OCBC Luncurkan GoldX, Dana Emas Fisik Tertokenisasi Pertama di Asia Tenggara

- 21 April 2026 - 08:28

OCBC bersama Lion Global Investors dan DigiFT meluncurkan dana emas fisik tertokenisasi pertama di Asia Tenggara yang tersedia di blockchain publik. Produk bernama GoldX ini memberi akses investor institusi terhadap emas fisik melalui token digital di jaringan Ethereum dan Solana, sekaligus menandai semakin kuatnya tren tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) di industri keuangan global.


Fokus:

■ GoldX memungkinkan investor membeli eksposur emas fisik lewat blockchain dengan stablecoin atau mata uang fiat.
■ Pasar aset dunia nyata tertokenisasi tumbuh pesat dan kini melampaui US$25 miliar secara global.
■ OCBC melihat tokenisasi sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi.


Di tengah meningkatnya minat terhadap aset digital dan instrumen investasi alternatif, OCBC bersama unit manajemen asetnya, Lion Global Investors, serta bursa aset digital DigiFT meluncurkan dana emas fisik tertokenisasi pertama di Asia Tenggara yang dapat diakses melalui blockchain publik.

Produk tersebut diberi nama GoldX, atau OCBC-LionGlobal Physical Gold Fund Token, yang memberikan eksposur terhadap dana LionGlobal Singapore Physical Gold Fund. Per 16 April 2026, dana tersebut telah menghimpun aset kelolaan sebesar S$669,4 juta sejak diluncurkan pada Desember 2025.

GoldX diterbitkan di atas jaringan blockchain Ethereum dan Solana. Investor institusi dan korporasi yang memenuhi syarat dapat membeli token tersebut menggunakan stablecoin maupun mata uang fiat.

Menurut Head of Global Markets OCBC, Kenneth Lai, tokenisasi aset dunia nyata seperti emas menjadi cara baru untuk membuka akses investasi yang lebih luas tanpa menghilangkan standar keamanan dan tata kelola yang dibutuhkan investor institusi.

“Dengan membawa aset dunia nyata ke blockchain, kami ingin memungkinkan modal stablecoin diinvestasikan ke aset-aset ini sambil tetap mempertahankan standar dan perlindungan yang diharapkan investor,” ujarnya seperti dikutip The Business Times.

Sementara itu, Founder dan Group CEO DigiFT, Henry Zhang, mengatakan tokenisasi memberi akses kepada investor untuk mendapatkan eksposur terhadap emas dengan standar institusi, namun dikemas dalam format yang lebih modern dan kompatibel dengan infrastruktur digital.

“Investor ingin mendapatkan eksposur kelas institusi yang dapat terintegrasi dengan sistem kustodian digital, settlement, dan workflow portofolio modern,” kata Zhang.

Tokenisasi aset dunia nyata bekerja dengan cara mengubah hak kepemilikan atas suatu aset fisik menjadi token digital yang tercatat di blockchain. Dalam kasus emas, investor tidak harus membeli satu batang emas utuh, melainkan dapat memiliki sebagian kecil dari aset tersebut melalui kepemilikan fraksional.

Konsep ini membuat emas menjadi lebih mudah diakses, terutama bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap logam mulia namun dengan modal lebih kecil dan likuiditas yang lebih tinggi.

Melalui platform DigiFT, investor dapat menerima token GoldX langsung ke dompet blockchain mereka. Token tersebut juga dapat ditukarkan kembali ke stablecoin atau mata uang fiat sesuai kebutuhan.

Peluncuran GoldX terjadi di tengah melonjaknya pasar tokenisasi aset dunia nyata secara global. Nilai pasar aset dunia nyata tertokenisasi di blockchain diperkirakan telah melampaui US$25 miliar pada awal 2026, naik hampir empat kali lipat dibandingkan sekitar US$6,4 miliar pada tahun sebelumnya. Tokenisasi kini tidak hanya mencakup emas, tetapi juga surat utang pemerintah, kredit swasta, properti, saham, hingga komoditas lain.

Sejumlah laporan industri bahkan menunjukkan bahwa pasar aset tertokenisasi berpotensi berkembang menjadi salah satu segmen terbesar di sektor keuangan digital dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa proyeksi memperkirakan nilai pasar tokenisasi aset global dapat mencapai lebih dari US$24 triliun pada 2033.

Tren ini didorong oleh kebutuhan investor terhadap likuiditas yang lebih baik, kepemilikan fraksional, settlement yang lebih cepat, serta efisiensi biaya dibandingkan sistem keuangan tradisional. Banyak institusi keuangan global kini mulai menggunakan blockchain untuk memindahkan aset dunia nyata ke dalam bentuk digital, termasuk obligasi, treasury, dana pasar uang, dan emas.

Di Asia, emas menjadi salah satu aset yang paling potensial untuk ditokenisasi karena memiliki basis investor yang besar, dianggap sebagai safe haven di tengah ketidakpastian global, dan relatif mudah dipahami oleh investor tradisional.

OCBC menilai bahwa peluncuran GoldX juga sejalan dengan semakin besarnya dana stablecoin yang mengendap di kawasan Asia, terutama di kalangan family office dan individu dengan kekayaan tinggi yang aktif di ekosistem Web3.

“Peserta ekosistem ini memegang modal besar dalam bentuk stablecoin di Asia, dan sebagian besar saat ini masih menganggur,” kata OCBC.

Bagi industri keuangan, langkah ini juga memperlihatkan bagaimana bank-bank besar mulai bergerak lebih agresif untuk menjembatani sistem keuangan tradisional dengan dunia decentralized finance atau DeFi.

“Kami percaya aset digital akan memainkan peran yang semakin penting dalam layanan keuangan, dan fokus kami adalah menjembatani keuangan tradisional dengan dunia keuangan terdesentralisasi yang sedang berkembang,” ujar Kenneth Lai.


Digionary:

● Accredited Investor: Investor yang memenuhi syarat tertentu dari sisi aset, pendapatan, atau pengalaman investasi.
● Blockchain: Teknologi buku besar digital terdesentralisasi yang mencatat transaksi secara aman dan transparan.
● DeFi: Sistem keuangan terdesentralisasi yang menggunakan blockchain tanpa perantara tradisional seperti bank.
● Fiat Currency: Mata uang resmi yang diterbitkan pemerintah seperti dolar AS atau rupiah.
● Fractional Ownership: Kepemilikan sebagian kecil dari suatu aset bernilai besar.
● Real-World Assets (RWA): Aset dunia nyata seperti emas, properti, obligasi, dan saham yang ditokenisasi di blockchain.
● Settlement: Proses penyelesaian transaksi keuangan antara pembeli dan penjual.
● Stablecoin: Aset kripto yang nilainya dipatok pada aset tertentu seperti dolar AS.
● Tokenisasi: Proses mengubah kepemilikan aset menjadi token digital di blockchain.
● Wallet Blockchain: Dompet digital untuk menyimpan dan mengelola aset berbasis blockchain.

#OCBC #GoldX #TokenisasiAset #Blockchain #Ethereum #Solana #EmasDigital #InvestasiEmas #AsetDigital #DeFi #Stablecoin #RWA #TokenizedGold #KeuanganDigital #LionGlobal #DigiFT #Singapore #WealthManagement #CryptoAsset #DigitalFinance

Comments are closed.