Naik Tajam di 2025, Bank Global Proyeksi Harga Emas Tembus US$5.000 pada 2026

- 22 Desember 2025 - 06:43

Harga emas memasuki fase struktural baru. Lonjakan tajam sepanjang 2025 mendorong bank-bank global memproyeksikan harga emas menembus US$5.000 pada 2026. Permintaan bank sentral, ketidakpastian geopolitik, defisit fiskal AS, hingga masuknya pemain kripto mengubah emas dari sekadar aset lindung nilai menjadi pilar utama portofolio global.


Fokus Utama:

■ Permintaan bank sentral dan investor institusional mengubah struktur pasar emas secara fundamental.
Geopolitik, defisit fiskal AS, dan ketidakpastian moneter memperkuat peran emas sebagai aset strategis.
■ Masuknya pemain kripto menandai babak baru integrasi emas dalam sistem keuangan global.
Meta Deskripsi
■ Harga emas diproyeksikan menembus US$5.000 pada 2026. Morgan Stanley, JP Morgan, dan BofA melihat emas berubah dari lindung nilai menjadi aset strategis global.


Harga emas bukan sekadar naik—ia melompat. Setelah puluhan tahun bergerak di bawah US$3.000, logam mulia ini mencetak rekor baru pada 2025 dan membuka babak berbeda dalam sejarah pasar keuangan global. Bank-bank investasi papan atas dunia kini sepakat: reli emas belum selesai.

Emas mencatat lonjakan harga terbesar sejak krisis minyak 1979. Pada Oktober 2025, harga spot emas menembus US$4.381 per troy ons, level yang sebelumnya nyaris tak terbayangkan. Sebelum Maret 2025, emas bahkan belum pernah menyentuh US$3.000.

Lonjakan ini bukan didorong satu faktor tunggal. Permintaan bank sentral, investor institusional, hingga pemain baru dari dunia kripto menciptakan fondasi permintaan yang jauh lebih solid dibandingkan siklus reli sebelumnya.

Michael Widmer, Strategist Bank of America (BofA), menegaskan, kepada Reuters mengatakan, “Ada ekspektasi kenaikan lebih lanjut atau diversifikasi portofolio mendorong pembelian emas, yang didorong oleh situasi defisit fiskal AS, upaya mempersempit defisit transaksi berjalan AS, dan kebijakan dolar yang lemah.”

Situasi fiskal Amerika Serikat memang tengah menjadi sorotan. Defisit anggaran yang melebar, rasio utang terhadap PDB yang terus meningkat, serta arah kebijakan moneter yang dipersepsikan longgar membuat emas kembali dipandang sebagai jangkar nilai.

Bank Sentral Jadi Penopang Utama

Di balik reli emas, peran bank sentral kian dominan. JP Morgan mencatat permintaan bank sentral global mencapai 585 ton per kuartal, level yang secara struktural menopang harga sepanjang 2026.

Gregory Shearer dari JP Morgan & Chase menyatakan,
“Level harga didukung jauh lebih tinggi daripada awal karena ada permintaan bank sentral.”

Ia menambahkan bahwa pasar emas kini berada dalam kondisi posisi yang lebih “bersih”, memungkinkan reli berlanjut.

“Dan tiba-tiba kita berada di atas US$4.000 dalam lingkungan yang lebih bersih dari perspektif posisi, yang kemudian memungkinkan siklus ini berlanjut.”
Tak hanya bank sentral. Kepemilikan emas oleh investor global juga melonjak. JP Morgan mencatat porsi emas dalam portofolio investor naik menjadi 2,8%, hampir dua kali lipat dibandingkan 1,5% sebelum 2022.

Geopolitik, The Fed, dan Ketakutan Sistemik

Ketegangan geopolitik menjadi bahan bakar tambahan. Philip Newman dari Metals Focus menyebut kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve AS, perang tarif, serta konflik Ukraina–Rusia dan relasinya dengan NATO sebagai faktor krusial.

“Dukungan kenaikan emas lebih lanjut berasal dari kekhawatiran investor tentang independensi Federal Reserve AS, perselisihan tarif, dan geopolitik termasuk perang di Ukraina dan interaksi Rusia dengan NATO.”
Bahkan Bank for International Settlements (BIS) mengingatkan risiko gelembung, menyusul fenomena langka di mana harga emas dan saham sama-sama naik. Namun bagi banyak investor, risiko tersebut justru mencerminkan ketidakpercayaan pada sistem keuangan konvensional.

Prediksi Harga: Menuju US$5.000

Bank-bank global kini terang-terangan memasang target agresif. Morgan Stanley memperkirakan harga emas akan menembus  US$4.500 per troy ons pada pertengahan 2026. Lalu JP Morgan mempeekirakan ata-rata US$4.600 pada kuartal II 2026, menembus US$5.000 pada kuartal IV. Kemudian Metals Focus juga optimistia harga emas akan menyentuh US$5.000 pada akhir 2026, sementara Macquarie memperkirakan rata-rata harga emas mencapai US$4.225, dengan reli lebih moderat seiring stabilisasi global

Nicky Shiels dari MKS PAMP menilai posisi emas telah berubah secara fundamental. “Emas kini menjadi aset portofolio kritis multi-tahun, bukan sekadar lindung nilai siklis.”

Ritel Turun, Investasi Naik

Menariknya, lonjakan harga mengubah pola permintaan. Pembelian perhiasan global turun 23% pada kuartal III, namun permintaan investasi justru menguat.
Amy Gower dari Morgan Stanley mencatat antrean pembelian ritel di Australia dan Eropa sebagai bukti pergeseran: investor kini lebih memilih emas batangan dan produk investasi ketimbang perhiasan.

Metals Focus menambahkan, “Jika harga mulai naik lagi, kemungkinan akan ada pembelian tambahan mengikuti rally itu.”

Dimensi baru datang dari dunia kripto. Pada kuartal III 2025, Tether membeli 26 ton emas, lima kali lipat pembelian bank sentral China dalam periode yang sama. Gower menegaskan, “Ini tidak bisa diabaikan, meski strategi serupa untuk perusahaan lain belum jelas.”

Langkah ini mempertegas pergeseran emas sebagai jembatan antara sistem keuangan lama dan baru—antara aset fisik dan ekonomi digital.


Digionary:

● Bank Sentral: Otoritas moneter yang mengelola kebijakan uang dan cadangan devisa negara
● Defisit Fiskal: Kondisi ketika belanja negara lebih besar dari pendapatan
● Federal Reserve: Bank sentral Amerika Serikat
● Geopolitik: Dinamika politik global yang memengaruhi ekonomi dan pasar
● Hedging: Strategi melindungi nilai aset dari risiko
● Portofolio: Kumpulan aset investasi
● Troy Ons: Satuan berat standar untuk emas dan logam mulia

#Emas #HargaEmas #GoldPrice #InvestasiEmas #BankSentral #JPmorgan #MorganStanley #BankOfAmerica #Geopolitik #SafeHaven #EkonomiGlobal #PasarKeuangan #Inflasi #DolarAS #KrisisGlobal #AsetStrategis #CryptoGold #Tether #LogamMulia #Outlook2026

Comments are closed.