Bank Panin bukukan laba Rp589,52 miliar pada kuartal I/2023

- 22 April 2023 - 22:05
Strategi penyaluran kredit yang lebih berhati-hati punya dampak yang membuat aset PT Bank Panin Tbk. 2021 terkontraksi. Penurunan aset juga terjadi pada Februari 2022, di mana aset Bank Panin turun 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menjadi sebesar Rp193,75 triliun.

digitalbank.id – PT Bank Panin Tbk. (PNBN) mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 589,52 miliar pada kuartal pertama 2023, turun 9,8 persen year-on-year (y/y) dibandingkan periode yang sama. pada tahun sebelumnya Rp 654,15 miliar. 

Sementara itu, total laba bersih secara konsolidasi yang diraup Bank Panin mencapai Rp659,79 miliar pada kuartal I/2023, susut 0,96 persen yoy. Berdasarkan laporan keuangan, penyusutan laba bersih Bank Panin itu didorong oleh kenaikan beban bunga 41,63 persen yoy menjadi Rp1,28 triliun.

Naiknya beban bunga membuat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Panin turun 5,84 persen menjadi Rp2,36 triliun. Pendapatan lainnya juga susut 52,11 persen yoy menjadi Rp219,22 miliar pada kuartal I/2023. 

Selain beban bunga, laba emiten bank berkode PNBN ini juga dipengaruhi oleh membengkaknya beberapa beban lainnya. Tercatat, beban tenaga kerja naik 13,77 persen yoy menjadi Rp614,58 miliar dan beban promosi menebal 6,42 persen yoy menjadi Rp12,18 miliar.

Rasio profitabilitas bank pun memburuk. Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) PNBN susut 21 basis poin (bps) menjadi 1,45 persen. Kemudian, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) susut 80 bps menjadi 5,15 persen.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Panin juga turun 40 bps dan berada di level 5,11 persen per kuartal I/2023. Pada sisi intermediasi, Bank Panin mencatatkan penyaluran kredit Rp138,66 triliun pada kuartal I/2023, naik 11,91 persen yoy. Aset pun naik tipis 0,39 persen yoy menjadi Rp206,61 triliun.

Di sisi lain, kualitas aset Bank Panin pada kuartal I/2023 memburuk. Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross menebal dari 3,15 persen pada kuartal I/2022 menjadi 3,6 persen pada kuartal I/2023. Sementara, NPL net naik dari 0,63 persen pada kuartal I/2022 menjadi 0,8 persen pada kuartal I/2023.

Pada sisi pendanaan, Bank Panin berhasil membukukan dana pihak ketiga (DPK) Rp14,96 triliun, naik 2,79 persen yoy. Bank Panin juga berhasil mencatatkan rasio dana murah atau current account savings account (CASA) 45,61 persen terhadap DPK. ■