Kredit Komersial Bank Mandiri Tembus Rp343 Triliun, Kualitas Aset Terjaga Ketat

- 24 Juli 2026 - 11:51

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit komersial sebesar 15% secara tahunan menjadi Rp343 triliun pada semester I-2026, dengan menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) di level rendah sebesar 0,63%.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Kredit komersial Bank Mandiri tumbuh 15% menjadi Rp343 triliun, didorong oleh ekspansi bisnis lokal di berbagai wilayah Indonesia hingga pelosok daerah.
■ Rasio kredit bermasalah (NPL) segmen komersial terjaga di level 0,63%, menunjukkan kualitas aset yang solid di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
■ Bank Mandiri fokus menyalurkan kredit ke sektor strategis seperti energi, transportasi, dan perkebunan untuk menciptakan efek pengganda bagi ekonomi.


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan resiliensi yang kuat di sektor pembiayaan komersial. Hingga semester I-2026, emiten dengan kode saham BMRI ini mencatatkan penyaluran kredit komersial sebesar Rp343 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 15% secara tahunan (year on year/yoy), seiring dengan upaya perseroan memperluas jangkauan bisnis ke berbagai daerah di Indonesia.

Di balik pertumbuhan yang agresif, Bank Mandiri tetap disiplin menjaga kualitas aset. Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo, mengungkapkan bahwa rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) pada segmen komersial saat ini berada di level yang sangat sehat, yakni 0,63%.

“Segmen komersial di Bank Mandiri merupakan mitra perusahaan lokal di berbagai daerah yang masih dalam fase ekspansi yang kuat untuk dapat menjadi pemain nasional. Sebagian besar dari kelompok usaha ini merupakan perwujudan penguatan daya saing di suatu daerah,” ujar Totok dalam paparan kinerja persero secara daring di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Saat ini, Bank Mandiri melayani sekitar 55 ribu debitur komersial. Totok menekankan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit tidak terpusat di Pulau Jawa saja. Wilayah Jakarta dan Banten mencatatkan pertumbuhan 19,1%, disusul Kalimantan 15,3%, serta Jawa dan DI Yogyakarta 11,7%. Bahkan, wilayah Sumatera dan sekitarnya juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 6,78%.

Fokus pada Sektor Strategis

Sebagai motor penggerak ekonomi, Bank Mandiri memfokuskan pembiayaan pada industri-industri kunci. Sektor perkebunan sawit, CPO, transportasi, energi, hingga batu bara dan jasa keuangan menjadi prioritas utama.

“Fokus tersebut memastikan pembiayaan Bank Mandiri mampu menciptakan multiplier effect yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Totok.

Selain kredit komersial, perseroan juga mencatatkan kinerja impresif di segmen UMKM dengan pertumbuhan kredit mikro sebesar 15,7% menjadi Rp31,3 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh optimalisasi platform digital andalan perseroan, yakni Kopra dan Livin’.

Secara keseluruhan, hingga akhir Juni 2026, kredit Bank Mandiri (bank only) telah mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 19,9% secara tahunan. Dengan rasio NPL gross yang terjaga di level 0,98%, serta Return on Equity (ROE) mencapai 24,3%, bank pelat merah ini mempertegas posisinya sebagai institusi keuangan yang tangguh dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. (NCK)


DIGIONARY:

● Commercial Banking: Layanan perbankan yang berfokus pada penyediaan produk dan layanan keuangan bagi bisnis atau perusahaan.
● Multiplier Effect: Dampak ekonomi berantai di mana investasi atau pembiayaan di satu sektor memicu pertumbuhan di sektor-sektor terkait lainnya.
● Non-Performing Loan (NPL): Rasio yang menunjukkan besaran kredit bermasalah atau kredit yang macet dalam portofolio bank.
● Return on Equity (ROE): Rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efektif bank dalam menghasilkan laba dari modal yang dimiliki pemegang saham.
● Year on Year (yoy): Metode perbandingan data kinerja keuangan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

#bankmandiri #bmri #kreditkomersial #perbankan #kinerja #ekonomiindonesia #umkm #laporansemester #keuangan #investasi #bisnis #kreditbank #pertumbuhanekonomi #perbankannasional #npl #roebank #bumn #livin #kopra #sektorstrategis

Comments are closed.