Lloyds Percepat Transformasi AI, Buka Ratusan Lowongan untuk Bangun Bank Masa Depan

- 24 Juni 2026 - 19:50

Lloyds Banking Group mempercepat transformasi kecerdasan buatan (AI) dengan membuka hampir 300 posisi baru yang berfokus pada agentic AI, mulai dari ilmuwan data hingga spesialis AI yang bertanggung jawab. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar bank asal Inggris tersebut untuk menciptakan lebih dari 1.000 pekerjaan baru terkait AI pada 2026. Di tengah kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan manusia, Lloyds justru menunjukkan tren berbeda: bank membutuhkan lebih banyak talenta untuk mengembangkan, mengelola, dan mengawasi sistem AI yang semakin otonom dalam mendeteksi fraud, membantu nasabah, hingga mendukung pengambilan keputusan bisnis.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Lloyds membuka hampir 300 posisi agentic AI sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran teknologi AI di seluruh operasional bank.
■ Lebih dari 700 karyawan telah terlibat dalam pengembangan AI, sementara 67.000 pegawai mendapatkan pelatihan melalui AI Academy.
■ Agentic AI digunakan untuk mendeteksi penipuan secara real-time, membantu nasabah, dan mendukung pengambilan keputusan manajemen.


Ketika banyak perusahaan mulai memangkas tenaga kerja karena otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), Lloyds Banking Group mengambil langkah berbeda. Bank terbesar di Inggris itu justru membuka hampir 300 posisi baru yang berhubungan langsung dengan pengembangan agentic AI, teknologi AI generasi baru yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri.

Rekrutmen tersebut mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari data scientist, AI scientist, engineer, spesialis responsible AI hingga AI product manager. Kandidat akan direkrut baik dari internal maupun eksternal perusahaan.

Langkah ini merupakan bagian dari agenda transformasi digital Lloyds yang lebih luas. Bank tersebut menargetkan penciptaan lebih dari 1.000 pekerjaan baru terkait AI sepanjang 2026, sekaligus memperluas penggunaan teknologi tersebut di berbagai lini bisnis.

Di tengah meningkatnya persaingan industri keuangan untuk memanfaatkan AI, Lloyds menjadi salah satu institusi yang bergerak paling agresif dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke operasional sehari-hari.

Saat ini, lebih dari 700 pegawai Lloyds telah terlibat langsung dalam pengembangan dan implementasi sistem AI di berbagai unit kerja.

AI Tidak Lagi Sekadar Eksperimen

Berbeda dengan pendekatan banyak institusi yang masih berada pada tahap uji coba, Lloyds telah membawa AI ke penggunaan nyata yang berinteraksi langsung dengan nasabah.

Salah satu implementasi yang telah berjalan adalah asisten keuangan berbasis AI yang digunakan oleh lebih dari 500.000 nasabah Bank of Scotland. Teknologi itu dirancang untuk membantu nasabah mengelola keuangan, memberikan rekomendasi, serta mendukung layanan perbankan yang lebih personal. Yang terbaru, Lloyds meluncurkan serangkaian agen AI untuk mendeteksi penipuan transaksi secara real-time.

Sistem tersebut memantau perilaku dan pola transaksi nasabah secara berkelanjutan. Jika ditemukan aktivitas mencurigakan, AI dapat memberikan peringatan dan membantu menghentikan transaksi sebelum dana keluar dari rekening.

Bank menyebut pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan konsisten dibandingkan proses manual, terutama ketika pola fraud terus berkembang semakin kompleks.

Menurut laporan industri, kerugian akibat fraud perbankan digital terus meningkat secara global. Data UK Finance menunjukkan kerugian akibat penipuan pembayaran dan transaksi digital di Inggris mencapai lebih dari £1 miliar per tahun dalam beberapa tahun terakhir, mendorong bank-bank besar mempercepat investasi pada AI dan analitik data.

Investasi pada SDM Jadi Prioritas

Meski AI semakin canggih, Lloyds menegaskan bahwa investasi pada sumber daya manusia tetap menjadi bagian penting dari strategi mereka. Pada Januari 2026, Lloyds meluncurkan AI Academy yang ditujukan bagi seluruh 67.000 pegawainya. Program ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan AI agar karyawan dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara aman dan bertanggung jawab dalam pekerjaan sehari-hari.

Selain itu, bank juga memperkuat pasokan talenta masa depan melalui program magang Level 6 AI Engineering Apprenticeship.

Sebanyak 33 peserta magang baru akan bergabung tahun ini di berbagai pusat operasional Lloyds di Inggris. Mereka akan menggabungkan pengalaman kerja langsung dengan pendidikan formal di bidang rekayasa AI.

Strategi ini mencerminkan pandangan yang semakin berkembang di industri keuangan bahwa AI tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga talenta manusia yang mampu membangun, mengawasi, dan memastikan penggunaannya sesuai regulasi.

AI Masuk ke Ruang Direksi

Transformasi AI di Lloyds bahkan telah menjangkau level tertinggi organisasi.
Laporan The Times pada April lalu menyebut Lloyds menjadi salah satu perusahaan blue-chip pertama di Inggris yang menggunakan sistem AI khusus di ruang rapat dewan direksi.

Sistem yang disebut “board bot” tersebut membantu direksi dan eksekutif senior dalam meninjau dokumen rahasia, mempersiapkan rapat, hingga mengidentifikasi potensi bias dalam pengambilan keputusan.

Penggunaan AI di tingkat manajemen menunjukkan bahwa teknologi ini tidak lagi dipandang sekadar alat operasional, melainkan telah menjadi bagian dari proses tata kelola perusahaan.

Agentic AI Jadi Medan Persaingan Baru

Rekrutmen besar-besaran Lloyds terjadi ketika industri keuangan global mulai memasuki era agentic AI.

Berbeda dengan generative AI yang hanya merespons perintah pengguna, agentic AI mampu menjalankan serangkaian tugas secara mandiri berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.

Lembaga riset Gartner memperkirakan bahwa pada 2028 sekitar 33% aplikasi perangkat lunak perusahaan akan mengintegrasikan agentic AI, naik tajam dari kurang dari 1% pada 2024.

Sementara itu, McKinsey memperkirakan AI generatif dan agentic AI berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga triliunan dolar AS setiap tahun, dengan sektor jasa keuangan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar.

Bagi perbankan, teknologi ini dipandang mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat deteksi fraud, memperbaiki layanan pelanggan, dan membantu pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat.

Namun, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada ketersediaan talenta yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis, teknologi, dan tata kelola.

Langkah Lloyds menunjukkan bahwa di era AI, kebutuhan terhadap sumber daya manusia tidak hilang. Yang berubah adalah jenis keterampilan yang dibutuhkan. ●


DIGIONARY:

● Agentic AI: Teknologi AI yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri berdasarkan tujuan tertentu.
● AI Academy: Program pelatihan internal untuk meningkatkan kemampuan dan literasi AI karyawan.
● AI Product Manager: Profesional yang mengelola pengembangan dan implementasi produk berbasis AI.
● Data Scientist: Ahli yang mengolah dan menganalisis data untuk menghasilkan insight bisnis.
● Fraud Detection: Sistem untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas penipuan keuangan.
● Generative AI: AI yang menghasilkan konten baru seperti teks, gambar, audio, atau kode berdasarkan perintah pengguna.
● Machine Learning: Cabang AI yang memungkinkan sistem belajar dari data tanpa diprogram secara eksplisit.
● Responsible AI: Pendekatan penggunaan AI yang memperhatikan aspek etika, transparansi, keamanan, dan kepatuhan regulasi.
● Real-Time Monitoring: Pemantauan aktivitas secara langsung saat peristiwa terjadi.
● Board Bot: Sistem AI yang digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan dan persiapan rapat direksi.

#LloydsBankingGroup #AgenticAI #ArtificialIntelligence #AIBanking #DigitalBanking #BankingInnovation #FinancialServices #BankingTechnology #AIAcademy #FutureOfBanking #AIJobs #DataScientist #AIFraudDetection #ResponsibleAI #Fintech #DigitalTransformation #AIEngineer #MachineLearning #BankingIndustry #FinancialInnovation

Comments are closed.