RUPSLB BTN Rombak Lima Direksi, Transformasi Beyond Mortgage Masuk Fase Baru

- 4 September 2026 - 18:34

RUPSLB PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada 4 September 2026 menetapkan lima direktur baru di tengah percepatan Transformasi BTN Jilid II dan strategi Beyond Mortgage. Pergantian mencakup posisi Finance & Strategy, Human Capital & Compliance, Consumer Banking, Risk Management, dan Information Technology, sementara Dewan Komisaris tetap. Perubahan ini dilakukan saat kinerja BTN masih tumbuh kuat, dengan aset mencapai Rp545,16 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418,11 triliun, DPK Rp433 triliun, dan laba bersih Rp2,41 triliun hingga Juni 2026. Manajemen berharap jajaran baru dapat memperluas bisnis BTN dari dominasi KPR menuju consumer banking, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru tanpa meninggalkan bisnis perumahan sebagai kompetensi utama.


DIGI-HIGHLIGHTS

■ BTN mengganti lima direktur di posisi strategis saat perseroan mempercepat Transformasi Jilid II dan strategi Beyond Mortgage.
■ Beyond Mortgage diarahkan memperluas bisnis BTN dari KPR ke consumer banking, transaksi, payroll, investasi dan pembiayaan lainnya.
■ Pergantian manajemen berlangsung saat laba BTN tumbuh 40,78% hingga Juni 2026, dengan aset mencapai Rp545,16 triliun.


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN merombak lima dari 12 posisi Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (4/9/2026). Pergantian tersebut mencakup sejumlah posisi yang berada di jantung transformasi bisnis perseroan, mulai dari keuangan, teknologi, manajemen risiko hingga consumer banking.

RUPSLB yang digelar di Menara BTN, Jakarta, menetapkan lima direktur baru, sementara susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu tetap memimpin perseroan bersama Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo.

Lima posisi yang berubah adalah Direktur Finance & Strategy, Direktur Human Capital & Compliance, Direktur Consumer Banking, Direktur Risk Management, dan Direktur Information Technology.

Nofry Rony Poetra digantikan Adityo Kusumo sebagai Direktur Finance & Strategy. Eko Waluyo digantikan Wiwik Wahyuni sebagai Direktur Human Capital & Compliance. Posisi Direktur Consumer Banking yang sebelumnya dijabat Hirwandi Gafar kini diisi Evita Barliana.

RUPSLB BTN BTN mengganti lima direktur di posisi strategis saat perseroan mempercepat Transformasi Jilid II dan strategi Beyond Mortgage.

Sementara itu, Setiyo Wibowo digantikan Johanes Barus sebagai Direktur Risk Management dan Tan Jacky Chen digantikan Gatot Prasetyo sebagai Direktur Information Technology.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari regenerasi dan peremajaan pengelolaan perseroan.

“Saya menangkap perubahan ini sebagai bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan di Bank Tabungan Negara. Kami berterima kasih kepada pemegang saham dan menyambut Direksi baru yang akan bergabung dengan BTN. Harapannya, BTN ke depan bisa jauh lebih baik lagi,” ujar Nixon.

Menurut Nixon, jajaran baru membawa pengalaman yang beragam dan diharapkan dapat memperkuat kapasitas manajemen dalam menjalankan agenda transformasi BTN.

“Banyak generasi muda yang menggantikan dan menurut saya sudah pas dengan visi BTN ke depan, yaitu Beyond Mortgage. Kalau melihat pengalaman mereka yang cukup luas, mudah-mudahan ini bisa membantu mempercepat Transformasi BTN Jilid II dan mempercepat capaian Beyond Mortgage, sehingga BTN menjadi bank yang sangat kuat dalam consumer banking,” kata Nixon.

Lima Posisi Strategis

Komposisi baru tersebut membawa latar belakang yang beragam. Adityo Kusumo sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia. Wiwik Wahyuni sebelumnya menjabat Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management.

Johanes Barus sebelumnya merupakan Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik. Evita Barliana sebelumnya menjabat Head of Non Branch Channel Sharia PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia. Adapun Gatot Prasetyo sebelumnya menjabat SVP IT Application Support Group Head PT Bank Syariah Indonesia.

Pergantian tersebut terjadi ketika BTN sedang mengubah arah bisnis dari bank yang identik dengan pembiayaan perumahan menjadi bank konsumer dengan cakupan layanan yang lebih luas.

Strategi Beyond Mortgage tetap menempatkan pembiayaan perumahan sebagai kompetensi utama BTN. Namun, perseroan ingin memperluas hubungan dengan nasabah ke kebutuhan finansial lain, termasuk transaksi, pembiayaan konsumtif, investasi, payroll hingga layanan finansial jangka panjang.

Dalam beberapa bulan terakhir, BTN memperluas strategi tersebut melalui sejumlah langkah. Pada Mei 2026, misalnya, BTN menandatangani transaksi pengalihan portofolio kredit pensiunan, pra-pensiunan, dan kredit karyawan aktif dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan nilai estimasi sekitar Rp19,92 triliun. Portofolio tersebut terdiri atas sekitar Rp12,58 triliun kredit pensiunan dan pra-pensiunan serta Rp7,34 triliun pinjaman karyawan aktif dan segmen terkait.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Beyond Mortgage mulai diarahkan bukan sekadar sebagai perluasan produk, tetapi juga sebagai upaya memperbesar basis bisnis ritel BTN melalui payroll loan, kredit pensiunan dan transactional banking.

BTN juga mengembangkan layanan di luar KPR melalui penguatan consumer banking, digital banking dan ekosistem properti. Perseroan sebelumnya menyebut telah menyalurkan sekitar 6 juta KPR sejak 1976 dengan nilai kumulatif Rp530 triliun hingga awal April 2026.

Kinerja Tetap Tumbuh

Pergantian manajemen berlangsung ketika kinerja keuangan BTN menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga Juni 2026, aset BTN mencapai Rp545,16 triliun, tumbuh 12,41% secara tahunan. Kredit dan pembiayaan meningkat 11,17% menjadi Rp418,11 triliun, sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp433 triliun atau tumbuh 6,55%.

Laba bersih BTN pada periode yang sama mencapai Rp2,41 triliun, tumbuh 40,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut menjadi salah satu modal bagi manajemen baru untuk melanjutkan agenda transformasi. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari bisnis inti yang selama ini menjadi kekuatan BTN.

Dalam strategi Beyond Mortgage, ukuran keberhasilan tidak lagi cukup dilihat dari pertumbuhan KPR. BTN perlu memperbesar kontribusi bisnis konsumer lainnya, memperluas basis nasabah, meningkatkan transaksi dan dana murah, serta menciptakan sumber pendapatan baru.

Arah tersebut juga terlihat dalam pengembangan layanan nasabah. Pada April 2026, BTN memperluas layanan Beyond Mortgage melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono untuk segmen BTN Prioritas. Hingga kuartal I 2026, CASA Wealth Management BTN tercatat Rp12,57 triliun, naik dari Rp10,74 triliun setahun sebelumnya.

BTN juga sebelumnya menyatakan ingin memperluas layanan dari payroll, kartu kredit, investasi, kredit renovasi rumah, kredit multiguna hingga pembiayaan kendaraan dan modal kerja.

Dengan demikian, lima direktur baru akan berada di tengah fase penting tersebut. Direktur Consumer Banking dituntut mempercepat monetisasi basis nasabah, sementara Direktur IT harus memastikan transformasi digital menjadi mesin pertumbuhan, bukan sekadar modernisasi sistem.

Di sisi lain, perubahan Direktur Risk Management menjadi penting karena ekspansi ke bisnis konsumer membawa profil risiko yang berbeda dengan pembiayaan perumahan. Pertumbuhan kredit konsumer, payroll loan, digital lending, transaksi digital dan layanan berbasis data membutuhkan penguatan pengendalian risiko kredit, fraud, siber serta risiko model.

Nixon mengatakan jajaran manajemen baru diharapkan dapat membawa BTN ke fase transformasi berikutnya.

“Kami berharap BTN ke depan jauh lebih baik dibandingkan dengan yang sudah dicapai sampai hari ini. Itu ekspektasi kami. Sekali lagi, kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa kepada BTN,” ujar Nixon.

Susunan Pengurus BTN Hasil RUPSLB

Setelah RUPSLB, susunan Dewan Komisaris BTN tidak berubah. Suryo Utomo tetap menjabat Komisaris Utama, dengan Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama.

Komisaris Independen terdiri atas Panangian Simanungkalit, Pietra Machreza Paloh dan Ida Nuryanti. Sementara Fahri Hamzah dan Didyk Choiroel tetap menjabat sebagai Komisaris.

Di jajaran Direksi, Nixon L.P. Napitupulu tetap sebagai Direktur Utama dan Oni Febriarto Rahardjo sebagai Wakil Direktur Utama.

Direktur Operations dijabat I Nyoman Sugiri Yasa, Direktur Treasury & International Banking Venda Yuniarti, Direktur Consumer Banking Evita Barliana, Direktur Network & Retail Funding Rully Setiawan, Direktur Corporate Banking Helmy Afrisa Nugroho, dan Direktur Commercial Banking Hermita.

Adityo Kusumo kini menjabat Direktur Finance & Strategy, Gatot Prasetyo Direktur Information Technology, Johanes Barus Direktur Risk Management, serta Wiwik Wahyuni Direktur Human Capital & Compliance.

Dengan perubahan tersebut, BTN memasuki fase baru transformasi dengan lima wajah baru di sejumlah fungsi strategis. Tantangan utama mereka bukan sekadar menjaga pertumbuhan yang sudah ada, tetapi membuktikan bahwa Beyond Mortgage dapat menghasilkan mesin pertumbuhan baru tanpa mengurangi kekuatan BTN sebagai bank pembiayaan perumahan. ■

DIGIONARY:

● Beyond Mortgage: Strategi BTN untuk memperluas bisnis di luar pembiayaan KPR dengan tetap menjadikan perumahan sebagai kompetensi utama.
● Consumer Banking: Layanan perbankan yang menyasar kebutuhan finansial individu dan keluarga.
● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana yang dihimpun bank dari masyarakat melalui tabungan, giro, dan deposito.
● Human Capital: Pendekatan pengelolaan sumber daya manusia sebagai aset strategis perusahaan.
● RUPSLB: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan di luar agenda RUPS tahunan.
● Risk Management: Proses mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan, dan memantau berbagai risiko yang dihadapi bank.
● Transformasi Digital: Perubahan proses, layanan, teknologi, dan model bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.
● Transformasi Bisnis: Perubahan strategi, proses, organisasi, dan model bisnis untuk mencapai pertumbuhan dan daya saing baru.

#BTN #BankBTN #RUPSLB #BeyondMortgage #TransformasiBTN #ConsumerBanking #Perbankan #BankDigital #DigitalBanking #KPR #KreditPerumahan #Mortgage #PerbankanIndonesia #BankBUMN #EkonomiIndonesia #Banking #FinancialServices #TransformasiDigital #BisnisIndonesia #DigitalBankID

BTN RUPSLB 2026, direksi BTN terbaru, lima direksi BTN diganti, susunan direksi BTN 2026, Nixon Napitupulu, Beyond Mortgage BTN, transformasi BTN, BTN consumer banking, strategi Beyond Mortgage, kinerja BTN 2026, laba BTN Juni 2026, aset BTN 2026, kredit BTN 2026, Bank Tabungan Negara, BTN terbaru, RUPSLB BTN September 2026, transformasi bisnis BTN, digital banking BTN, strategi bisnis BTN, berita BTN terbaru,

Comments are closed.