Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.036 Triliun Per Juni 2026, Rasio NPL Turun ke 1,9%

- 10 September 2026 - 07:30

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.036 triliun per Juni 2026, tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year) dengan penopang utama dari segmen korporasi yang melonjak 13,6% menjadi Rp513,4 triliun. Di tengah ekspansi pembiayaan tersebut, kualitas aset BCA membaik ditandai penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) menjadi 1,9% dan loan at risk (LAR) melandai ke 4,9%. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,9% menjadi Rp1.284 triliun dengan dominasi dana murah (CASA) sebesar 85,2%, mendukung raihan laba bersih semester I 2026 yang mencapai Rp29,5 triliun.


■ Ekspansi Kredit Korporasi: Penyaluran kredit BCA menembus Rp1.036 triliun, didorong segmen korporasi yang naik 13,6% menjadi Rp513,4 triliun.
■ Perbaikan Kualitas Aset: Rasio NPL BCA berhasil ditekan dari 2,2% menjadi 1,9%, beriringan dengan penurunan rasio Loan at Risk hingga 4,9%.
■ Pertumbuhan Kredit Hijau: Pembiayaan berwawasan lingkungan naik 19% menjadi Rp123 triliun, disokong sektor EBT yang melonjak hingga 82%.


PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 8% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp1.036 triliun hingga akhir Juni 2026. Penguatan fungsi intermediasi bank milik Grup Djarum ini terutama disokong oleh dorongan pembiayaan pada sektor produktif.

Direktur BCA Vera Eve Lim menyampaikan bahwa kredit produktif berhasil menyumbang total Rp802 triliun, atau tumbuh 11% secara tahunan. Segmen korporasi tampil sebagai motor penggerak utama dengan realisasi mencapai Rp513,4 triliun, melaju 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, penyaluran kredit untuk segmen komersial serta usaha kecil dan menengah (UKM) mencatatkan kenaikan 6,6% menjadi Rp288,5 triliun.

“Kami optimistis menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan. Kami senantiasa berkomitmen untuk menjajaki penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin,” ujar Vera dalam paparan publik (Public Expose 2026) di Jakarta, Rabu (9/9).

Seiring ekspansi portofolio pembiayaan, indikator kualitas aset perseroan mencatatkan perbaikan signifikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BCA melandai ke level 1,9% dari posisi 2,2% pada Juni 2025. Indikator loan at risk (LAR) juga turun menjadi 4,9% dari sebelumnya 5,7%.

Dari sisi likuiditas, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun tumbuh 7,9% secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun. Struktur pendanaan tersebut didominasi oleh porsi dana murah (current account savings account/CASA) sebesar 85,2% atau setara Rp1.082 triliun.

Atas capaian kinerja operasional tersebut, BCA beserta entitas anak membukukan laba bersih senilai Rp29,5 triliun sepanjang semester I 2026.
Di ranah keberlanjutan, penyaluran pembiayaan berwawasan lingkungan (green financing) tumbuh 19% secara tahunan menjadi Rp123 triliun. Pertumbuhan ini dipicu kenaikan kredit sektor energi baru terbarukan (EBT) yang melonjak 82% menjadi Rp7,7 triliun, serta pembiayaan kendaraan listrik yang mencapai Rp4 triliun.

Guna menjaga momentum pertumbuhan ekosistem riil, BCA menjadwalkan perhelatan UMKM Fest 2026 secara hybrid dengan melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha. Selain itu, pameran BCA Expo 2026 digelar di tujuh kota utama dan secara daring sepanjang Agustus hingga Oktober 2026.

“Pada perhelatan ini, kami menawarkan suku bunga spesial untuk kredit konsumer BCA serta beragam promo untuk transaksi nasabah,” pungkas Vera.

Pergerakan harga saham BBCA di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu (9/9) terkoreksi 2,25% ke posisi Rp6.525 per lembar. Secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date), saham BBCA mencatatkan penurunan 18,69%, meski dalam kurun satu bulan terakhir masih mencetak akumulasi kenaikan 2,35%.

Laporan otoritas perbankan mengonfirmasi bahwa pertumbuhan kredit industri perbankan nasional hingga pertengahan tahun 2026 tetap solid di kisaran 10%-11%, dipimpin oleh pemulihan investasi korporasi dan konsumsi rumah tangga yang terjaga. (MMS)


DIGIONARY:

● BCA Expo: Pameran tahunan yang diselenggarakan BCA untuk menawarkan promo suku bunga khusus kredit kendaraan bermotor, KPR, dan produk keuangan konsumer.
● CASA (Current Account Savings Account): Porsi dana murah dalam perbankan yang terdiri atas simpanan giro dan tabungan dengan biaya bunga relatif rendah.
● DPK (Dana Pihak Ketiga): Total dana masyarakat yang dihimpun oleh bank melalui simpanan tabungan, giro, dan deposito berjangka.
● Green Financing: Skema pembiayaan atau kredit yang dialokasikan khusus untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
● LAR (Loan at Risk): Indikator tingkat risiko portofolio kredit yang mencakup kredit menunggak, NPL, serta kredit terstruktur akibat restrukturisasi.
● NPL (Non-Performing Loan): Rasio pinjaman bermasalah atau macet yang mengukur risiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur.
● Public Expose: Keterangan resmi berkala yang wajib disampaikan oleh perusahaan terbuka kepada publik mengenai kinerja dan rencana bisnis.
● Sektor EBT: Sektor bisnis energi baru terbarukan yang memanfaatkan sumber daya alam terbarukan seperti surya, air, angin, dan geotermal.
● Segmen Korporasi: Klasifikasi pembiayaan skala besar yang disalurkan kepada entitas bisnis atau perusahaan berbadan hukum besar.
● UMKM Fest: Program promosi dan pameran yang difasilitasi bank untuk memberdayakan serta memperluas pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

#BCA #KreditBCA #SahamBBCA #BankCentralAsia #KinerjaPerbankan #LabaBCA #CASA #NPLBCA #KreditKorporasi #GreenFinancing #EBT #BCAExpo2026 #UMKMFest2026 #DanaPihakKetiga #PasarModal #BursaEfekIndonesia #LaporanKeuangan #PerbankanIndonesia #VeraEveLim #InvestasiSaham

Comments are closed.