• Kamis, 8 Desember 2022

QRIS tak lama lagi bisa dipakai di negara tetangga

- Selasa, 15 Februari 2022 | 21:41 WIB
QRIS tak lama lagi akan berlaku di Malaysia dan Thailand. BI dan kedua bank sentral tersebut Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand telah melakukan uji coba QR Cross-border. (Foto: qris.id)
QRIS tak lama lagi akan berlaku di Malaysia dan Thailand. BI dan kedua bank sentral tersebut Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand telah melakukan uji coba QR Cross-border. (Foto: qris.id)

digitalbank.id - Bank Indonesia (BI) dan bank sentral dua negara tetangga yakni Bank Negara Malaysia, dan Bank of Thailand (BOT) telah melakukan uji coba QR Cross-border. Ini menunjukkan komitmen BIU memperluas layanan QR Code Indonesian Strandard (QRIS) yang menghubungkan pembayaran antar negara (Cross-border QR) melalui interkoneksi kode QR nasional dengan negara tetangga.

Hal ini juga menandai pencapaian tonggak penting dalam inisiatif Konektivitas Pembayaran ASEAN, yang bertujuan untuk mempromosikan integrasi keuangan di kawasan ASEAN.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P. Joewono mengatakan, QR Cross-border berperan penting dalam meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung digitalisasi perdagangan dan investasi, dan menjaga stabilitas makroekonomi dengan memperluas penggunaan penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (LCS).

Baca Juga: Siapkan ekosistem bisnis digital, BNI gandeng WIR Group masuk ke metaverse

"Itu akan memungkinkan konsumen dan pedagang di kedua negara dapat melakukan dan menerima pembayaran barang dan jasa melalui QR Code secara instan," kata Doni dalam seminar bertajuk The Role and Impact of Payment Digitalization in Achieving a Truly Inclusive Development, Selasa (15/2).

Sementara itu, Ketua Komite II Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Abraham Adriaans mengatakan, QR Cross-border merupakan insiatif masa depan dengan pendekatan pruden yang dapat meningkatkan nilai UMKM dan pemulihan sektor pariwisata.

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Aftech Harianto Gunawan, meyakinkan bahwa akseptasi pembayaran yang luas penting bagi pembayaran digital, dan menjadi aspek penting bagi pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Tiga inisiatif pembayaran digital versi Bank Indonesia untuk pemulihan ekonomi

Secara lebih luas, Ketua III Kadin Kaspar Situmorang juga menyampaikan bahwa transaksi cross border yang lebih handal dan terjangkau dapat membantu UMKM serta perdagangan internasional, dan mendukung kemudahan wisatawan pada sektor pariwisata.

Halaman:

Editor: Safaruddin Husada

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Neo penuhi batas modal minimum Rp 3 triliun

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:23 WIB

BI sampaikan 3 hal penting kerjasama dengan PBNU

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:44 WIB

Modalku menepis isu PHK besar-besaran

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:21 WIB

Kredivo jadi pemegang saham mayoritas Krom Bank

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:56 WIB
X