Persaingan kecerdasan buatan (AI) global memasuki fase baru yang semakin ketat. Data terbaru April 2026 menunjukkan skor “IQ” model AI melonjak signifikan dibanding tahun lalu, dengan dua model teratas berbagi posisi puncak di angka 145. Namun, selisih yang sangat tipis di papan atas menandakan satu hal: era dominasi tunggal mulai bergeser menuju kompetisi yang semakin merata.
Fokus:
■ Skor AI melonjak dari 135 ke 145 dalam setahun, menandakan percepatan signifikan kemampuan penalaran mesin.
■ Selisih tipis antar model papan atas menunjukkan kompetisi makin merata dan tidak lagi didominasi satu pemain.
■ Benchmark IQ hanya mengukur sebagian kemampuan AI, belum mencerminkan performa nyata di dunia industri.
Persaingan global dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) kini memasuki fase yang semakin rapat di level tertinggi. Laporan terbaru dari Visual Capitalist yang mengutip data TrackingAI menunjukkan bahwa sejumlah model AI terdepan kini bersaing sangat ketat dalam hal kemampuan penalaran.
Dalam pengujian berbasis Mensa Norway IQ test per April 2026, dua model—Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT 5.4 Pro (Vision)—berbagi posisi teratas dengan skor 145. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika skor tertinggi masih berada di kisaran 135.
Perlombaan menciptakan kecerdasan buatan paling canggih kini memasuki babak yang jauh lebih kompetitif. Jika sebelumnya hanya segelintir model mendominasi, kini papan atas diisi oleh banyak pemain dengan selisih skor yang nyaris tak berarti. Data terbaru menunjukkan, kemampuan AI berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan—dan persaingan pun semakin brutal.
Di bawahnya, model seperti Gemini 3.1 Pro Preview mencatat skor 141, disusul GPT 5.4 Thinking (Vision) dengan 139. Sementara itu, sejumlah model lain dari berbagai pengembang global juga mengisi papan atas dengan selisih yang sangat tipis—umumnya hanya terpaut beberapa poin.

Fenomena ini menandakan satu perubahan penting: tidak ada lagi dominasi absolut di puncak. Model-model AI kini bergerak menuju konvergensi kemampuan, di mana perbedaan performa semakin kecil.
Lompatan Cepat dalam Setahun
Kenaikan skor dari 135 menjadi 145 dalam waktu sekitar satu tahun menunjukkan betapa cepatnya evolusi AI, khususnya dalam kemampuan penalaran berbasis pola visual. Ini menjadi indikator bahwa investasi besar-besaran di sektor AI—baik dari perusahaan teknologi maupun negara—mulai membuahkan hasil nyata.
Menurut berbagai laporan industri, belanja global untuk pengembangan AI diperkirakan telah melampaui ratusan miliar dolar AS, dengan perusahaan teknologi besar terus meningkatkan kapasitas komputasi dan kualitas model mereka.
Meski papan atas semakin padat, tidak semua model mampu mengikuti laju tersebut. Beberapa model dari pengembang lain masih tertinggal cukup jauh, bahkan mencatat skor di bawah 100 dalam pengujian yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa kesenjangan teknologi masih ada, meski di sisi lain kompetisi di kelompok terdepan semakin sengit.
Benchmark IQ Bukan Segalanya
Perlu dicatat, pengujian ini menggunakan 35 soal berbasis pola visual dari Mensa Norway. Untuk model AI yang tidak memiliki kemampuan visual, soal diubah menjadi format teks. Artinya, hasil ini lebih tepat dibaca sebagai pembanding kemampuan tertentu—bukan ukuran mutlak kecerdasan AI secara keseluruhan.
Benchmark ini tidak mencakup aspek penting lain seperti kemampuan coding, akurasi fakta, penggunaan tools dan performa dalam konteks bisnis atau industri.
Dalam praktiknya, faktor-faktor tersebut justru sering menjadi penentu utama nilai AI di dunia nyata.
Arah Persaingan ke Depan
Dengan selisih skor yang semakin tipis, keunggulan kompetitif tidak lagi hanya ditentukan oleh kecerdasan dasar, tetapi juga oleh ekosistem, integrasi, dan kemampuan adaptasi AI dalam berbagai use case.
Persaingan kini bergeser dari “siapa paling pintar” menjadi “siapa paling berguna.”
Digionary:
● Artificial Intelligence: Teknologi yang memungkinkan mesin meniru kecerdasan manusia dalam berpikir dan belajar.
● Benchmark: Standar pengujian untuk membandingkan performa suatu sistem atau teknologi.
● Konvergensi AI: Kondisi ketika kemampuan berbagai model AI menjadi semakin mirip atau setara.
● Mensa IQ Test: Tes kecerdasan berbasis logika dan pola yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif.
● Model AI: Sistem berbasis algoritma yang dilatih untuk לבצע tugas tertentu seperti analisis data atau percakapan.
● Pattern Recognition: Kemampuan mengenali pola dalam data, baik visual maupun tekstual.
● Vision AI: AI yang mampu memproses dan memahami informasi berbasis gambar atau visual.
#AI #ArtificialIntelligence #Teknologi #OpenAI #Grok #Gemini #Claude #MachineLearning #DeepLearning #AI2026 #TeknologiMasaDepan #InovasiDigital #BigTech #AICompetition #DataScience #TransformasiDigital #FutureTech #AIModels #TechTrends #DigitalEconomy
