KBank Gandeng Ant International Bangun Pembayaran Global Berbasis Blockchain

- 29 Mei 2026 - 15:29

KASIKORNBANK (KBank) memperkuat strategi transformasi digital dan pembayaran lintas negara dengan menggandeng Ant International untuk membangun infrastruktur pembayaran dolar AS berbasis blockchain. Kolaborasi ini menggabungkan sistem keuangan teregulasi milik bank dengan teknologi AI dan blockchain guna memungkinkan transaksi lintas negara real-time selama 24 jam. Langkah tersebut mencerminkan percepatan adopsi blockchain oleh bank-bank besar Asia Tenggara untuk meningkatkan efisiensi likuiditas, mempercepat settlement, dan memperkuat daya saing pembayaran global di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi digital lintas negara.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ KBank menggandeng Ant International dan Kinexys by J.P. Morgan untuk membangun sistem pembayaran dolar AS berbasis blockchain yang memungkinkan transaksi real-time 24/7 lintas negara.
■ Bank-bank Asia mulai memanfaatkan AI dan blockchain untuk meningkatkan efisiensi settlement, mempercepat transaksi global, dan mengurangi hambatan likuiditas dalam pembayaran cross-border.
■ Kolaborasi bank dan perusahaan teknologi dinilai menjadi model baru transformasi industri keuangan digital di tengah meningkatnya kebutuhan pembayaran global yang cepat, aman, dan scalable.


KASIKORNBANK (KBank) mempercepat transformasi digital pembayaran lintas negara dengan menggandeng Ant International membangun infrastruktur transaksi dolar AS berbasis blockchain. Kolaborasi ini menandai semakin agresifnya bank-bank Asia mengintegrasikan AI, blockchain, dan sistem pembayaran real-time untuk mempercepat settlement, meningkatkan efisiensi likuiditas, serta memperkuat pengalaman transaksi global bagi merchant dan pelaku usaha lintas negara.
KBank Gandeng Ant International Bangun Infrastruktur Pembayaran USD Berbasis Blockchain

KASIKORNBANK (KBank), salah satu bank terbesar Thailand, menggandeng Ant International untuk membangun infrastruktur pembayaran lintas negara berbasis blockchain yang memungkinkan transaksi dolar AS berjalan real-time selama 24 jam.

Kolaborasi tersebut mengombinasikan kapabilitas sistem keuangan teregulasi milik KBank dengan teknologi AI dan jaringan pembayaran global Ant International. Infrastruktur baru itu akan menggunakan Blockchain Deposit Accounts dari Kinexys by J.P. Morgan, platform pembayaran blockchain milik JPMorgan.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi lintas negara yang lebih cepat, murah, dan efisien di kawasan Asia Tenggara. Industri pembayaran global saat ini menghadapi tantangan besar berupa fragmentasi infrastruktur, keterbatasan jam operasional sistem perbankan tradisional, serta tingginya biaya settlement internasional.

“Transformasi digital menjadi faktor utama persaingan industri perbankan global,” demikian salah satu pesan utama dari kolaborasi tersebut dikutip dari Kbank.

Strategi KBank Perkuat Pembayaran Digital Regional

Bagi KBank, kerja sama ini merupakan bagian dari strategi memperkuat posisi di ekosistem pembayaran digital regional dan mempercepat digitalisasi transaksi lintas negara di Asia Tenggara.

Sebelumnya, KBank juga telah mengintegrasikan sistem pembayaran dengan Grab QR di Singapura guna memperluas layanan pembayaran regional berbasis QR cross-border.

Dalam kerja sama terbaru ini, KBank dan Ant International berencana mengembangkan solusi end-to-end yang mencakup penerimaan pembayaran, clearing, hingga settlement lintas negara. Implementasi penuh tetap menunggu persetujuan regulator terkait.

Bank-bank Asia kini mulai memanfaatkan blockchain untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat transaksi internasional. Teknologi distributed ledger dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap proses settlement tradisional yang memerlukan waktu lebih panjang dan biaya lebih tinggi.

AI dan Blockchain Jadi Infrastruktur Baru Perbankan

Ant International akan memanfaatkan infrastruktur baru tersebut untuk meningkatkan efisiensi inbound dan outbound settlement bagi merchant global yang terhubung dalam jaringannya.

Perusahaan itu sebelumnya menyebut telah terhubung dengan lebih dari 150 juta merchant global. Ant International juga memiliki jaringan pembayaran digital yang menghubungkan sekitar 1,8 miliar akun konsumen di berbagai negara melalui Alipay+.

KPLUS, aplikasi mobile banking milik KBank, sebelumnya telah terintegrasi dengan Alipay+. Selain itu, KPLUS juga tersedia sebagai opsi pembayaran di Google Pay bagi merchant Thailand melalui layanan Antom.

Executive Vice President KASIKORNBANK, Karin Boonlertvanich, mengatakan sistem pembayaran lintas negara saat ini masih menghadapi keterbatasan likuiditas akibat infrastruktur yang terfragmentasi.

“Kolaborasi ini menjawab keterbatasan fundamental dalam sistem keuangan lintas negara saat ini, di mana pergerakan likuiditas masih terhambat oleh infrastruktur yang terfragmentasi,” ujarnya.

Ia menambahkan integrasi blockchain dengan sistem keuangan teregulasi akan menciptakan aliran dana yang lebih berkelanjutan, transparan, dan scalable antara jaringan global dan ekonomi lokal.

Sementara itu, General Manager Platform Tech sekaligus Senior Vice President Ant International, Kelvin Li, menilai bank-bank di emerging markets mulai bersiap menghadapi ekonomi global yang semakin terkoneksi.

“Di emerging markets, pemimpin industri seperti KBank sedang mempersiapkan komunitas menuju ekonomi global yang semakin terhubung dengan penerapan AI dan blockchain yang lebih luas dan aman,” ujar Kelvin Li.

“Kami senang dapat mendukung KBank dengan solusi fintech untuk memberdayakan merchant Thailand, khususnya usaha kecil, melalui alat pembayaran yang lebih efisien agar dapat berkembang secara global,” tambahnya.

Persaingan Pembayaran Cross-Border Memanas

Kolaborasi KBank dan Ant International mencerminkan tren besar di industri keuangan global. Bank, fintech, hingga perusahaan teknologi kini berlomba membangun infrastruktur pembayaran lintas negara yang lebih cepat dan murah.

Persaingan semakin ketat setelah munculnya stablecoin, Central Bank Digital Currency (CBDC), tokenisasi aset, hingga blockchain settlement network yang mulai digunakan untuk transaksi institusional.

Bank-bank besar global seperti JPMorgan, HSBC, Citi, hingga Standard Chartered juga mulai mengembangkan solusi blockchain untuk treasury, trade finance, dan cross-border settlement.

Di Asia Tenggara, percepatan digitalisasi pembayaran juga didorong pertumbuhan ekonomi digital kawasan yang diperkirakan mencapai lebih dari US$300 miliar dalam beberapa tahun mendatang menurut berbagai riset industri.

Pembayaran real-time lintas negara menjadi salah satu kebutuhan utama seiring meningkatnya transaksi e-commerce, remitansi, perjalanan internasional, dan perdagangan digital antarnegara.

Risiko dan Tantangan Regulasi

Meski menjanjikan efisiensi, implementasi blockchain dalam sistem pembayaran perbankan tetap menghadapi tantangan besar, mulai dari regulasi lintas yurisdiksi, keamanan siber, anti pencucian uang (AML), hingga interoperabilitas sistem.

Regulator di berbagai negara juga masih berupaya menyeimbangkan inovasi teknologi dengan stabilitas sistem keuangan.

Karena itu, kolaborasi antara bank teregulasi dan perusahaan teknologi seperti Ant International dipandang sebagai model baru pengembangan infrastruktur keuangan digital yang lebih aman dan scalable.

Bagi industri perbankan, AI dan blockchain kini tidak lagi sekadar proyek eksperimental. Teknologi tersebut mulai bergerak menjadi fondasi baru sistem pembayaran global modern. ●


DIGI-INSIGHTS:

Industri perbankan Asia mulai memasuki fase baru transformasi digital, yakni pergeseran dari sekadar digital channel menuju pembangunan infrastruktur keuangan generasi baru berbasis AI dan blockchain. Kolaborasi KBank dan Ant International menunjukkan bahwa kompetisi bank kini bukan hanya soal aplikasi mobile banking, tetapi siapa yang mampu membangun jaringan likuiditas global paling efisien dan real-time.

Bagi bank-bank di Asia Tenggara, cross-border payment menjadi area strategis karena pertumbuhan ekonomi digital kawasan semakin bergantung pada transaksi lintas negara. Infrastruktur pembayaran tradisional berbasis correspondent banking dinilai tidak lagi cukup cepat untuk mendukung kebutuhan e-commerce, platform digital, remitansi, dan ekonomi berbasis merchant global. Karena itu, blockchain mulai diposisikan sebagai mesin baru settlement keuangan internasional.

Kolaborasi bank dan perusahaan teknologi juga memperlihatkan arah baru industri keuangan global. Bank tetap menjadi pemilik lisensi, tata kelola, dan kepercayaan regulator, sementara perusahaan teknologi membawa AI, jaringan digital, dan kapabilitas data analytics. Model hibrida ini berpotensi menjadi arsitektur dominan industri keuangan masa depan, termasuk di Indonesia ketika bank mulai menghadapi tekanan efisiensi, kebutuhan real-time banking, dan perubahan perilaku nasabah digital. ●


DIGIONARY:

● AI: Teknologi kecerdasan buatan untuk analisis data dan otomatisasi sistem.
● Alipay+: Jaringan pembayaran digital global milik Ant International.
● AML: Anti Money Laundering atau sistem pencegahan pencucian uang.
● Blockchain: Teknologi distributed ledger untuk pencatatan transaksi digital.
● CBDC: Mata uang digital bank sentral yang diterbitkan regulator moneter.
● Clearing: Proses verifikasi dan pencocokan transaksi keuangan.
● Cross-border payment: Pembayaran lintas negara antarindividu atau perusahaan.
● Distributed ledger: Sistem pencatatan data terdesentralisasi di banyak node.
● Emerging markets: Negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi tinggi.
● Fintech: Teknologi yang digunakan untuk layanan keuangan digital.
● Kinexys: Platform pembayaran blockchain milik J.P. Morgan.
● Liquidity: Kemampuan sistem keuangan menyediakan dana tunai cepat.
● Merchant: Pelaku usaha atau penjual yang menerima pembayaran digital.
● Settlement: Penyelesaian akhir transaksi keuangan antar pihak.
● Tokenisasi: Proses mengubah aset menjadi representasi digital berbasis blockchain.

#KBank #AntInternational #Blockchain #DigitalBanking #CrossBorderPayment #AI #Fintech #Payments #JPMorgan #Kinexys #Thailand #BankingTechnology #FinancialInfrastructure #DigitalTransformation #RealTimePayments #AsiaFintech #EmbeddedFinance #OpenBanking #Cybersecurity #digitalbankid

KBank, Ant International, blockchain payment, pembayaran lintas negara, cross-border payment, digital banking, AI perbankan, blockchain banking, transaksi real-time, Kinexys JPMorgan, settlement blockchain, fintech Asia Tenggara, pembayaran digital Thailand, KPLUS, Alipay+, infrastruktur pembayaran global, bank digital Asia, transformasi digital perbankan, teknologi keuangan, blockchain USD payment,

Comments are closed.