PT Bank Jago Tbk (ARTO) resmi memperkuat lini bisnis perbankan ritelnya dengan mengangkat Nicholas Tan Yanming sebagai Direktur Retail Banking Business setelah mengantongi persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pria berkebangsaan Singapura berusia 39 tahun yang bergelar doktor dari University of Cambridge ini membawa rekam jejak panjang di industri fintech dan pengembangan produk digital regional untuk memperakselerasi penetrasi nasabah ritel Bank Jago.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Restu Resmi OJK: Pengangkatan Nicholas Tan Yanming efektif berlaku 9 September 2026 pasca-RUPS Mei 2026 dan persetujuan regulator.
■ Rekam Jejak Fintech: Doktoral Cambridge dengan rekam jejak kepemimpinan di OneConnect Singapura dan Chief Product Officer DKatalis.
■ Integritas Bebas Afiliasi: Manajemen memastikan penunjukan dilakukan secara independen tanpa benturan kepentingan kepemilikan saham.
PT Bank Jago Tbk (ARTO) memperkuat jajaran manajemen eksekutifnya demi memacu pertumbuhan bisnis perbankan ritel berbasis digital. Bank berbasis ekosistem ini secara resmi mengumumkan penetapan Nicholas Tan Yanming sebagai Direktur Retail Banking Business. Langkah strategis ini mengemuka setelah perseroan menerima surat persetujuan efektif fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal September 2026, yang menandai berlakunya masa jabatan Nicholas secara efektif sejak 9 September 2026.
Pengangkatan profesional berkebangsaan Singapura ini sebelumnya telah disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan pada Mei 2026 lalu. Masuknya Nicholas ke dalam jajaran direksi diproyeksikan bakal memberikan warna baru bagi pengembangan produk ritel ARTO, mengingat latar belakang akademis dan pengalaman kerjanya yang ekstensif di lanskap teknologi finansial (fintech) kawasan Asia Tenggara.
Di usianya yang menginjak 39 tahun, Nicholas membawa portofolio kepemimpinan yang cukup solid. Lulusan bergelar doktor (Ph.D.) dari University of Cambridge ini mengawali kiprahnya di industri fintech regional saat bergabung dengan OneConnect Financial Technology di Singapura pada periode 2018 hingga 2021. Di anak perusahaan Ping An Group tersebut, posisi terakhir yang diembannya adalah Head of Platforms, Ecosystems, and Partnerships—sebuah posisi kunci yang menangani perancangan arsitektur kemitraan ekosistem digital.
Karier Nicholas di ekosistem perbankan digital Indonesia kemudian berlanjut ketika dirinya didapuk sebagai Chief Product Officer di DKatalis pada kurun 2021 hingga 2025. Sebagai entitas penyedia solusi teknologi yang erat kaitannya dengan pengembangan aplikasi Bank Jago, peran Nicholas sangat sentral dalam memformulasikan inovasi produk perbankan digital sebelum akhirnya ia bergabung secara langsung di Bank Jago pada 2025.
Direktur Kepatuhan Bank Jago, Tjit Siat Fun, menegaskan bahwa proses pencalonan hingga pengangkatan Nicholas telah memenuhi seluruh regulasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). “Beliau tidak terafiliasi dengan anggota dewan komisaris, anggota direksi, atau pemegang saham bank,” tegas Manajemen ARTO dalam keterangan resminya, memastikan independensi sang direktur anyar dalam menjalankan fungsi manajerial.
Langkah penyegaran direksi ini bertepatan dengan akselerasi kinerja operasional perseroan. Bank Jago tercatat berhasil membukukan performa positif dengan raihan laba bersih mencapai Rp189 miliar serta basis nasabah yang tumbuh pesat hingga menembus angka 20 juta pengguna. Kehadiran Nicholas diharapkan mampu makin memperkuat retensi nasabah ritel serta mengoptimalkan integrasi ekosistem mitra strategis perbankan digital tersebut.
Dengan masuknya Nicholas Tan Yanming, susunan dewan direksi Bank Jago kini dipimpin oleh Arief Harris Tandjung sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Tjit Siat Fun (Direktur Kepatuhan), serta jajaran direktur lainnya yakni Sonny Christian Joseph, Umakanth Rama Pai, Supranoto Prajogo, dan Nicholas Tan Yanming. Sementara itu, posisi Komisaris Utama tetap dipegang oleh banker senior Jerry Ng bersama Anika Faisal, Arief T. Surowidjojo, dan Mahdi Syahbuddin di jajaran dewan komisaris. (MMS) ■
DIGIONARY:
● Fit and Proper Test: Uji kemampuan dan kepatutan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk menilai kelayakan pimpinan lembaga keuangan.
● Good Corporate Governance (GCG): Prinsip tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
● OneConnect Financial Technology: Perusahaan penyedia platform teknologi keuangan terkemuka asal Singapura bagian dari Ping An Group.
● Retail Banking: Layanan perbankan yang difokuskan pada nasabah perorangan atau individu, mencakup simpanan, pinjaman, dan transaksi harian.
● Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): Organ perusahaan tertinggi yang menjadi wadah pemegang saham untuk mengambil keputusan strategis.
● Tidak Terafiliasi: Kondisi di mana seorang profesional bebas dari hubungan keluarga, kepemilikan saham, atau finansial yang menimbulkan benturan kepentingan.
#bankjago #arto #nicholastanyanming #direksibaru #perbankandigital #fintechindonesia #retailbanking #ojk #profiltokoh #ekosistemdigital #dkatalis #cambridgealumni #jerryng #sahamarto #bankdigital #kinerjabank #investasidigital #manajemenbank #ekonomidigital #beritaperbankan
bank jago, arto, nicholas tan yanming, direksi bank jago, perbankan digital, retail banking, fintech singapura, ojk, dkatalis, profil direktur, cambridge university, bank digital indonesia, saham arto, jerry ng, arief harris tandjung, fit and proper test, kinerja bank jago, nasabah bank jago, tata kelola perusahaan, ekosistem fintech,
