Standard Chartered Proyeksikan Arbitrum Berpotensi Ungguli Bitcoin dan Ethereum pada 2030

- 17 September 2026 - 08:37

Bank investasi global Standard Chartered memproyeksikan token Arbitrum (ARB) berpotensi menembus harga US10 pada 2030, melampaui kinerja berbasis risiko dari Bitcoin dan Ethereum. Proyeksi ini ditopang oleh model pembagian pendapatan protokol jaringan layer-2 sebesar 10% dari proyek yang dibangun di atasnya, seperti Robinhood Chain, serta dorongan maraknya tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets) yang diperkirakan mencapai US4 triliun pada 2028.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Proyeksi Kenaikan ARB: Standard Chartered menargetkan harga ARB mencapai US10 pada 2030, atau melonjak sekitar 70 kali lipat dari level saat ini.
■ Model Pendapatan Protokol: Arbitrum mengantongi 10% pendapatan bersih jaringan turunan, melonjakkan pendapatan September menjadi US5 juta.
■ Katalis Tokenisasi Aset: Pertumbuhan real-world assets menuju US$4 triliun pada 2028 menjadi fondasi utama ekspansi ekosistem Arbitrum.


Bank investasi global Standard Chartered menilai jaringan layer-2 Ethereum, Arbitrum, memiliki prospek ekonomi jangka panjang yang sangat signifikan. Analis Standard Chartered, Geoff Kendrick, mengungkapkan bahwa infrastruktur blockchain tersebut berpotensi menjadi salah satu penerima manfaat utama dari pesatnya adopsi aset ter-tokenisasi dan integrasi layanan keuangan onchain.

Proyeksi optimis ini bertumpu pada arsitektur model pendapatan protokol Arbitrum yang unik. Jaringan ini berhak mengantongi 10% dari total pendapatan bersih yang dihasilkan oleh proyek atau entitas yang membangun layanan jaringan di atas infrastrukturnya. Salah satu bukti konkret dari model ini adalah integrasi Robinhood Chain yang dikembangkan oleh perusahaan pialang asal Amerika Serikat, Robinhood.

Kendrick mencatat, kehadiran Robinhood Chain sejak Juli lalu telah mengubah lanskap keuangan Arbitrum secara material. Per September, pendapatan Arbitrum diperkirakan mencapai sekitar US$5 juta, atau melonjak lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode sebelum peluncuran Robinhood Chain. “Pada ekonomi digital, pertumbuhan aktivitas di jaringan dapat memberikan dampak langsung terhadap ekonomi protokol,” tulis Kendrick seperti sikutip Cointelegraph.

Berdasarkan kalkulasi model tersebut, Standard Chartered memperkirakan harga token Arbitrum (ARB) dapat menyentuh level US$10 pada 2030. Jika dibandingkan dengan harga perdagangan saat ini, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan hingga 70 kali lipat. Bank multinasional tersebut juga mengindikasikan bahwa kinerja ARB berpeluang melampaui pertumbuhan Bitcoin (BTC) maupun Ether (ETH) dalam skenario penyesuaian risiko (risk-adjusted performance) pada periode yang sama.

Laporan Standard Chartered turut menyoroti bahwa peran Arbitrum telah bergeser dari sekadar jaringan transaksi kripto ritel menjadi infrastruktur bagi pencatatan aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Data portal RWA.xyz mencatat nilai kumulatif aset tradisional yang telah ditokenisasi ke dalam blockchain kini hampir menembus US39 miliar. Standard Chartered memproyeksikan nilai pasar tokenisasi RWA dapat menyentuh US4 triliun pada akhir 2028 seiring meningkatnya integrasi dari perbankan dan manajer investasi global.

Kendati demikian, Kendrick memberikan catatan bahwa pencapaian target harga tersebut membentang pada dua faktor risiko utama. Pertama, laju pertumbuhan tokenisasi aset institusional yang bisa saja lebih lambat dari estimasi. Kedua, eskalasi persaingan dari jaringan blockchain layer-2 atau layer-1 kompetitor yang memperebutkan pengembang proyek berskala besar. (NCK)


DIGIONARY:

● Arbitrum: Jaringan layer-2 pada blockchain Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi biaya eksekusi.
● Blockchain: Teknologi buku besar digital terdesentralisasi yang mencatat transaksi secara transparan dan aman di seluruh jaringan komputer.
● Layer-2: Protokol sekunder yang dibangun di atas jaringan blockchain utama (layer-1) untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan transaksi.
● Onchain: Seluruh aktivitas, transaksi, atau data yang dicatat dan diverifikasi secara langsung di dalam jaringan blockchain.
● Real-World Assets (RWA): Aset fisik atau finansial dunia nyata—seperti obligasi, properti, atau komoditas—yang dikonversi menjadi token digital.
● Risk-Adjusted Performance: Ukuran imbal hasil investasi yang telah disesuaikan dengan tingkat risiko yang diambil untuk memperoleh hasil tersebut.
● Robinhood Chain: Jaringan blockchain khusus yang dikembangkan oleh platform pialang Robinhood menggunakan infrastruktur Arbitrum.
● Token ARB: Token tata kelola aset kripto native yang digunakan di dalam ekosistem blockchain Arbitrum.
● Tokenisasi: Proses mengubah hak atas suatu aset berharga menjadi token digital yang dapat ditransaksikan pada blockchain.

#arbitrum #arb #standardchartered #ethereum #bitcoin #kripto #tokenisasi #realworldassets #rwa #blockchain #layer2 #robinhood #investasikripto #analisiskripto #pasarfinansial #pasardigital #altcoin #decentralizedfinance #teknologikeuangan #proyeksiharga

Comments are closed.