Dari Metaverse ke “Realverse”: Meta Tutup Horizon Worlds di VR, Ubah Strategi Besar ke Mobile

- 22 Maret 2026 - 08:00

Langkah Meta menutup akses VR untuk Horizon Worlds menandai babak baru—sekaligus sinyal keras bahwa euforia metaverse belum menemukan model bisnis yang matang. Alih-alih bertahan di dunia virtual berbasis headset, perusahaan kini berputar ke mobile, mengejar skala pengguna yang lebih realistis. Ini bukan sekadar perubahan strategi, melainkan refleksi bahwa masa depan interaksi digital—termasuk bagi industri seperti perbankan—akan lebih pragmatis: mobile-first, berbasis AI, dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.


Fokus:

■ Meta menghentikan Horizon Worlds di VR dan beralih ke strategi mobile-first.
■ Pertumbuhan metaverse belum memenuhi ekspektasi bisnis dan adopsi pengguna.
■ Dampak strategis ke industri digital, termasuk perbankan yang kini lebih fokus pada AI dan mobile.


Ambisi membangun dunia virtual raksasa tampaknya belum menemukan momentumnya. Meta resmi menutup akses Horizon Worlds di perangkat VR mulai Juni 2026—sebuah langkah yang menandai mundurnya strategi metaverse berbasis headset. Di balik keputusan ini, ada pesan yang bisa kita ambil, dimana masa depan digital bukan soal dunia virtual sepenuhnya, melainkan bagaimana teknologi menyatu secara praktis dalam kehidupan pengguna.

Keputusan Meta menutup Horizon Worlds di headset VR bukan sekadar penghentian produk. Ini adalah koreksi arah dari salah satu pertaruhan teknologi paling ambisius dalam satu dekade terakhir.

Mulai 31 Maret 2026, berbagai dunia virtual dan event di Horizon Worlds tak lagi tersedia di Quest Store. Puncaknya, pada 15 Juni 2026, aplikasi ini akan sepenuhnya dihapus dari perangkat VR.

Platform yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan internet—metaverse—ternyata belum mampu menarik basis pengguna massal dalam skala yang diharapkan.

Padahal, investasi yang digelontorkan tidak kecil. Dalam beberapa tahun terakhir, Meta dilaporkan merugi hingga ratusan miliar dolar AS dari divisi Reality Labs—angka yang mencerminkan betapa mahalnya eksperimen ini.

Mengapa Meta Mundur?

Ada satu kata kunci yang membuat Meta mundur dari proyek metaverse, yakni adopsi. Meski teknologi VR terus berkembang, penetrasi pengguna masih terbatas. Data internal menunjukkan sekitar 86% penggunaan headset VR justru dihabiskan untuk aplikasi pihak ketiga, bukan Horizon Worlds.

Artinya, pengguna datang ke platform—tetapi tidak tinggal di ekosistem metaverse yang dibangun Meta. Sebaliknya, mobile menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki VR, yakni skala.

Dengan miliaran pengguna aktif di platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta melihat peluang jauh lebih besar untuk membangun “metaverse ringan” berbasis mobile—lebih mudah diakses, lebih murah, dan lebih relevan secara bisnis.

Bukan Kegagalan Total, Tapi Perubahan Strategi

Meta menegaskan tidak meninggalkan VR. Investasi tetap berjalan, termasuk roadmap headset masa depan dan dukungan terhadap developer.

Bahkan, sepanjang 2025, perusahaan menggelontorkan hampir US$150 juta untuk ekosistem developer VR. Pembelian dalam aplikasi juga meningkat 13%, dan layanan Horizon+ telah melampaui 1 juta pelanggan. Namun arah bisnisnya jelas berubah dimana VR menjadi ekosistem, bukan pusat strategi.

Pelajaran Penting: Teknologi Harus Mengikuti Perilaku, Bukan Sebaliknya

Apa yang terjadi pada metaverse adalah pelajaran klasik dalam dunia teknologi: inovasi tidak selalu sejalan dengan adopsi. Pengguna tidak otomatis berpindah hanya karena teknologi lebih canggih. Mereka memilih yang paling praktis. Dalam konteks ini, mobile tetap menjadi “raja”—bukan VR.

Dampak ke Industri Keuangan dan Perbankan

Perubahan arah ini membawa implikasi besar bagi industri keuangan, yang sempat melirik metaverse sebagai kanal baru layanan.

1. Metaverse Banking Ditunda, Mobile Banking Menguat

Banyak bank global sempat bereksperimen membuka cabang virtual di metaverse. Namun dengan melemahnya adopsi VR, fokus kembali ke platform yang sudah terbukti: mobile banking dan super apps.

2. AI Lebih Prioritas daripada VR

Alih-alih membangun dunia virtual, bank kini lebih agresif mengadopsi AI untuk personalisasi layanan, chatbot dan voice assistant dan analisis risiko kredit. AI dinilai lebih memberikan ROI nyata dibanding metaverse.

3. Customer Experience Kembali ke Realitas

Nasabah tidak mencari pengalaman “virtual”, tetapi pengalaman yang cepat, mudah, dan relevan. Ini membuat investasi perbankan beralih ke omnichannel banking, embedded finance, dan real-time interaction.

4. Efisiensi dan Skala Jadi Fokus

Metaverse membutuhkan perangkat khusus dan investasi besar. Sementara mobile dan AI menawarkan skalabilitas instan dengan biaya lebih rendah—lebih cocok dengan model bisnis bank.

Dari Metaverse ke “Realverse”

Apa yang dilakukan Meta pada akhirnya mencerminkan pergeseran besar di industri teknologi: dari visi futuristik ke eksekusi pragmatis.

Metaverse belum mati. Tapi untuk saat ini, ia mundur—memberi ruang bagi teknologi yang lebih siap secara pasar.

Bagi perbankan dan industri keuangan, pesannya jelas: masa depan bukan tentang dunia virtual, tetapi tentang bagaimana teknologi hadir secara nyata, cepat, dan relevan dalam kehidupan nasabah.


Digionary:

● Metaverse: Dunia virtual berbasis internet yang memungkinkan interaksi sosial dan ekonomi secara digital
● Virtual Reality (VR): Teknologi yang menciptakan lingkungan digital imersif menggunakan headset
● Mobile-first: Strategi yang mengutamakan pengembangan produk untuk perangkat mobile
● Reality Labs: Divisi Meta yang fokus pada pengembangan VR dan AR
● In-app Purchase: Pembelian yang dilakukan di dalam aplikasi
● Omnichannel Banking: Integrasi berbagai kanal layanan bank dalam satu pengalaman nasabah
● Embedded Finance: Layanan keuangan yang terintegrasi dalam platform non-keuangan

#Metaverse #Meta #VirtualReality #DigitalTransformation #BankingInnovation #AI #MobileFirst #Fintech #PerbankanDigital #CustomerExperience #FutureOfTech #TechStrategy #DigitalEconomy #InnovationShift #VR #AugmentedReality #AIIndonesia #TechTrends #BusinessStrategy #DigitalBanking

Comments are closed.