BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Libatkan 20.500 Pelari, Dampak Ekonomi Ditaksir Rp225 Miliar

- 13 Juni 2026 - 18:12

BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 mencatat start yang kuat pada hari pertama dengan melibatkan 20.500 pelari di kategori 5K dan 10K. Ajang yang diikuti total 45.500 peserta, termasuk 1.012 pelari dari 52 negara, tidak hanya memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp225 miliar. Bagi BTN, event ini menjadi bagian dari strategi membangun engagement masyarakat, mendorong aktivitas ekonomi lokal, serta memperkuat citra perusahaan sebagai bank yang aktif mendukung gaya hidup sehat dan pembangunan kota.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ BTN Jakarta International Marathon 2026 mencatat partisipasi 45.500 pelari, termasuk 1.012 pelari internasional dari 52 negara. Hari pertama diikuti 20.500 peserta kategori 5K dan 10K yang berlangsung lancar dengan dukungan ribuan warga Jakarta.
■ Race Organizer memproyeksikan BTN JAKIM 2026 menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp225 miliar, meningkat dari sekitar Rp155 miliar tahun lalu. Efek ekonomi diperkirakan dirasakan sektor UMKM, perhotelan, transportasi, kuliner, dan pariwisata.
■ BTN melihat event olahraga sebagai strategi menciptakan permintaan baru (creating demand) yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism regional.


Jakarta memulai pesta olahraga lari terbesar tahun ini dengan catatan positif. Sebanyak 20.500 pelari sukses menyelesaikan kategori 5K dan 10K pada hari pertama BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026, Sabtu (13/6). Selain menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari, ajang ini juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kota dengan dampak mencapai Rp225 miliar.

Penyelenggaraan hari pertama BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 berlangsung lancar dengan mempertandingkan kategori 5K dan 10K. Sebanyak 20.500 pelari berhasil menyelesaikan lomba yang melintasi sejumlah ruas utama Jakarta dengan dukungan ribuan masyarakat yang memadati titik-titik lintasan.

BTN JAKIM 2026 menjadi salah satu ajang lari terbesar di Indonesia dengan total peserta mencapai 45.500 pelari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.012 pelari internasional dari 52 negara turut ambil bagian.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai keberhasilan pelaksanaan hari pertama tidak lepas dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

Bagi BTN, penyelenggaraan BTN JAKIM tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menjadi instrumen untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. (Foto: Dok. BTN)

“Yang pertama ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dilaksanakan dengan baik. Apalagi kemarin ada aspirasi dari teman-teman mahasiswa sampai dengan malam, tapi Alhamdulillah berkat kerja sama yang baik antara TNI, Polri, Pasukan Orange, pasukan-pasukan yang dimiliki oleh DKI Jakarta, jalannya bersih, pelaksanaannya rapi dan alhamdulillah semuanya happy. Kita juga memecahkan PB, personal best record diri sendiri,” ujarnya.

Menurut Pramono, keberhasilan BTN JAKIM menjadi modal penting bagi Jakarta untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang. Ia bahkan menargetkan pelaksanaan Jakarta International Marathon pada perayaan 500 tahun Kota Jakarta tahun depan akan berlangsung dengan skala yang lebih besar dan lebih tertata.

BTN Soroti Dampak Ekonomi dan Aktivitas Bisnis

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mengatakan cuaca yang mendukung dan antusiasme peserta menjadi faktor penting keberhasilan pelaksanaan hari pertama.

“Hari pertama berjalan sangat baik. Cuaca juga mendukung sehingga peserta dapat menikmati lomba dengan nyaman. Antusiasme masyarakat juga luar biasa, terlihat dari dukungan di sepanjang lintasan yang membuat suasana perlombaan semakin meriah,” ujar Nixon.

Bagi BTN, penyelenggaraan BTN JAKIM tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menjadi instrumen untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Menurut Nixon, event berskala besar mampu menciptakan permintaan baru (creating demand) yang berdampak langsung terhadap sektor usaha, pariwisata, transportasi, kuliner, hingga perhotelan.

“Yang penting kita harus creating demand. Event seperti ini menjadi salah satu cara untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi banyak sektor,” kata Nixon.

Dampak Ekonomi Diproyeksikan Capai Rp225 Miliar

Indonesia Muda Road Runner selaku Race Organizer memperkirakan BTN JAKIM 2026 akan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp225 miliar.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan estimasi dampak ekonomi penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp155 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah peserta, bertambahnya pelari internasional, serta aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan event berlangsung.

Jakarta memulai pesta olahraga lari terbesar tahun ini dengan catatan positif. Sebanyak 20.500 pelari sukses menyelesaikan kategori 5K dan 10K pada hari pertama BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026, Sabtu (13/6). Selain menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari, ajang ini juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kota dengan dampak mencapai Rp225 miliar. (Foto: Dok. BTN)

Fenomena ini sejalan dengan tren global sport tourism yang terus berkembang. Berdasarkan berbagai studi industri pariwisata olahraga, event lari internasional terbukti mampu meningkatkan okupansi hotel, transaksi UMKM, penggunaan transportasi, hingga kunjungan wisata domestik dan mancanegara.

Bagi Jakarta, BTN JAKIM menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat positioning kota sebagai destinasi sport tourism di Asia Tenggara.

Partisipasi Internasional Meningkat

BTN JAKIM 2026 menunjukkan daya tarik yang semakin kuat di kalangan pelari internasional.
Sebanyak 1.012 peserta dari 52 negara tercatat mengikuti ajang tahun ini. Tiga negara dengan jumlah peserta terbanyak adalah Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.

Peningkatan partisipasi internasional menjadi indikator bahwa Jakarta mulai masuk dalam radar komunitas pelari global, bersaing dengan sejumlah kota penyelenggara marathon besar di kawasan Asia seperti Singapura, Bangkok, Tokyo, dan Seoul.
Pada hari pertama, kategori 5K diikuti 5.500 peserta, sementara kategori 10K diikuti 15.000 peserta.

Untuk kategori 5K Putra Nasional, juara pertama diraih Pandu Sukarya, diikuti Yad Hapizudin dan Marselino Varelian Fallo.

Di sektor putri, podium ditempati Marhaendrassiwi, Azizah Khusnul Qotimah, dan Alicia Chantiqa.
Sementara kategori 10K Putra dimenangkan oleh Rikki Marthin, disusul Immanuel dan Arif Hidayatullah. Di kategori putri, Agustina Mardika keluar sebagai juara, diikuti Irma Handayani dan Farah Aurellia.

Hari Kedua Akan Jadi Puncak Perlombaan

Puncak BTN JAKIM 2026 akan berlangsung pada Minggu (14/6) melalui kategori Half Marathon dan Marathon.

Sebanyak 16.400 pelari akan mengikuti kategori Half Marathon, sementara 8.600 peserta akan turun di nomor Marathon.

Para peserta akan memulai lomba dari kawasan Monumen Nasional (Monas) dan berakhir di Gelora Bung Karno (GBK), melintasi sejumlah ikon utama Ibu Kota.

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan akan menerapkan rekayasa lalu lintas pada sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari lintasan lomba.

BTN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gaya hidup sehat sekaligus menghadirkan event yang mampu menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ekosistem sport tourism, dan meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai kota global. ●


DIGI-INSIGHTS:

BTN JAKIM 2026 menunjukkan bagaimana institusi perbankan mulai memanfaatkan event olahraga sebagai bagian dari strategi engagement yang lebih luas. Bagi BTN, manfaat kegiatan ini tidak hanya terletak pada eksposur merek, tetapi juga pada kemampuannya membangun hubungan emosional dengan masyarakat. Di tengah kompetisi industri keuangan yang semakin digital, pengalaman langsung (physical engagement) justru menjadi aset penting untuk memperkuat loyalitas dan brand affinity.

Dari perspektif ekonomi, sport tourism semakin relevan sebagai instrumen penggerak ekonomi perkotaan. Proyeksi dampak ekonomi Rp225 miliar menunjukkan bahwa event olahraga kini bukan lagi sekadar aktivitas rekreasi, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi yang melibatkan UMKM, transportasi, perhotelan, kuliner, hingga sektor kreatif. Kota-kota besar di dunia telah memanfaatkan marathon sebagai alat promosi destinasi, dan Jakarta tampaknya mulai bergerak ke arah yang sama.

Bagi industri perbankan, keterlibatan dalam event berskala internasional juga mencerminkan pergeseran strategi pemasaran dari pendekatan transaksional menuju pendekatan berbasis komunitas dan gaya hidup. Ke depan, bank tidak hanya bersaing melalui produk simpanan, kredit, atau layanan digital, tetapi juga melalui kemampuan membangun ekosistem yang relevan dengan kehidupan nasabah. Dalam konteks tersebut, BTN JAKIM menjadi contoh bagaimana olahraga, pariwisata, dan sektor keuangan dapat saling terhubung untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas. ●


DIGIONARY:

● Creating Demand: Strategi menciptakan permintaan baru untuk mendorong aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.
● Economic Impact: Nilai ekonomi yang dihasilkan suatu kegiatan terhadap sektor usaha dan masyarakat.
● Event Economy: Aktivitas ekonomi yang muncul akibat penyelenggaraan acara berskala besar.
● Finish Line: Titik akhir perlombaan lari.
● Half Marathon: Nomor lari jarak 21,1 kilometer.
● Marathon: Nomor lari jarak penuh 42,195 kilometer.
● Monas: Monumen Nasional yang menjadi salah satu ikon utama Jakarta.
● PB (Personal Best): Catatan waktu terbaik yang pernah dicapai seorang pelari.
● Race Organizer: Pihak yang bertanggung jawab menyelenggarakan perlombaan.
● Road Race: Kompetisi lari yang berlangsung di jalan raya atau area terbuka.
● Sport Tourism: Aktivitas wisata yang didorong oleh penyelenggaraan event olahraga.
● Start Line: Titik awal perlombaan.
● Tourism Multiplier Effect: Dampak berantai yang muncul terhadap ekonomi lokal dari aktivitas wisata.
● UMKM: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang menjadi bagian penting ekonomi lokal.
● World Athletics: Federasi atletik dunia yang mengatur standar kompetisi internasional.

#BTNJAKIM2026 #BTN #BankBTN #JakartaInternationalMarathon #JAKIM2026 #SportTourism #Jakarta #Marathon #HalfMarathon #RunningEvent #SportsEconomy #EconomicImpact #Tourism #HealthyLifestyle #IndonesiaRunning #DigitalBanking #BUMN #Jakarta500 #SportsIndustry #Indonesia

Comments are closed.