Pacu Akses Hunian Gen Z, BTN Integrasikan Fitur KPR Digital di Harpropnas Fest 2026

- 11 September 2026 - 11:32

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat akses pembiayaan perumahan bagi generasi muda melalui gelaran Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 8–13 September 2026. Bekerja sama dengan Rumah123, pameran berbasis online-to-offline ini menghadirkan ekosistem properti terintegrasi melalui super app balé by BTN. Fitur ini memungkinkan Gen Z dan milenial tidak hanya memilih unit rumah baru, rumah sekunder, hingga lelang, melainkan juga melakukan kalkulasi simulasi KPR, pengajuan kredit, serta konsultasi kesiapan finansial secara presisi.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Pemberdayaan Finansial Muda: BTN dan Rumah123 memfasilitasi Gen Z mengukur batas aman angsuran KPR ideal sebesar 30% dari penghasilan.
■ Integrasi Super App Proptech: Aplikasi balé by BTN menyediakan ekosistem terpadu dari simulasi kredit, pengajuan KPR, hingga perabotan.
■ Akses Portofolio Variatif: Harpropnas Fest 2026 menawarkan opsi KPR rumah baru, rumah bekas, take over, hingga aset lelang perbankan.


Langkah generasi muda meminang hunian idaman kini tak lagi terbentur kerumitan kalkulasi pembiayaan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama platform marketplace properti Rumah123 resmi menggelar Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, pada 8–13 September 2026.

Ajang tahunan yang diinisiasi sejak 2018 ini menawarkan konsep online-to-offline yang dirancang untuk memandu generasi Z dan milenial menimbang rasio kemampuan finansial sebelum menyetujui kontrak Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pengunjung disuguhi beragam pilihan portofolio hunian, mencakup rumah baru, rumah sekunder, skema KPR take over, hingga aset rumah lelang.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama platform marketplace properti Rumah123 resmi menggelar Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, pada 8–13 September 2026.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menggarisbawahi bahwa sinergi bersama Rumah123 berfokus pada penyediaan ekosistem transparan agar calon pembeli dapat memetakan kelayakan kredit secara mandiri.

“Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya,” ungkap Thomas dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut Thomas, calon debitur perlu memperhitungkan secara cermat variabel lokasi, estimasi biaya hidup bulanan, hingga porsi transportasi harian. Berdasarkan kalkulasi perbankan, batas ideal rasio angsuran KPR disarankan berada pada kisaran 30% dari total pendapatan bersih bulanan, disesuaikan dengan profil risiko keuangan masing-masing.

Melalui pendekatan digital yang adaptif bagi kelompok digital savvy, BTN menyatukan kanal fisik dan daring lewat aplikasi balé by BTN. Fitur Bale Properti di dalamnya memungkinkan nasabah mencari unit, melakukan simulasi angsuran, mengajukan berkas KPR, memantau status persetujuan secara real-time, hingga memesan perlengkapan furnitur rumah.

“Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center,” jelas Thomas.

Pengembangan infrastruktur teknologi ini, lanjut Thomas, berlandaskan pendekatan kebutuhan pengguna (customer-centric). “Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun,” tegasnya.

Chief Executive Officer 99 Group Darius Cheung menyampaikan bahwa pendampingan platform properti harus mencakup seluruh tahapan pengambilan keputusan finansial konsumen. “Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan,” kata Darius.

Chief Marketing Officer 99 Group Bharat Buxani menambahkan bahwa Harpropnas Fest diproyeksikan menjadi sarana interaktif yang menyegarkan. “Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan,” ujarnya.

Dukungan kelembagaan juga datang dari Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ronny Ariuly Hutahayan. “Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Restog Krisna Kusuma menekankan bahwa kepemilikan tempat tinggal yang kondusif menjadi fondasi utama pendorong produktivitas para pekerja sektor kreatif.

“Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mencari properti dan solusi pembiayaan, tetapi juga tempat masyarakat mendapatkan informasi, berkonsultasi, serta menghabiskan waktu bersama keluarga,” kata Restog.

Guna menyemarakkan pameran, Harpropnas Fest 2026 melengkapi agendanya dengan talkshow, lokakarya kreatif, pertunjukan musik, hingga lelang perlengkapan rumah tangga harian mulai dari harga Rp10 ribu.

Di tengah kesenjangan kebutuhan rumah (backlog) nasional yang masih menyentuh angka 9,9 juta unit, integrasi layanan proptech dan pembiayaan digital perbankan dinilai para analis sebagai instrumen vital pendorong porsi kepemilikan rumah bagi segmen pembeli rumah pertama (first-time home buyers). ■


DIGIONARY:

● Balé by BTN: Platform aplikasi super app milik BTN yang mengintegrasikan layanan perbankan transaksi dan solusi properti digital.
● Customer-Centric: Strategi pengembangan produk atau layanan yang berfokus utama pada pemenuhan kebutuhan dan pengalaman pengguna.
● Digital Savvy: Kelompok individu atau generasi yang mahir dan terbiasa memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
● Harpropnas Fest: Hari Properti Nasional Festival, ajang pameran dan edukasi pembiayaan perumahan tahunan yang diinisiasi sejak 2018.
● KPR Take Over: Fasilitas pemindahan pinjaman KPR berjalan dari satu lembaga perbankan ke bank lain untuk penyesuaian bunga atau tenor.
● Online-to-Offline (O2O): Konsep integrasi pemasaran dan transaksi yang menghubungkan kanal digital (online) dengan pengalaman fisik (offline).
● Proptech: Industri teknologi (property technology) yang mengoptimalkan proses transaksi, pencarian, dan pengelolaan properti.
● Rasio Angsuran: Persentase batas pembiayaan cicilan utang bulanan dibandingkan total pendapatan bersih calon debitur.
● Rumah Sekunder: Aset hunian pasarmodal kedua (second) yang dijual kembali oleh pemilik terdahulu, bukan dari pengembang.
● Simulasi KPR: Perhitungan estimasi besaran uang muka, porsi pinjaman, dan angsuran bulanan KPR berdasarkan parameter tenor dan bunga.

#BTN #Rumah123 #HarpropnasFest2026 #KPRBTN #BaleByBTN #PropertiIndonesia #GenZ #Milenial #CicilanKPR #RumahPertama #FinansialGenZ #PerbankanDigital #KotaKasablanka #Proptech #EdukasiKeuangan #KPRTakeOver #PameranProperti #KemenkoInfrastruktur #InvestasiProperti #KreditPerumahan

Comments are closed.