NTT DATA dan Palo Alto Networks meresmikan aliansi strategis bernilai target bisnis US$1 miliar hingga 2029 guna mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) yang aman serta memodernisasi arsitektur siber di sektor-sektor teregulasi ketat. Kolaborasi ini menggabungkan platform keamanan berbasis AI dan intelijen ancaman Unit 42 milik Palo Alto Networks dengan jaringan 7.500 ahli siber, kapabilitas konsultasi, serta layanan terkelola global milik NTT DATA. Inisiatif terfokus pada enam area transformasi utama, mulai dari otomatisasi pusat operasi siber (SOC), tata kelola AI, hingga penerapan prinsip Zero Trust demi menekan risiko serangan siber yang bergerak secepat mesin.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Kemitraan strategis NTT DATA dan Palo Alto Networks menargetkan transaksi bisnis bersama sebesar US$1 miliar hingga akhir 2029 mendatang.
■ Integrasi fokus pada 6 area kunci, termasuk otomatisasi SOC berbasis Agentic AI, tata kelola AI enterprise, serta arsitektur siber Zero Trust.
■ Aliansi diperkuat oleh 2.000 ahli bersertifikasi Palo Alto Networks serta jaringan 7.500 spesialis keamanan siber global dari NTT DATA.
Kompleksitas lanskap digital dan maraknya ancaman siber yang bergerak secepat mesin mendorong pelaku industri memperketat benteng pertahanan TI mereka. NTT DATA bersama Palo Alto Networks resmi mengumumkan aliansi strategis global multi-tahun untuk membantu organisasi mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) secara aman, memodernisasi infrastruktur siber, dan memperkuat ketahanan operasional di era digital.
Kerja sama ini menjadi langkah pionir yang menggabungkan kemampuan platform keamanan berbasis AI milik Palo Alto Networks dengan keahlian konsultasi, rekayasa, serta layanan terkelola (managed services) skala enterprise dari NTT DATA. Perjanjian tersebut mematok target nilai bisnis bersama hingga US$1 miliar pada akhir periode tiga tahun atau pada 2029.
Langkah strategis ini merespons lonjakan kebutuhan keamanan siber global. Riset pakar industri menunjukkan bahwa adopsi AI di tingkat korporasi meningkatkan risiko serangan siber berbasis otomatisasi hingga lebih dari 40% jika tidak diimbangi dengan sistem mitigasi terpadu. Lebih dari 2.000 tenaga ahli bersertifikasi Palo Alto Networks dan Forward Deployed Engineers disiapkan khusus untuk mendukung integrasi solusi ini di lapangan.
Melalui kolaborasi rekayasa bersama (co-engineering), NTT DATA akan memperoleh akses awal terhadap pengembangan fitur-fitur baru platform Palo Alto Networks. Hal ini memungkinkan percepatan implementasi perlindungan siber berbasis AI secara langsung kepada para klien.
Fokus awal aliansi ini ditujukan untuk menjawab tantangan keamanan siber kritis pada industri yang teratur ketat (highly regulated sectors), seperti perbankan dan layanan keuangan, kesehatan, manufaktur, hingga sektor publik. Enam area transformasi utama yang digarap mencakup:
● Pusat Operasi Keamanan Otonom (Autonomous SOC): Memodernisasi operasi keamanan dengan Agentic AI untuk mendeteksi serta merespons ancaman skala besar secara langsung.
● Tata Kelola AI: Mengintegrasikan kerangka kerja manajemen risiko dan transparansi di seluruh siklus hidup AI korporasi.
● Keamanan Identitas: Perlindungan menyeluruh bagi identitas manusia, mesin, dan agen AI melalui Identity Security Framework.
● Zero Trust & SASE: Pengamanan akses pengguna, aplikasi, dan data di lingkungan cloud maupun tepi (edge).
● Cloud yang Tangguh: Visibilitas dan pengurangan risiko otonom di seluruh arsitektur multi-cloud.
● Modernisasi Firewall: Penyederhanaan arsitektur sistem firewall lama untuk memperkuat visibilitas jaringan.
“AI sedang membentuk kembali bisnis dan keamanan siber, sehingga kolaborasi yang mendalam di seluruh ekosistem menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” ujar Nikesh Arora, Chairman dan Chief Executive Officer, Palo Alto Networks.
Dia menambahkan, dengan memperluas aliansi dengan NTT DATA kami dapat mengoperasionalkan platformisasi dalam skala global yang sesungguhnya, membantu perusahaan menghilangkan kompleksitas sistem yang lama dan bergerak cepat tanpa mengorbankan keamanan.
Penggabungan teknologi ini turut memanfaatkan intelijen ancaman dari Unit 42 milik Palo Alto Networks yang dipadukan dengan infrastruktur pertahanan NTT DATA. Saat ini NTT DATA didukung lebih dari 7.500 profesional siber, 70 pusat penyampaian layanan, serta lebih dari 20 Cyber Defense Center di seluruh dunia.
“AI sedang mendefinisikan ulang setiap aspek perusahaan, tetapi juga mengubah lanskap ancaman dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Organisasi membutuhkan pendekatan baru terhadap ketahanan siber yang menggabungkan keamanan berbasis AI, keahlian industri yang mendalam, dan skala global,” kata Abhijit Dubey, Chief Executive Officer dan Chief AI Officer, NTT DATA, Inc.
“Bersama Palo Alto Networks, kami menyatukan inovasi keamanan siber berbasis AI dengan kapabilitas konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola NTT DATA untuk membantu klien mempercepat adopsi AI secara aman dan tetap berada selangkah lebih maju dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang,” tambah Abhijit.
Langkah ini memperkuat posisi kedua perusahaan dalam peta persaingan teknologi global, di mana investasi tahunan NTT Group untuk riset dan pengembangan (R&D) telah menembus angka lebih dari US$3 miliar per tahun. Integrasi layanan ini diharapkan menjadi standar baru pengelolaan risiko siber di tengah pesatnya komersialisasi AI.■
DIGIONARY:
● Agentic AI: Sistem kecerdasan buatan mandiri yang dapat mengambil keputusan dan tindakan terencana secara otonom tanpa intervensi manusia secara terus-menerus.
● Frontier AI: Model kecerdasan buatan paling maju yang memiliki kemampuan pemrosesan data sangat kompleks dan berpotensi menimbulkan risiko siber baru.
● Managed Services: Layanan pengelolaan, pengoperasian, dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi yang dialihdayakan kepada pihak ketiga.
● SASE: Secure Access Service Edge, yaitu arsitektur jaringan yang menggabungkan fungsi keamanan siber dengan kemampuan akses jaringan area luas (WAN) berbasis cloud.
● Unit 42: Tim peneliti intelijen ancaman dan respons insiden siber milik Palo Alto Networks yang bertugas mengidentifikasi serta menganalisis peretasan global.
● Zero Trust: Model keamanan siber dengan prinsip tidak memercayai siapa pun secara default, baik dari luar maupun dalam jaringan, sehingga setiap akses harus diverifikasi secara ketat.
#NTTDATA #PaloAltoNetworks #KeamananSiber #CyberSecurity #ArtificialIntelligence #FrontierAI #AgenticAI #ZeroTrust #SASE #CloudSecurity #TransformasiDigital #KeamananData #InovasiAI #MitigasiRisiko #TataKelolaAI #TeknologiInformasi #SOC #Unit42 #KeamananCloud #CyberDefense
ntt data, palo alto networks, keamanan siber, cyber security indonesia, adopsi ai aman, tata kelola ai, agentic ai, zero trust indonesia, sase, autonomous soc, intelijen ancaman siber, unit 42, ketahanan siber korporasi, keamanan cloud enterprise, transformasi digital perbankan, managed security services, modernisasi firewall, sistem keamanan data, investasi ai 2026, mitigasi risiko siber,
