Ant International meluncurkan Agentic Mobile Protocol (AMP), protokol open-source yang memungkinkan transaksi pembayaran berbasis AI terintegrasi langsung ke ekosistem mobile global. Dengan potensi menjangkau 4,4 miliar pengguna dompet digital, AMP diproyeksikan menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan AI commerce yang semakin masif.
Fokus:
■ AMP hadir sebagai protokol open-source pertama untuk pembayaran AI lintas platform mobile global.
■ Terhubung dengan 4,4 miliar pengguna dompet digital, dorong pertumbuhan AI commerce hingga US$28 miliar.
■ Dukung transaksi mikro hingga US$0,000001 dan percepat integrasi sistem hingga 50%.
Peran kecerdasan buatan dalam ekonomi digital kian meluas—tidak lagi sekadar menganalisis, tetapi mulai mengambil keputusan hingga mengeksekusi transaksi. Di titik inilah Ant International masuk, dengan memperkenalkan infrastruktur baru yang memungkinkan AI bertransaksi secara mandiri di berbagai platform mobile.
Ant International resmi memperkenalkan Agentic Mobile Protocol (AMP), sebuah protokol open-source yang dirancang untuk menghubungkan sistem pembayaran dengan agen berbasis kecerdasan buatan (AI agent) secara langsung di berbagai perangkat mobile.
AMP dikembangkan untuk menjawab kebutuhan baru dalam ekosistem agentic commerce—sebuah model ekonomi di mana AI tidak hanya membantu, tetapi juga menjalankan transaksi secara otonom. Protokol ini dirancang untuk bekerja lintas platform, mulai dari dompet digital, aplikasi perbankan, super app, hingga perangkat wearable seperti smartwatch dan perangkat augmented reality.
“Kami berterima kasih kepada para mitra, acquirer, dan developer atas kontribusinya dalam proyek ini. Protokol agentic untuk mobile commerce yang menjamin efisiensi dan keamanan andal akan menjadi kunci bagi bisnis, baik skala besar maupun kecil, untuk memperluas jangkauan ke berbagai pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kami menantikan pengembangan kemitraan strategis untuk mendorong kemajuan AI commerce,” ujar Jiang-Ming Yang, Chief Innovation Officer, Ant International dalam keterangan resminya yang diterima digitalbank.id.
Dompet Digital Jadi Fondasi Baru
Peluncuran AMP tidak bisa dilepaskan dari lonjakan penggunaan dompet digital secara global. Saat ini, jumlah pengguna telah mencapai 4,4 miliar dan diproyeksikan menembus lebih dari 6 miliar pada 2030—atau sekitar 75% populasi dunia. Dalam lanskap tersebut, dompet digital tidak lagi sekadar alat pembayaran, tetapi menjadi pintu masuk utama bagi integrasi teknologi AI dalam aktivitas ekonomi.
Di saat yang sama, pasar agentic commerce diperkirakan mencapai US$28 miliar pada 2030 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 46%. Pertumbuhan ini didorong oleh pergeseran dari penggunaan AI sebagai alat bantu menuju sistem transaksi otonom berbasis agen.
Mengatasi Keterbatasan Sistem Lama
Selama ini, sistem pembayaran digital masih didominasi oleh infrastruktur berbasis kartu, yang dinilai belum sepenuhnya kompatibel dengan kebutuhan transaksi berbasis AI. Padahal, dalam ekosistem AI-native, dibutuhkan sistem yang mampu mengautentikasi agen secara real-time, memverifikasi identitas digital secara mulus dan menyelesaikan transaksi tanpa intervensi manusia
AMP hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan memungkinkan integrasi langsung fungsi pembayaran ke dalam alur kerja AI tanpa perlu perubahan sistem yang kompleks.
Transaksi Mikro hingga Lintas Perangkat
Salah satu terobosan utama AMP adalah kemampuannya mendukung transaksi mikro antar agen (agent-to-agent settlement). Sistem ini mampu memproses transaksi hingga nilai terkecil, yakni US$0,000001, dengan pencatatan secara real-time.
Kemampuan ini menjadi penting dalam ekonomi digital masa depan yang diperkirakan akan dipenuhi transaksi berfrekuensi tinggi dengan nilai sangat kecil—sesuatu yang sulit ditangani oleh sistem pembayaran konvensional.
Selain itu, AMP juga dirancang untuk lintas perangkat. Agen AI dapat melakukan pembayaran melalui berbagai antarmuka, mulai dari smartphone hingga sistem kendaraan dan perangkat wearable. Dari sisi efisiensi, integrasi agen ke sistem pembayaran dapat dipercepat hingga 50% dibandingkan metode tradisional berbasis kartu.
Keamanan dan Standar Global
Untuk menjawab tantangan keamanan, AMP memperkenalkan kerangka Know Your Agent (KYA), yang berfungsi sebagai sistem verifikasi identitas digital bagi agen AI. Melalui mekanisme ini, setiap agen memiliki tingkat kepercayaan yang dapat diukur dan dikontrol, termasuk dalam hal otorisasi transaksi.
Sebagai protokol open-source, AMP juga ditujukan untuk menjadi standar global yang dapat diaudit dan diadopsi lintas industri. Saat ini, implementasi AMP didukung oleh jaringan Alipay+, yang menghubungkan lebih dari 40 mitra dompet digital, mencakup 1,8 miliar pengguna dan 150 juta merchant.
Ant International juga bekerja sama dengan pemain global seperti Visa, Mastercard, dan Google dalam pengembangan ekosistem pembayaran berbasis AI.
Menuju Ekonomi Berbasis Agen
Peluncuran AMP menandai pergeseran penting dalam evolusi ekonomi digital. Jika sebelumnya transaksi dilakukan oleh manusia dengan bantuan teknologi, kini teknologi mulai menjadi pelaku utama transaksi Perubahan ini berpotensi mengubah cara bisnis beroperasi—dari model berbasis interaksi manusia menjadi sistem yang dijalankan oleh agen digital secara otonom.
Namun, di balik peluang tersebut, tantangan baru juga muncul, terutama terkait regulasi, keamanan, dan kepercayaan terhadap sistem berbasis AI.
Digionary:
● Agentic commerce: Model ekonomi di mana agen AI dapat melakukan transaksi secara mandiri.
● AMP: Protokol open-source untuk integrasi pembayaran berbasis AI di ekosistem mobile.
● KYA (Know Your Agent): Sistem identifikasi dan verifikasi agen AI.
● LLM: Model AI yang mampu memahami dan menghasilkan bahasa manusia.
● Settlement: Proses penyelesaian transaksi keuangan secara final.
● Wearable: Perangkat teknologi yang dapat dikenakan seperti smartwatch.
