Friderica Widyasari Dewi, pejabat senior Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akrab disapa Kiki, menawarkan delapan agenda strategis untuk memperkuat sektor jasa keuangan Indonesia dalam uji kelayakan calon pimpinan OJK di DPR. Agenda tersebut mencakup stabilitas sistem keuangan, pemulihan kepercayaan publik, pendalaman pasar, hingga perlindungan konsumen—sebuah paket reformasi yang ditujukan untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Fokus:
■ Friderica Widyasari Dewi memaparkan 8 agenda strategis OJK dalam uji kelayakan calon pimpinan lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.
■ Agenda tersebut mencakup stabilitas sistem keuangan, pendalaman pasar, hingga perlindungan konsumen sebagai respons terhadap dinamika industri keuangan yang semakin kompleks.
■ Reformasi sektor keuangan menjadi krusial di tengah pertumbuhan industri yang pesat serta tuntutan investor global terhadap kredibilitas pasar Indonesia.
Persaingan menuju kursi pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengerucut pada gagasan dan strategi. Dalam uji kelayakan di Komisi XI DPR RI, Friderica Widyasari Dewi—yang akrab disapa Kiki—memaparkan delapan agenda strategis yang menurutnya penting untuk memperkuat peran OJK dalam menghadapi dinamika sektor keuangan yang semakin kompleks.
Agenda tersebut bukan sekadar daftar program administratif. Bagi Kiki, paket kebijakan ini dirancang untuk memastikan sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil, dipercaya, sekaligus mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Itu semua tujuannya adalah untuk sektor jasa keuangan yang stabil, terpercaya, inklusif, dan kontributif dalam mendukung penguatan ekonomi nasional untuk Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Kiki dalam uji kelayakan bersama Komisi XI DPR, Rabu (11/3).
Saat ini Kiki menjabat sebagai Pejabat sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Dewan Komisioner OJK. Ia juga memegang jabatan strategis sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
8 Agenda Strategis yang Diusung
Dalam pemaparannya, Kiki menyebutkan delapan prioritas utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya jika terpilih menjadi pimpinan OJK. Adapun ke-8 agenda itu adalah:
1. Menjaga stabilitas sektor keuangan
Stabilitas sistem keuangan tetap menjadi fondasi utama. OJK dituntut mampu mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari gejolak global, volatilitas pasar modal, hingga potensi krisis di sektor keuangan.
2. Memulihkan dan memperkuat kepercayaan publik
Kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan menjadi isu penting, terutama setelah berbagai kasus di sektor investasi ilegal dan fintech dalam beberapa tahun terakhir.
3. Mendorong sektor jasa keuangan yang kontributif bagi pembangunan ekonomi
Industri keuangan tidak hanya berfungsi sebagai intermediary, tetapi juga harus menjadi motor pembiayaan pembangunan nasional, termasuk sektor UMKM dan infrastruktur.
4. Memperkuat pengawasan terintegrasi
OJK mengawasi berbagai sektor mulai dari perbankan, pasar modal, asuransi, hingga fintech. Karena itu diperlukan pengawasan yang terintegrasi agar potensi risiko sistemik dapat dideteksi lebih dini.
5. Mempercepat pendalaman pasar keuangan
Pendalaman pasar menjadi agenda penting agar sumber pembiayaan ekonomi tidak hanya bergantung pada perbankan, tetapi juga pasar modal dan instrumen keuangan lainnya.
6. Memperkuat perlindungan konsumen dan masyarakat
Dengan meningkatnya kompleksitas produk keuangan digital, perlindungan konsumen menjadi prioritas agar masyarakat tidak menjadi korban praktik industri yang tidak sehat.
7. Memperkuat kelembagaan dan tata kelola internal OJK
Reformasi internal dinilai penting untuk menjaga kredibilitas lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.
8. Memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga lain
Koordinasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, LPS, serta lembaga lainnya diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Industri Keuangan yang Terus Membesar
Agenda strategis tersebut muncul di tengah pesatnya pertumbuhan sektor jasa keuangan Indonesia.
Data OJK menunjukkan total aset industri jasa keuangan nasional telah melampaui Rp12.000 triliun, dengan sektor perbankan masih menjadi kontributor terbesar.
Di pasar modal, jumlah investor ritel juga meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga 2025, jumlah investor tercatat lebih dari 13 juta Single Investor Identification (SID).
Sementara itu, industri fintech lending juga terus berkembang. Outstanding pinjaman fintech tercatat mendekati Rp70 triliun, menunjukkan semakin besarnya peran teknologi dalam layanan keuangan.
Pertumbuhan ini menciptakan peluang besar bagi ekonomi nasional, namun sekaligus meningkatkan kompleksitas pengawasan bagi regulator.
Tantangan Global dan Kepercayaan Investor
Di sisi lain, OJK juga menghadapi tekanan dari dinamika pasar global. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penilaian investor internasional terhadap struktur pasar modal Indonesia.
Indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) beberapa waktu lalu menyoroti sejumlah aspek terkait likuiditas pasar dan struktur kepemilikan saham.
Isu ini penting karena MSCI menjadi salah satu acuan utama investor global dalam menentukan alokasi investasi di pasar negara berkembang. Jika kepercayaan investor menurun, arus modal asing bisa terpengaruh dan berdampak pada stabilitas pasar.
Dalam konteks inilah agenda reformasi yang ditawarkan para kandidat pimpinan OJK menjadi semakin relevan.
Digionary:
● Anggota Dewan Komisioner (ADK)
Pimpinan tertinggi di OJK yang bertanggung jawab menetapkan kebijakan strategis sektor jasa keuangan.
● Fintech Lending
Layanan pinjam meminjam berbasis teknologi digital yang mempertemukan pemberi pinjaman dan peminjam melalui platform online.
● Free Float
Persentase saham perusahaan yang beredar dan dapat diperdagangkan secara bebas di pasar modal.
● MSCI (Morgan Stanley Capital International)
Penyedia indeks saham global yang menjadi acuan investor internasional dalam berinvestasi di berbagai negara.
● OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
Lembaga independen yang bertugas mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia.
● Single Investor Identification (SID)
Nomor identitas unik yang diberikan kepada setiap investor di pasar modal Indonesia.
#OJK #FridericaWidyasariDewi #BosOJK #RegulasiKeuangan #IndustriKeuanganIndonesia #StabilitasKeuangan #PasarModalIndonesia #InvestorGlobal #ReformasiKeuangan #EkonomiIndonesia #FintechIndonesia #PerbankanIndonesia #KomisiXIDPR #PendalamanPasar #PerlindunganKonsumen #KebijakanKeuangan #SistemKeuangan #RegulatorKeuangan #IndonesiaEmas2045 #FinancialRegulation
