Perkuat Konglomerasi Keuangan, OCBC Indonesia Akuisisi 20% Saham Great Eastern Life Indonesia

- 10 Juni 2026 - 01:13

PT Bank OCBC NISP Tbk. mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur konglomerasi keuangannya di Indonesia dengan mengakuisisi 20% saham PT Great Eastern Life Indonesia (GELI) senilai Rp201,98 miliar. Akuisisi ini bukan sekadar transaksi kepemilikan saham, tetapi bagian dari penyesuaian terhadap regulasi baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK). Setelah transaksi rampung, OCBC Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali GELI dan membentuk ekosistem bancassurance yang lebih terintegrasi antara perbankan dan asuransi.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ OCBC Indonesia mengakuisisi 20% saham PT Great Eastern Life Indonesia senilai Rp201,98 miliar sebagai bagian dari pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Group Indonesia sesuai POJK Nomor 30 Tahun 2024.
■ Setelah transaksi selesai, OCBC Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali GELI melalui kepemilikan saham termasuk satu lembar saham preferen yang memberikan hak pengendalian.
■ Akuisisi ini memperkuat strategi integrasi perbankan dan asuransi, sekaligus membuka peluang pengembangan bancassurance, embedded finance, AI, dan layanan keuangan digital berbasis ekosistem.


PT Bank OCBC NISP Tbk. memperkuat strategi integrasi bisnis jasa keuangannya dengan mengakuisisi 20% saham PT Great Eastern Life Indonesia (GELI) senilai Rp201,98 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Group Indonesia sesuai regulasi terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Transaksi tersebut juga menandai semakin eratnya integrasi antara bisnis perbankan dan asuransi di tengah tren penguatan model bancassurance serta optimalisasi ekosistem layanan keuangan terpadu di Indonesia.

PT Bank OCBC NISP Tbk. menandatangani Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA) dengan The Great Eastern Life Assurance Company Limited (GEL) pada 8 Juni 2026 untuk mengakuisisi 20% saham PT Great Eastern Life Indonesia (GELI).

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, OCBC Indonesia menyatakan bahwa penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan serta persetujuan regulator.

Setelah memperoleh persetujuan regulator, perusahaan akan mengumumkan ringkasan rancangan pengambilalihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagian dari Pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan transaksi tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK).

“Pengambilalihan atas GELI oleh Perseroan dilakukan dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Group Indonesia, di mana Perseroan berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional (PIKK) dan GELI sebagai anggota Konglomerasi Keuangan,” kata Parwati Surjaudaja.

Regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya OJK memperkuat tata kelola kelompok usaha jasa keuangan agar lebih transparan, terintegrasi, dan memiliki pengawasan risiko yang lebih efektif.

Nilai Transaksi Capai Rp201,98 Miliar

OCBC Indonesia mengungkapkan nilai transaksi akuisisi mencapai Rp201,980 miliar dan seluruh pendanaan berasal dari dana internal perusahaan. Setelah transaksi selesai, OCBC Indonesia akan memiliki secara langsung 20% saham GELI, termasuk satu lembar saham preferen yang memberikan hak pengendalian terhadap perusahaan asuransi tersebut.

Dengan struktur kepemilikan tersebut, OCBC Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali GELI sekaligus menjalankan fungsi sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional.

Langkah ini memperkuat posisi OCBC dalam mengintegrasikan layanan perbankan, asuransi, dan jasa keuangan lainnya di bawah satu struktur grup yang lebih efisien.

Tren Integrasi Bank dan Asuransi Semakin Menguat

Akuisisi ini mencerminkan tren yang berkembang di industri jasa keuangan Asia, di mana bank-bank besar semakin mengintegrasikan bisnis perbankan dengan perusahaan asuransi untuk memperluas sumber pendapatan nonbunga atau fee based income.

Model bancassurance telah menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri perbankan modern karena mampu meningkatkan loyalitas nasabah sekaligus memperluas penetrasi produk keuangan.

Di Indonesia, potensi pertumbuhan bancassurance masih sangat besar. Data OJK menunjukkan tingkat penetrasi asuransi nasional masih relatif rendah dibandingkan negara-negara maju maupun beberapa negara ASEAN.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi kelompok usaha perbankan untuk menawarkan produk perlindungan yang lebih luas kepada basis nasabah mereka.

Dampak bagi Strategi Digital dan Customer Experience

Dari perspektif transformasi digital, integrasi antara bank dan perusahaan asuransi juga membuka peluang pengembangan layanan keuangan yang lebih personal dan berbasis data.

Melalui pemanfaatan data analytics, artificial intelligence (AI), dan platform digital, bank dapat menawarkan produk asuransi yang lebih relevan sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah. Integrasi ekosistem perbankan dan asuransi memungkinkan proses pembelian polis menjadi lebih cepat, sederhana, dan sepenuhnya digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren embedded insurance dan embedded finance semakin berkembang di berbagai negara. Produk asuransi tidak lagi dijual secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari perjalanan transaksi nasabah di aplikasi perbankan digital.

Penguatan Tata Kelola Jadi Faktor Penting

Meski memberikan peluang pertumbuhan bisnis, pembentukan konglomerasi keuangan juga menuntut tata kelola yang lebih kuat.
OJK mendorong kelompok usaha jasa keuangan menerapkan manajemen risiko terintegrasi, pengawasan lintas entitas, serta penguatan perlindungan konsumen.

Bagi OCBC Indonesia, pembentukan struktur konglomerasi yang lebih solid dapat meningkatkan efisiensi operasional, optimalisasi modal, dan koordinasi bisnis antarentitas dalam grup.

Ke depan, keberhasilan integrasi OCBC Indonesia dan Great Eastern Life Indonesia akan menjadi salah satu indikator bagaimana regulasi konglomerasi keuangan mampu mendorong terciptanya ekosistem jasa keuangan yang lebih terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan di Indonesia. ●


DIGI-INSIGHTS:

Pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Group Indonesia menunjukkan bahwa regulasi OJK tidak hanya mendorong kepatuhan, tetapi juga mempercepat konsolidasi strategis di industri jasa keuangan. Bank tidak lagi diposisikan sebagai entitas tunggal yang hanya menghimpun dan menyalurkan dana, melainkan sebagai pusat ekosistem keuangan yang mengintegrasikan berbagai layanan mulai dari pembayaran, investasi, pembiayaan hingga proteksi.

Akuisisi Great Eastern Life Indonesia juga memperlihatkan semakin pentingnya model bisnis berbasis ekosistem dalam meningkatkan profitabilitas. Di tengah tekanan margin bunga dan persaingan digital yang semakin ketat, produk asuransi menjadi sumber pertumbuhan fee based income yang strategis. Kombinasi data nasabah, AI, dan platform digital memungkinkan bank menawarkan produk proteksi yang lebih tepat sasaran dengan biaya distribusi yang jauh lebih rendah.

Dalam jangka panjang, keberhasilan konglomerasi keuangan tidak hanya ditentukan oleh struktur kepemilikan, tetapi oleh kemampuan mengintegrasikan data, teknologi, budaya organisasi, dan tata kelola risiko. Bagi industri perbankan Indonesia, arah kebijakan OJK ini berpotensi mempercepat lahirnya kelompok jasa keuangan yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing dengan model financial ecosystem yang kini berkembang pesat di Singapura, Hong Kong, dan berbagai pasar keuangan utama Asia. ●


DIGIONARY:

● Acquisition: Proses pengambilalihan kepemilikan perusahaan oleh pihak lain.
● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan sistem melakukan analisis dan pengambilan keputusan otomatis.
● Bancassurance: Kerja sama bank dan perusahaan asuransi untuk menjual produk asuransi melalui jaringan perbankan.
● Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA): Perjanjian pembelian saham yang berlaku setelah syarat tertentu terpenuhi.
● Customer Experience: Pengalaman nasabah saat menggunakan produk dan layanan perusahaan.
● Data Analytics: Proses analisis data untuk menghasilkan informasi bisnis yang bernilai.
● Digital Banking: Layanan perbankan berbasis teknologi digital.
● Embedded Finance: Integrasi layanan keuangan ke dalam platform nonkeuangan.
● Embedded Insurance: Produk asuransi yang ditawarkan langsung dalam proses transaksi digital.
● Fee Based Income: Pendapatan bank yang berasal dari biaya layanan nonkredit.
● GELI: PT Great Eastern Life Indonesia.
● Konglomerasi Keuangan: Kelompok usaha yang memiliki berbagai entitas jasa keuangan dalam satu grup.
● OJK: Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator sektor jasa keuangan Indonesia.
● PIKK: Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
● Saham Preferen: Saham dengan hak khusus tertentu dibanding saham biasa.

#OCBCIndonesia #OCBCNISP #GreatEasternLife #GELI #Akuisisi #PerbankanIndonesia #Bancassurance #OJK #KonglomerasiKeuangan #DigitalBanking #TransformasiDigital #AI #EmbeddedFinance #EmbeddedInsurance #AsuransiIndonesia #StrategiKorporasi #CustomerExperience #ManajemenRisiko #IndustriKeuangan #FinancialServices

Comments are closed.