PT Prodia Digital Indonesia (PRDI) menggandeng blu by BCA Digital untuk meluncurkan fitur pembayaran digital U-aang powered by blu di aplikasi U by Prodia. Kolaborasi berbasis Bank-as-a-Service (BaaS) ini memungkinkan pengguna mengakses layanan kesehatan sekaligus transaksi perbankan dalam satu aplikasi tanpa berpindah platform. Langkah tersebut menandai semakin kuatnya konvergensi sektor kesehatan digital dan perbankan digital di Indonesia, sekaligus memperluas pemanfaatan embedded finance untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan inklusi layanan kesehatan.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ PT Prodia Digital Indonesia meluncurkan fitur pembayaran digital U-aang powered by blu yang terintegrasi langsung dalam aplikasi U by Prodia melalui skema Bank-as-a-Service dari blu by BCA Digital.
■ Pengguna kini dapat mengakses layanan kesehatan sekaligus berbagai fitur perbankan seperti QRIS, transfer, pembayaran tagihan, dan pembelian produk digital tanpa harus berpindah aplikasi.
■ Kolaborasi Prodia dan BCA Digital mencerminkan tren embedded finance yang semakin berkembang di Indonesia, mempertemukan layanan kesehatan digital dengan perbankan digital dalam satu ekosistem.
Transformasi digital tidak lagi hanya terjadi di industri perbankan. Kini, integrasi layanan keuangan dan kesehatan semakin nyata setelah PT Prodia Digital Indonesia (PRDI) meluncurkan fitur pembayaran digital U-aang powered by blu di aplikasi U by Prodia, hasil kolaborasi dengan blu by BCA Digital melalui skema Bank-as-a-Service (BaaS).
PT Prodia Digital Indonesia (PRDI), anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), resmi menghadirkan fitur pembayaran digital U-aang powered by blu sebagai metode pembayaran baru di aplikasi U by Prodia.
Peluncuran yang berlangsung di Jakarta, Selasa (17/6/2026), menjadi bagian dari strategi Prodia memperkuat posisi U by Prodia sebagai platform kesehatan digital terintegrasi atau one-stop digital health application.
Melalui kerja sama ini, blu by BCA Digital bertindak sebagai exclusive bank partner yang menyediakan infrastruktur perbankan melalui layanan Bank-as-a-Service (BaaS). Integrasi tersebut memungkinkan pengguna menghubungkan rekening blu langsung ke dalam aplikasi U by Prodia tanpa harus berpindah aplikasi saat bertransaksi.
Perkembangan ini mencerminkan tren yang semakin kuat di industri digital, yakni pemanfaatan embedded finance untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan memperluas akses layanan.
Bayar Layanan Kesehatan Langsung dari Aplikasi
U-aang dapat digunakan untuk berbagai transaksi di ekosistem U by Prodia, mulai dari pembayaran pemeriksaan laboratorium, vaksinasi, konsultasi kesehatan, pembelian health plan, hingga transaksi di health shop.
Selain pembayaran, pengguna juga dapat memanfaatkan sejumlah fitur perbankan blu secara langsung dari aplikasi U by Prodia, termasuk QRIS, transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga setor dan tarik tunai.
Model integrasi ini menunjukkan bagaimana perbankan digital mulai bergeser dari sekadar penyedia rekening menjadi enabler ekosistem digital lintas industri.
Menurut berbagai laporan industri global, embedded finance diproyeksikan menjadi salah satu segmen jasa keuangan dengan pertumbuhan tercepat karena memungkinkan layanan keuangan hadir secara kontekstual di dalam aplikasi non-keuangan.
Strategi Memperluas Akses Layanan Kesehatan Digital
Liana Kuswandi selaku President Director PT Prodia Digital Indonesia, menjelaskan, sejak awal peluncuran U by Prodia, pihaknya berkomitmen untuk memberikan solusi kesehatan digital yang menyeluruh, terintegrasi, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami percaya bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang, dan untuk itu kami ingin memberikan kemudahan kepada pengguna dalam mengakses berbagai layanan kesehatan secara praktis dan aman. Hadirnya fitur U-aang semakin memperkuat kemampuan dan positioning U by Prodia sebagai aplikasi kesehatan digital di antara aplikasi kesehatan lainnya yang telah hadir di Indonesia,” katanya.
Bagi Prodia, digitalisasi layanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan konsultasi atau pemeriksaan laboratorium secara digital, tetapi juga mencakup pengalaman pembayaran yang cepat, aman, dan terintegrasi.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan kesehatan berbasis aplikasi, kemudahan transaksi menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi loyalitas pengguna.
blu Perluas Strategi BaaS
Bagi BCA Digital, kolaborasi ini mempertegas strategi perusahaan dalam mengembangkan model Bank-as-a-Service (BaaS). Model tersebut memungkinkan layanan perbankan hadir langsung di platform mitra tanpa pengguna harus membuka aplikasi perbankan secara terpisah.
Lanny Budiati selaku Direktur Utama BCA Digital, mengatakan, melalui kolaborasi dengan U by Prodia, blu by BCA Digital ingin mendukung perluasan akses layanan kesehatan dan finansial yang semakin mudah, praktis, dan terintegrasi dalam satu ekosistem digital.
“Kami berharap hadirnya fitur U-aang dapat membantu masyarakat mengelola kebutuhan kesehatan dan finansial secara lebih seamless, sehingga layanan yang dibutuhkan dapat diakses dengan lebih nyaman di tengah gaya hidup digital saat ini,” katanya.
Strategi BaaS saat ini menjadi salah satu fokus utama bank digital untuk memperluas akuisisi nasabah tanpa harus mengandalkan kanal distribusi tradisional.
Selain dengan Prodia, blu sebelumnya telah membangun integrasi dengan berbagai platform digital di sektor perjalanan, pendidikan, gaya hidup, investasi, hingga transportasi publik.
Peluang Besar dari Konvergensi Healthtech dan Fintech
Kolaborasi antara U by Prodia dan blu mencerminkan tren konvergensi antara industri healthtech dan fintech yang semakin berkembang di Indonesia.
Meningkatnya penetrasi internet, penggunaan aplikasi kesehatan digital, serta adopsi pembayaran digital membuka peluang lahirnya ekosistem yang lebih terintegrasi.
Business & Product Director PT Prodia Digital Indonesia, Andri Hidayat, mengatakan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemudahan dan keamanan transaksi bagi pengguna, tetapi juga menjadi fondasi dalam menghadirkan inovasi layanan berbasis teknologi yang menghubungkan ekosistem kesehatan dan finansial.
“Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah bagi pengguna U by Prodia dan pengguna blu by BCA Digital dengan berbagai benefit yang ditawarkan,” ujarnya.
Ke depan, PRDI berencana memperkuat fitur kesehatan dan wellness, memperluas kerja sama dengan berbagai penyedia layanan pihak ketiga, serta meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi berbasis teknologi.
Langkah tersebut sejalan dengan tren transformasi digital nasional yang mendorong integrasi layanan keuangan, kesehatan, dan teknologi dalam satu ekosistem yang semakin terhubung.
Bagi industri perbankan digital, model kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah rekening atau transaksi, melainkan kemampuan bank menghadirkan layanan ke dalam aktivitas sehari-hari masyarakat melalui ekosistem digital yang relevan. (NCK) ●
DIGI-INSIGHTS:
Kolaborasi antara Prodia dan BCA Digital menunjukkan arah baru industri perbankan digital Indonesia, yakni bergeser dari model aplikasi bank yang berdiri sendiri menuju model embedded banking. Dalam model ini, layanan keuangan hadir langsung di dalam aktivitas utama pengguna. Bagi bank digital, strategi tersebut berpotensi menurunkan biaya akuisisi nasabah sekaligus meningkatkan frekuensi transaksi karena layanan perbankan menjadi bagian dari perjalanan pelanggan sehari-hari.
Integrasi layanan kesehatan dan perbankan juga membuka peluang pemanfaatan data yang lebih cerdas di masa depan. Dengan tetap memperhatikan regulasi perlindungan data pribadi, kolaborasi antara healthtech dan digital banking berpotensi menghasilkan layanan yang lebih personal, mulai dari perencanaan kesehatan hingga pengelolaan keuangan kesehatan. AI, data analytics, dan customer intelligence diperkirakan akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan ekosistem tersebut.
Bagi industri perbankan, tren ini menandai semakin pentingnya strategi platform dibanding sekadar strategi produk. Bank yang mampu masuk ke ekosistem kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perdagangan digital berpeluang membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Dalam jangka panjang, persaingan bank digital kemungkinan tidak lagi ditentukan oleh fitur tabungan atau deposito, melainkan oleh seberapa luas dan relevan ekosistem digital yang berhasil mereka bangun. ●
DIGIONARY:
● Bank-as-a-Service (BaaS): Model layanan yang memungkinkan fitur perbankan diintegrasikan ke platform pihak ketiga.
● Digital Banking: Layanan perbankan yang dijalankan melalui platform digital.
● Digital Payment: Sistem pembayaran yang dilakukan secara elektronik.
● Ecosystem Banking: Strategi bank menghadirkan layanan dalam berbagai ekosistem digital.
● Embedded Finance: Integrasi layanan keuangan ke dalam aplikasi non-keuangan.
● Fintech: Pemanfaatan teknologi untuk menyediakan layanan keuangan.
● Health Plan: Program layanan kesehatan yang terstruktur.
● Health Shop: Kanal pembelian produk kesehatan secara digital.
● Healthtech: Industri teknologi yang berfokus pada layanan kesehatan.
● Linkage Account: Proses menghubungkan rekening bank ke aplikasi lain.
● One-Stop Digital Health Application: Platform kesehatan digital yang menyediakan berbagai layanan dalam satu aplikasi.
● QRIS: Standar pembayaran QR nasional Indonesia.
● Refund: Pengembalian dana atas transaksi tertentu.
● User Experience: Pengalaman pengguna saat menggunakan produk digital.
● Wellness: Aktivitas yang mendukung kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh.
#Prodia #UbyProdia #Uaang #BCADigital #bluByBCADigital #DigitalBanking #BankAsAService #BaaS #EmbeddedFinance #DigitalPayment #Healthtech #FintechIndonesia #TransformasiDigital #LayananKesehatanDigital #QRIS #FinancialInclusion #CustomerExperience #DigitalEconomy #CashlessSociety #DigitalInnovation
