NTT DATA dan Google Cloud Percepat Implementasi AI Korporasi, Siapkan 500 AI Agent

- 13 Juni 2026 - 12:45

NTT DATA memperluas kemitraannya dengan Google Cloud untuk mempercepat implementasi AI di tingkat perusahaan. Melalui kolaborasi ini, NTT DATA akan membentuk unit layanan Gemini Enterprise global, menyiapkan 5.000 tenaga ahli bersertifikasi Gemini, serta mengembangkan hingga 500 AI agent yang ditujukan untuk sektor perbankan, asuransi, manufaktur, ritel, dan berbagai fungsi bisnis lainnya. Langkah ini mencerminkan pergeseran fokus perusahaan global dari sekadar eksperimen AI menuju implementasi yang terukur, aman, dan menghasilkan dampak bisnis nyata.


■ NTT DATA dan Google Cloud memperluas kemitraan strategis untuk mempercepat implementasi AI skala besar di berbagai industri global.
■ Perusahaan menargetkan 5.000 ahli Gemini Enterprise bersertifikasi dan pengembangan hingga 500 AI agent lintas sektor bisnis.
■ Fokus kolaborasi bergeser dari uji coba AI menuju transformasi operasional yang terukur, aman, patuh regulasi, dan menghasilkan nilai bisnis.


Persaingan menuju era kecerdasan buatan tingkat perusahaan memasuki babak baru. NTT DATA dan Google Cloud memperluas kemitraan strategis mereka dengan fokus membantu perusahaan mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnis sehari-hari, bukan sekadar menjalankan proyek percontohan atau eksperimen teknologi.

Dalam kolaborasi terbaru yang diumumkan Jumat (12/6), kedua perusahaan akan membangun ekosistem implementasi AI berbasis Gemini Enterprise yang mencakup strategi, implementasi, adopsi, layanan terkelola, hingga pengembangan AI agent untuk berbagai sektor industri.

Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan perusahaan global yang mulai beralih dari tahap eksplorasi AI menuju penerapan yang lebih luas dan terukur di seluruh organisasi.

NTT DATA akan membentuk unit layanan Gemini Enterprise berskala global yang secara khusus berfokus pada pengembangan solusi AI perusahaan. Melalui inisiatif tersebut, perusahaan menargetkan lahirnya 5.000 ahli Gemini Enterprise bersertifikasi di berbagai negara.

Tidak hanya itu, NTT DATA dan Google Cloud juga menyiapkan roadmap pengembangan hingga 500 AI agent yang dirancang untuk membantu perusahaan mengotomatisasi berbagai proses bisnis, mulai dari layanan pelanggan, operasional, pemasaran, keuangan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Kolaborasi ini menggabungkan kapabilitas AI, data, dan cloud milik Google Cloud dengan pengalaman NTT DATA dalam konsultasi teknologi, implementasi sistem, layanan terkelola, serta transformasi bisnis lintas industri.

Perusahaan berharap pendekatan tersebut mampu mempercepat integrasi AI ke dalam alur kerja utama perusahaan sekaligus memastikan aspek tata kelola, keamanan, kepatuhan regulasi, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab tetap terjaga.

AI Mulai Bergerak dari Eksperimen Menuju Produksi

Menurut CEO dan Chief AI Officer NTT DATA Inc., Abhijit Dubey, banyak perusahaan saat ini menghadapi tantangan untuk memperluas pemanfaatan AI secara efektif di seluruh organisasi.

“Perusahaan membutuhkan cara yang praktis untuk memperluas adopsi AI, memperkuat tata kelola, meningkatkan kesiapan tenaga kerja, dan menghasilkan nilai bisnis yang terukur. Perluasan kemitraan antara Google Cloud dan NTT DATA ini membantu pelanggan melampaui tahap uji coba dan mengintegrasikan AI ke dalam cara organisasi mereka beroperasi, sehingga menciptakan jalur transformasi perusahaan yang lebih cepat dan berisiko lebih rendah,” ujar Abhijit Dubey.

Pandangan serupa disampaikan President dan Chief Revenue Officer Google Cloud, Matt Renner.

“Kami melihat permintaan yang sangat besar terhadap AI agent yang mampu mentransformasi alur kerja bisnis inti secara fundamental. Perluasan kemitraan ini menggabungkan platform AI terdepan milik Google Cloud dengan kekuatan implementasi NTT DATA. Dengan mengembangkan ratusan AI agent dan melatih ribuan tenaga ahli, NTT DATA memastikan pelanggan bersama kami memiliki sumber daya spesialis yang dibutuhkan untuk menerapkan solusi AI canggih dalam skala global,” kata Matt Renner.

Fenomena tersebut sejalan dengan tren global. Laporan terbaru McKinsey & Company menunjukkan mayoritas perusahaan besar dunia telah mengadopsi AI generatif dalam setidaknya satu fungsi bisnis, namun hanya sebagian kecil yang berhasil mengintegrasikannya secara menyeluruh ke dalam operasional perusahaan.

Tantangan terbesar bukan lagi teknologi, melainkan tata kelola, kesiapan organisasi, kualitas data, keamanan, serta kemampuan menghubungkan investasi AI dengan hasil bisnis yang konkret.

Bidik Perbankan hingga Manufaktur

Dalam implementasinya, AI agent yang dikembangkan akan difokuskan pada berbagai sektor strategis.

Di industri perbankan dan jasa keuangan, AI agent dapat digunakan untuk meningkatkan layanan nasabah, mempercepat analisis kredit, mendukung kepatuhan regulasi, serta mengoptimalkan proses operasional.

Pada sektor asuransi, teknologi tersebut dapat membantu otomatisasi klaim, analisis risiko, hingga personalisasi produk.

Sementara di sektor manufaktur dan ritel, AI agent akan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, perencanaan inventori, pengelolaan permintaan pasar, hingga pengalaman pelanggan. Selain itu, kolaborasi ini juga akan mempercepat migrasi cloud, modernisasi aplikasi, serta pengembangan perangkat lunak berbasis AI.

Ribuan insinyur AI dari kedua perusahaan akan dilibatkan dalam proyek tersebut, termasuk tim forward-deployed engineers yang bekerja langsung bersama pelanggan untuk mengembangkan solusi dan menyelesaikan tantangan teknis secara real time.

Cloud Masih Menjadi Fondasi Utama AI

Perluasan kemitraan ini juga menunjukkan bahwa transformasi AI tidak dapat dipisahkan dari infrastruktur cloud. Survei terbaru NTT DATA terhadap pelanggan global menunjukkan 99% perusahaan mengakui AI meningkatkan kebutuhan investasi cloud. Namun di sisi lain, 88% responden menilai kapasitas cloud yang mereka miliki saat ini masih berpotensi menghambat implementasi AI, modernisasi sistem, dan pengembangan aplikasi cloud-native.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa perusahaan teknologi global kini semakin agresif mengintegrasikan layanan AI dengan infrastruktur cloud.

Google Cloud, Microsoft Azure, dan Amazon Web Services (AWS) saat ini berlomba menyediakan platform yang mampu mendukung kebutuhan komputasi AI skala besar, termasuk pelatihan model, pengelolaan data, keamanan, dan tata kelola AI.

Melalui kemitraan ini, NTT DATA dan Google Cloud berharap dapat membantu perusahaan menjembatani kesenjangan antara ambisi AI dan kesiapan infrastruktur digital yang diperlukan untuk mewujudkannya.

Bagi dunia usaha, pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: era eksperimen AI mulai berakhir. Fokus kini bergeser pada bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas, aman, dan menghasilkan dampak bisnis yang terukur. ●


DIGI-INSIGHTS:

Transformasi AI global kini memasuki fase baru. Jika dua tahun terakhir perusahaan berlomba menguji coba chatbot dan generative AI, kini fokus mulai bergeser ke implementasi AI agent yang mampu menjalankan proses bisnis secara otomatis. Langkah NTT DATA dan Google Cloud menunjukkan bahwa pasar AI tidak lagi berbicara soal eksperimen teknologi, melainkan bagaimana AI menghasilkan produktivitas, efisiensi biaya, dan pertumbuhan bisnis yang terukur. Perusahaan yang gagal bergerak dari tahap pilot project menuju implementasi nyata berisiko tertinggal dalam persaingan digital.

Bagi industri perbankan, kemitraan ini menjadi sinyal bahwa gelombang berikutnya bukan sekadar penggunaan AI untuk layanan pelanggan, melainkan integrasi AI agent ke dalam proses inti bank seperti analisis kredit, kepatuhan, manajemen risiko, deteksi fraud, treasury, hingga personalisasi layanan nasabah. Bank-bank global seperti JPMorgan Chase, DBS Bank, dan Citigroup telah bergerak ke arah tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, keunggulan kompetitif bank kemungkinan tidak lagi ditentukan oleh jumlah cabang atau ukuran aset, tetapi oleh kemampuan memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas pengambilan keputusan.

Di sisi lain, munculnya target pengembangan 500 AI agent dan 5.000 ahli Gemini menunjukkan bahwa tantangan terbesar AI bukan lagi teknologi, melainkan ketersediaan talenta. Banyak perusahaan telah membeli teknologi AI, tetapi masih kekurangan SDM yang mampu merancang, mengelola, mengawasi, dan mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis. Karena itu, persaingan berikutnya kemungkinan akan menjadi perang talenta AI. Organisasi yang mampu membangun kombinasi antara teknologi, data, tata kelola, dan sumber daya manusia akan memiliki peluang lebih besar untuk mengubah investasi AI menjadi keunggulan bisnis yang berkelanjutan. ●


DIGIONARY:

● AI Agent: Sistem AI yang mampu menjalankan tugas, mengambil keputusan, dan menyelesaikan proses bisnis secara otomatis atau semiotomatis.
● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan sistem komputer meniru kemampuan berpikir, belajar, dan mengambil keputusan layaknya manusia.
● Cloud Computing: Infrastruktur komputasi berbasis internet yang menyediakan sumber daya teknologi secara fleksibel dan terukur.
● Cloud-Native: Pendekatan pengembangan aplikasi yang dirancang khusus untuk berjalan secara optimal di lingkungan cloud.
● Forward-Deployed Engineer: Insinyur teknologi yang bekerja langsung bersama pelanggan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan solusi secara cepat.
● Gemini Enterprise: Platform AI generatif milik Google Cloud yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan berskala besar.
● Google Cloud: Unit bisnis cloud computing milik cloud google yang menyediakan layanan komputasi, data, dan AI.
● Managed Services: Layanan pengelolaan sistem teknologi yang dilakukan oleh pihak ketiga secara berkelanjutan.
● NTT DATA: Perusahaan layanan teknologi dan transformasi digital global.
● Roadmap: Peta jalan strategis yang menggambarkan tahapan pengembangan suatu program atau teknologi.
● Sovereign AI: Pendekatan AI yang memastikan data dan pemrosesan tetap berada dalam yurisdiksi dan regulasi negara tertentu.
● Use Case: Skenario atau contoh penggunaan teknologi untuk menyelesaikan kebutuhan bisnis tertentu.

#NTTDATA #GoogleCloud #GeminiEnterprise #ArtificialIntelligence #AI #AIAgent #GenerativeAI #EnterpriseAI #CloudComputing #DigitalTransformation #MachineLearning #BankingTechnology #Fintech #CloudNative #DataCenter #BusinessTechnology #AIGovernance #EnterpriseTransformation #DigitalInnovation #Technology

Comments are closed.