Outstanding Fintech Lending Tembus Rp105 Triliun, Responsible Lending Jadi Makin Krusial

- 24 Agustus 2026 - 10:15

Di tengah lonjakan outstanding fintech lending yang menembus Rp105,14 triliun per Juni 2026 menurut data OJK, Kredit Pintar mengambil langkah strategis untuk tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga mendorong pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab. Melalui program “Teman Atur Uang”, platform yang telah menyalurkan lebih dari Rp66 triliun sejak 2017 ini menerapkan prinsip responsible lending dengan menekankan transparansi biaya, edukasi pengelolaan cash flow, dan penggunaan data serta teknologi untuk menjaga kualitas kredit sekaligus memastikan pengguna tetap memiliki kendali penuh atas kewajibannya.


■ Outstanding fintech lending mencapai Rp105,14 triliun hingga Juni 2026, Kredit Pintar dorong pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab.
■ Program “Teman Atur Uang” menekankan akses, pemahaman, dan kendali pengguna dengan tiga prinsip utama: Jaga Cash Flow, Pahami & Pilih, dan Tetap Terkontrol.
■ Dengan lebih dari 36 juta unduhan, Kredit Pintar manfaatkan data dan teknologi untuk memahami kemampuan customer dan berikan pendanaan yang tepat.


Di tengah pesatnya pertumbuhan industri fintech lending di Indonesia, Kredit Pintar mengambil posisi berbeda dengan tidak hanya berorientasi pada perluasan akses pembiayaan, tetapi juga diikuti pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab. Langkah tersebut ditempuh seiring outstanding fintech lending yang mencapai Rp105,14 triliun hingga Juni 2026 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menandakan semakin tingginya adopsi pendanaan digital di masyarakat.

Pentingnya pemahaman masyarakat mengenai pendanaan digital yang bertanggung jawab juga menjadi perhatian serius para pelaku industri.

“Memberikan akses pembiayaan adalah satu bagian dari peran kami. Namun, peran yang lebih besar adalah membantu masyarakat memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai dengan kemampuan, dan tetap memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi. Inilah yang kami maksud dengan Kredit Pintar sebagai Teman Atur Uang,” kata Presiden Direktur Kredit Pintar Ronny Kasim dalam keterangan pers, Minggu (23/8).

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Kredit Pintar dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas kredit. Hal ini sejalan dengan prinsip responsible lending yang menjadi fokus utama dalam industri fintech lending. Di tengah persaingan yang semakin ketat, para pelaku industri diharapkan mampu menjaga kualitas kredit dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

Data dan Teknologi untuk Pendanaan Tepat Sasaran

Dalam Fintech Lending Days 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20-21 Agustus 2026 di Denpasar, Bali, Head of Business and Operations Kredit Pintar Irgo Bachtiar menyampaikan pandangannya mengenai pertumbuhan bisnis yang diikuti prinsip responsible lending. Ia menekankan bahwa pertumbuhan bisnis yang kuat tidak cukup diukur dari nilai penyaluran, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memastikan pembiayaan diberikan secara tepat.

“Memperluas akses pembiayaan tidak berarti menurunkan kualitas kredit. Kami justru memanfaatkan data dan teknologi untuk memahami kondisi serta kemampuan setiap customer dengan lebih baik, sehingga pendanaan dapat diberikan secara lebih tepat,” ujar Irgo.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Kredit Pintar tidak hanya mengandalkan kemudahan akses, tetapi juga menggunakan analisis data yang kuat untuk menjaga kualitas kredit.

Prinsip responsible lending juga mencakup perlakuan yang bertanggung jawab kepada pengguna, termasuk dalam proses penagihan. Ia menambahkan, pertumbuhan bisnis tidak cukup diukur dari nilai penyaluran, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memastikan pembiayaan diberikan secara tepat dan pengguna tetap memiliki kendali hingga kewajibannya selesai. Hal tersebut juga menunjukkan komitmen Kredit Pintar dalam menjaga kepercayaan pengguna dengan menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian.

Kredit Pintar juga menekankan pentingnya transparansi mengenai biaya, tenor, jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan total kewajiban sebelum pengguna mengambil keputusan pendanaan. Langkah tersebut menunjukkan komitmen Kredit Pintar dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada pengguna, sehingga pengguna dapat membuat keputusan finansial yang tepat dan bertanggung jawab.

Hingga Juni 2026, platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK tersebut telah diunduh lebih dari 36 juta kali, dengan total akumulasi pinjaman yang disalurkan sejak 2017 mencapai lebih dari Rp66 triliun, termasuk penyaluran lebih dari Rp9,5 triliun sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan dari Kredit Pintar, serta kontribusinya dalam memperluas akses pembiayaan di masyarakat. (NCK)


DIGIONARY:

● Outstanding adalah jumlah pinjaman yang masih harus dibayar oleh peminjam pada suatu waktu tertentu.
● Fintech Lending adalah industri pendanaan digital yang menghubungkan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman melalui platform online.
● OJK adalah Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan lembaga pengawas keuangan di Indonesia.
● Responsible Lending adalah prinsip penyaluran pembiayaan yang bertanggung jawab dengan memperhatikan kemampuan peminjam dan memberikan edukasi keuangan yang cukup.
● Customer adalah pengguna platform fintech lending yang menerima pembiayaan.
● Platform adalah aplikasi atau situs web yang digunakan untuk menghubungkan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman.
● Responsible adalah tindakan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan prinsip kehati-hatian.
● Finansial adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan dan manajemen keuangan.
● Pendanaan Digital adalah pembiayaan yang diberikan melalui platform fintech lending.
● AFPI adalah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia yang merupakan asosiasi industri fintech lending di Indonesia.
● Denpasar adalah ibu kota provinsi Bali yang menjadi lokasi penyelenggaraan Fintech Lending Days 2026.
● Irgo Bachtiar adalah Head of Business and Operations Kredit Pintar yang menyampaikan pandangannya mengenai responsible lending.
● Ronny Kasim adalah Presiden Direktur Kredit Pintar yang menekankan pentingnya responsible lending.
● Tenor adalah jangka waktu pinjaman yang diberikan kepada peminjam.
● Jumlah Pembayaran adalah total pembayaran yang harus dilakukan oleh peminjam dalam setiap periode pembayaran.
● Tanggal Jatuh Tempo adalah tanggal terakhir peminjam harus melakukan pembayaran.
● Total Kewajiban adalah total jumlah yang harus dibayar oleh peminjam selama jangka waktu pinjaman.
● Customer adalah pengguna platform fintech lending yang menerima pembiayaan.
● Data dan Teknologi adalah alat yang digunakan oleh Kredit Pintar untuk memahami kemampuan customer dan berikan pendanaan yang tepat.
● Jaga Cash Flow adalah prinsip Kredit Pintar untuk dorong pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab.

#AgenticCommerce #PerdaganganOtonom #FintechIndonesia #ResponsibleLending #KreditPintar #TemanAturUang #EdukasiKeuangan #DataTeknologi #MasaDepanPembayaran #KepercayaanKonsumen

Comments are closed.