuhan akan sistem verifikasi yang lebih terpadu menjadi sorotan utama bagi para pelaku industri keuangan digital. Marshall menekankan bahwa ketergantungan pada lapisan verifikasi yang terpisah di setiap institusi tidak hanya tidak efisien, tetapi juga meningkatkan risiko dan kompleksitas biaya.

​”Transformasi menuju era beyond banking membutuhkan fondasi kepercayaan yang sama kuatnya dengan infrastruktur teknologinya. Selama ini banyak institusi keuangan masih melakukan berbagai lapisan verifikasi untuk memastikan identitas pengguna dan memitigasi risiko fraud. Ketika setiap institusi harus membangun proses verifikasinya sendiri, biaya operasional menjadi lebih tinggi dan pengalaman pengguna menjadi kurang efisien. Karena itu, kami melihat digital trust sebagai infrastruktur bersama yang dapat diandalkan oleh berbagai pelaku industri untuk memperkuat kepastian identitas, mengurangi kompleksitas verifikasi, dan mendukung pertumbuhan ekosistem keuangan yang lebih efisien,” jelas Marshall.

​Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), Privy memainkan peran vital dalam menyediakan layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi. Layanan ini mencakup verifikasi identitas, pembukaan rekening, electronic Know Your Customer (e-KYC), pengajuan pembiayaan, hingga penerbitan polis asuransi yang diakui secara hukum.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menekankan bahwa keberhasilan inovasi beyond banking sangat bergantung pada kemampuan pelaku ekosistem dalam membangun standar kepercayaan yang dapat digunakan bersama.

​”Transformasi menuju era beyond banking pada dasarnya adalah upaya membangun ekosistem keuangan yang semakin terhubung dan berpusat pada kebutuhan masyarakat. Namun semakin tinggi tingkat konektivitas tersebut, semakin penting pula keberadaan fondasi kepercayaan yang dapat digunakan bersama oleh seluruh pelaku industri. Karena itu, penguatan infrastruktur digital trust menjadi salah satu elemen penting untuk memastikan kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan sektor keuangan digital dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutur Firlie.

​Di tengah laju pemanfaatan AI yang kian intensif, kebutuhan akan fondasi kepercayaan yang kuat menjadi harga mati. Ke depan, sinkronisasi antara inovasi teknologi dan ketangguhan infrastruktur identitas digital akan menjadi penentu utama dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman dan tepercaya bagi seluruh pemangku kepentingan. ●


DIGI-INSIGHTS:

Transisi industri keuangan menuju era beyond banking*m bukan sekadar tentang ekspansi layanan digital, melainkan tentang membangun “infrastruktur kepercayaan” yang kokoh. Dengan tingkat inklusi keuangan yang mencapai 80,51% pada tahun 2025, tantangan utama bagi institusi keuangan kini bergeser dari sekadar memperluas akses ke aspek jaminan keamanan dan kepastian identitas. Ketergantungan pada sistem verifikasi yang terfragmentasi dan tumpang tindih di setiap institusi dinilai tidak efisien secara operasional dan berpotensi meningkatkan risiko fraud. Oleh karena itu, digital trust harus dipandang sebagai infrastruktur bersama yang vital untuk mendukung konektivitas dan efisiensi ekosistem keuangan yang lebih luas.

Dalam konteks ini, peran Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) menjadi sangat krusial. Perusahaan seperti Privy menyediakan fondasi digital trust melalui layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi, yang menjadi landasan bagi berbagai proses perbankan digital, mulai dari onboarding nasabah (e-KYC) hingga pengajuan pembiayaan dan penerbitan polis asuransi. Solusi ini memberikan kepastian hukum dan tingkat kepastian identitas yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan institusi dan layanan saling terhubung dengan aman dalam sebuah ekosistem terintegrasi yang melampaui batas-batas perbankan konvensional.

Ke depan, seiring dengan semakin masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan keuangan digital, kebutuhan akan fondasi kepercayaan yang kuat akan semakin mendesak. Sinergi antara inovasi teknologi dan ketangguhan infrastruktur identitas digital adalah kunci untuk menciptakan ekosistem keuangan yang tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan tepercaya bagi seluruh pemangku kepentingan. Transformasi beyond banking yang berkelanjutan sangat bergantung pada kemampuan seluruh pelaku ekosistem untuk membangun dan menjaga standar kepercayaan yang dapat digunakan bersama. (NCK)


DIGIONARY:

​● Beyond Banking: Model layanan keuangan yang melampaui fungsi perbankan konvensional dengan mengintegrasikan berbagai layanan gaya hidup dalam satu ekosistem digital.
● Digital Trust: Tingkat kepercayaan pengguna terhadap keamanan, privasi, dan keandalan sistem digital dalam mengelola identitas dan transaksi.
● e-KYC (electronic Know Your Customer): Proses verifikasi identitas nasabah secara digital untuk memastikan profil nasabah sesuai dengan standar keamanan perbankan.
● Fraud: Segala bentuk tindakan curang atau penipuan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan ilegal dalam transaksi keuangan.
● PSrE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik): Lembaga yang menyediakan layanan tanda tangan elektronik dan sertifikat elektronik yang diakui secara hukum sesuai regulasi pemerintah.

​#DigitalTrust #BeyondBanking #FintechIndonesia #KeamananDigital #Privy #AFTECH #IdentitasDigital #TransformasiDigital #LiterasiKeuangan #InklusiKeuangan #KeuanganDigital #AI #KeamananSiber #TandaTanganElektronik #EKYC #PerbankanDigital #SistemKeuangan #InovasiFinansial #EkosistemDigital #KeamananTransaksi

Comments are closed.