BTN JAKIM 2026 Dorong Inklusi, Menkes dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas

- 17 Juni 2026 - 11:12

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat komitmennya terhadap inklusivitas dan penerapan prinsip ESG melalui BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026. Dalam ajang yang diikuti lebih dari 45.000 peserta tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama sejumlah direksi BTN turun langsung menjadi guide runner bagi pelari disabilitas pada kategori 5K. Keterlibatan ini menjadi simbol dukungan terhadap kesetaraan akses olahraga sekaligus mempertegas peran BTN dalam mendorong inklusi sosial di luar layanan perbankan.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama empat direksi BTN menjadi guide runner bagi pelari disabilitas dalam BTN JAKIM 2026 sebagai simbol dukungan terhadap olahraga yang inklusif dan setara.
■ BTN menempatkan BTN JAKIM 2026 sebagai bagian dari implementasi ESG, khususnya aspek sosial, dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelari disabilitas dan komunitas olahraga.
■ Dengan lebih dari 45.000 peserta, BTN JAKIM 2026 tidak hanya memperkuat sport tourism Jakarta, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran publik terhadap inklusi sosial.


Ajang BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 tidak hanya menjadi panggung olahraga berskala internasional, tetapi juga menampilkan wajah inklusivitas yang semakin kuat. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama sejumlah direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) turun langsung mendampingi pelari disabilitas sebagai guide runner pada kategori 5K, menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang yang setara bagi semua kalangan.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif melalui penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan atlet dan pelari disabilitas binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dalam kategori 5K. Yang menarik, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin turut menjadi guide runner bersama empat direksi BTN, yakni Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa, Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho, serta 10 nasabah BTN.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin turut menjadi guide runner bersama empat direksi BTN, yakni Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa, Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho, serta 10 nasabah BTN. (Foto: Dok. BTN)

Kehadiran para guide runner tersebut menjadi bentuk dukungan langsung terhadap pelari disabilitas dalam menyelesaikan lomba. BTN ingin memastikan bahwa BTN JAKIM tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi.

Menkes: Lari Adalah Olahraga yang Inklusif

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan kehadiran pelari disabilitas menunjukkan bahwa olahraga lari dapat diakses oleh siapa pun tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang.

“Lari adalah olahraga yang inklusif, murah, dan sehat karena bisa dilakukan siapa saja. Teman-teman pelari disabilitas hari ini menunjukkan semangat luar biasa. Mereka membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak, berjuang, dan mencapai garis finis,” ujar Budi usai menyelesaikan lari 5K di BTN JAKIM 2026, Jakarta, Sabtu (13/6).

Menurut Budi, tren olahraga lari yang terus berkembang di Indonesia juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.

“Sekarang banyak masyarakat mulai suka lari. Ada yang memang serius latihan, ada juga yang awalnya ikut tren atau FOMO. Tidak masalah, yang penting masyarakat mulai bergerak. Dengan olahraga rutin, kita bisa menjaga kebugaran tubuh dan membuat tubuh lebih sehat,” ujar Budi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan aktivitas fisik yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung yang masih menjadi tantangan utama sistem kesehatan nasional.

BTN Perkuat Implementasi ESG

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan keterlibatan pelari disabilitas merupakan bagian dari strategi BTN untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang terbuka dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Menjadi guide runner bagi pelari disabilitas memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Kami tidak hanya berlari bersama, tetapi juga mendukung perjuangan dan semangat mereka di setiap langkah. Mereka menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah adalah nilai yang dapat menginspirasi kita semua,” ujar Setiyo.

Menurutnya, keterlibatan atlet disabilitas dalam BTN JAKIM merupakan kelanjutan dari program BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity yang sebelumnya digelar bersama atlet paralimpik di Solo.

“BTN JAKIM kami hadirkan sebagai lomba lari yang inklusif dan ramah untuk siapa saja, baik pelari profesional, komunitas lari, pelari pemula, masyarakat umum, maupun pelari disabilitas. Semangat inilah yang sejalan dengan penerapan ESG BTN, khususnya pada aspek sosial, yaitu menghadirkan dampak positif dan kesempatan yang setara bagi masyarakat,” ujar Setiyo.

Dukungan untuk Ekosistem Olahraga Disabilitas

Sebelumnya, Ketua NPC Indonesia memberikan apresiasi atas dukungan BTN dalam membuka ruang yang lebih luas bagi atlet dan pelari disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga nasional.

Kolaborasi antara sektor korporasi dan komunitas olahraga dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem olahraga disabilitas yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesetaraan akses.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BTN juga telah memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi atlet paralimpik serta terus melibatkan pelari disabilitas dalam berbagai kegiatan olahraga yang diselenggarakan perusahaan.

Sport Tourism dan Dampak Sosial

BTN JAKIM 2026 mencatat partisipasi lebih dari 45.000 pelari dari dalam dan luar negeri. Selain mendukung penguatan posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism, ajang ini juga menjadi sarana untuk mendorong gaya hidup sehat, memperkuat kohesi sosial, dan memperluas kampanye inklusivitas.

Bagi BTN, penyelenggaraan event olahraga berskala internasional bukan hanya bagian dari strategi brand engagement, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat implementasi ESG dan menciptakan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Seiring meningkatnya perhatian industri jasa keuangan terhadap aspek keberlanjutan, inisiatif seperti BTN JAKIM menunjukkan bahwa peran bank tidak lagi terbatas pada layanan keuangan, melainkan juga mencakup kontribusi terhadap pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. ●


DIGI-INSIGHTS:

Industri perbankan global semakin menempatkan aspek sosial sebagai bagian integral dari strategi ESG. BTN JAKIM 2026 menunjukkan bagaimana institusi keuangan dapat membangun engagement dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih inklusif. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan, aktivitas sosial yang terukur mulai menjadi indikator penting dalam penilaian reputasi perusahaan.

Bagi BTN, keterlibatan langsung direksi dalam mendampingi pelari disabilitas memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kegiatan seremonial. Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran strategi komunikasi korporasi dari model sponsorship tradisional menuju experiential engagement yang menciptakan kedekatan emosional dengan nasabah dan masyarakat. Tren serupa juga terlihat di berbagai bank global yang mengintegrasikan keberlanjutan dengan aktivitas komunitas.

Ke depan, agenda ESG sektor jasa keuangan diperkirakan akan semakin berfokus pada dampak sosial yang dapat diukur. Inklusivitas, aksesibilitas, dan keberagaman berpotensi menjadi indikator baru dalam evaluasi kinerja non-keuangan perusahaan. Dalam konteks tersebut, program seperti BTN JAKIM dapat menjadi contoh bagaimana institusi keuangan membangun nilai bisnis sekaligus menghasilkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas. ●


DIGIONARY:

● ESG: Kerangka keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
● Guide Runner: Pendamping pelari disabilitas yang membantu navigasi dan keselamatan selama lomba.
● Inklusi Sosial: Upaya memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh kelompok masyarakat.
● Jakarta International Marathon: Ajang lari internasional yang diselenggarakan di Jakarta.
● Komunitas Lari: Kelompok masyarakat yang aktif mengikuti kegiatan olahraga lari.
● NPC Indonesia: National Paralympic Committee Indonesia yang membina atlet disabilitas nasional.
● Pelari Disabilitas: Atlet atau peserta lari yang memiliki keterbatasan fisik tertentu.
● Risk Management: Fungsi manajemen risiko untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko organisasi.
● Sport Tourism: Aktivitas wisata yang terkait dengan penyelenggaraan atau partisipasi dalam event olahraga.
● Stakeholder: Pihak yang memiliki kepentingan terhadap suatu organisasi atau kegiatan.
● Sustainability: Konsep pembangunan dan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
● Transformasi Sosial: Perubahan positif dalam kehidupan masyarakat melalui program dan kebijakan tertentu.
● Wellness: Kondisi kesehatan fisik dan mental yang optimal.
● Zero Barrier Participation: Konsep partisipasi tanpa hambatan bagi seluruh kelompok masyarakat.
● 5K Run: Kategori lomba lari dengan jarak tempuh lima kilometer.

#BTNJAKIM2026 #BTN #BankBTN #JakartaInternationalMarathon #JAKIM2026 #ESGBTN #InklusiSosial #PelariDisabilitas #NPCIndonesia #MenkesBudi #SportTourism #HealthyLifestyle #LariIndonesia #MarathonIndonesia #Sustainability #KeuanganBerkelanjutan #Inklusivitas #OlahragaUntukSemua #ESGIndonesia #Digitalbankid

Comments are closed.