BI ungkap penyaluran kredit perbankan pada Februari 2022 tembus Rp5.741,5 triliun

- 26 Maret 2022 - 09:00

Bank Indonesia mengungkapkan kredit yang disalurkan perbankan terus menunjukan tren positif. Berdasarkan Laporan BI dalam Analis Perkembangan Uang Beredar edisi Februari 2022 yang dirilis pekan ini, penyaluran kredit pada Februari 2022 tercatat sebesar Rp5.741,5 triliun.

digitalbank.id – Bank Indonesia mengungkapkan kredit yang disalurkan perbankan terus menunjukan tren positif. Berdasarkan Laporan BI dalam Analis Perkembangan Uang Beredar edisi Februari 2022 yang dirilis pekan ini, penyaluran kredit pada Februari 2022 tercatat sebesar Rp5.741,5 triliun.

Penyaluran kredit itu mengalami pertumbuhan 5,9% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,4% yoy. Pada Januari 2022, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp5.695,4 triliun.

Pihak BI menilai tren positif kredit perbankan disebabkan akselerasi pertumbuhan kredit yang terjadi pada korporasi dan perorangan. Hal ini dibuktikan dengan kredit kepada korporasi meningkat dari 5,4% yoy pada Januari 2022 menjadi 5,9% yoy pada bulan laporan.

Baca juga: QRIS tak lama lagi bisa dipakai di negara tetangga

Dengan demikian, kredit korporasi yang semula Rp2.879,1 triliun di posisi Januari 2022 menjadi Rp2.899,4 triliun per Februari 2022. Sementara itu, kredit kepada perorangan juga tumbuh dari 6,9% yoy pada Januari 2022, yakni sebesar Rp2.771,1 triliun menjadi 7,3% yoy atau sebesar Rp2.796,8 triliun per Februari 2022.

Sementara itu berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Februari 2022 terutama terjadi pada Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi (KK), sedangkan Kredit Modal Kerja (KMK) sedikit melambat. Kredit Investasi terakselerasi dari 3,2% yoy pada Januari 2022 menjadi 4,9% yoy pada Februari 2022, terutama di sektor industri pengolahan, serta sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Selanjutnya, pertumbuhan KK terakselerasi dari 4,8% yoy pada Januari 2022 menjadi 5,0% yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Di sisi lain, KMK tumbuh sebesar 7,1% yoy pada Februari 2022, sedikit melambat dari bulan sebelumnya sebesar 7,2% yoy. Perlambatan terjadi pada penyaluran KMK di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan serta sektor industri pengolahan.

Baca juga: Tiga inisiatif pembayaran digital versi Bank Indonesia untuk pemulihan ekonomi

Sebelumnya Bank Indonesia menyatakan akan menempuh kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendorong kredit perbankan kepada dunia usaha. Baik melanjutkan maupun dengan memperluas kebijakan makroprudensial baru untuk mendorong sektor-sektor prioritas dan UMKM.

“Dengan demikian, Bank Indonesia memperkirakan kredit perbankan pada 2022 akan tumbuh berkisaran 6% sampai 8%. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kisaran 7% hingga 9%,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo awal tahun ini.

Bank Indonesia mencermati fungsi intermediasi perbankan terus membaik. Tercermin dari kredit perbankan mampu tumbuh 5,24% year on year (yoy) pada Desember 2021. “Pertumbuhan kredit lebih merata pada seluruh penggunaan, baik modal kerja, kredit konsumsi, maupun investasi,” ujar Perry.

Baca juga: Bank Indonesia ungkap transaksi digital di DKI Jakarta tembus Rp2.944,4 triliun

Dia menyatakan kredit modal kerja tumbuh 6,32% yoy. Sedangkan kredit konsumsi naik 4,67% yoy dan kredit investasi kerterek 4,01% yoy. Permintaan kredit dari sisi korporasi teridentifikasi juga meningkat. Sementara dari sisi penawaran perbankan menunjukkan standar penyaluran kredit terutama pada sektor-sektor prioritas seiring penurunan persepsi risiko kredit. “Pertumbuhan permintaan kredit UMKM juga meningkat signifikan, didorong dengan meningkatkan pemulihan dunia usaha dan dukungan-dukungan pemerintah,” paparnya. (HAN)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.