Blu by BCA Digital masih rugi namun DPK naik pesat, ini penjelasannya…

- 7 Maret 2023 - 14:13

Tingkat pengembalian aset

Kemudian, perseroan juga mencatatkan kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) melejit 394,57 persen menjadi Rp45,91 miliar sepanjang 2022 dari Rp9,28 miliar pada tahun sebelumnya. Dari sisi rasio penting perseroan, tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) berhasil tumbuh 82 bps menjadi -0,83 persen pada 2022 dari -1,65 persen.

Adapun, tingkat pengembalian ekuitas perseroan juga tercatat mengalami pembaikan menjadi -1,80 persen dari posisi sebelumnya sebesar -2,77 persen. Lebih lanjut, hingga kuartal IV 2022, BCA digital melaporkan lima transaksi terbesar yang dilakukan nasabah Blu diantaranya transfer, setor tunai tanpa kartu, top up e-money, tarik tunai tanpa kartu, dan QRIS.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja menjelaskan bahwa hingga 2022, Blu by BCA telah memiliki sebanyak 1,1 juta nasabah.

“Jadi kami dalam tahap pembelajaran dan bank digital kita sudah memiliki rekening sebanyak 1,1 juta nasabah dan saya pikir itu sudah cukup sekali sebagai base bank digital,” pungkasnya dalam paparan kinerja BCA tahun 2022 beberapa waktu lalu. 

Dalam rangka mewujudkan target pertumbuhan laba tersebut, Jahja menjelaskan bahwa pihaknya akan melancarkan sejumlah strategi, di antaranya dengan memberikan sejumlah promo agar nasabah teraktivasi dapat rutin bertransaksi pada platform Blu by BCA.

“Karena kalau buka rekening tapi tidak ada transaksi dan tidak ada dana ya itu bukan yang dikehendaki. Jadi, kalau sudah buka rekening lalu aktivitasya apa? Lalu dari aktivitas itu menyebabkan ada dana pengendapan itu yang bermanfaat,” tutur Jahja. 

Terkait target nasabah Blu BCA Digital pada tahun ini, Head of Digital Business BCA Digital Edwin Tirta menjelaskan bahwa hingga akhir 2023 mendatang BCA Digital diharapkan mampu menjaring hingga 2 juta nasabah.(SAF)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.