Sebagian besar penipuan perbankan hari ini tidak dimulai dari sistem bank yang diretas. Ia dimulai dari telepon. Dari suara yang meyakinkan. Dari nomor seluler anonim. Dari kartu prabayar yang tak jelas pemiliknya. Di titik inilah Permenkomdigi No.7 Tahun 2026—yang mewajibkan registrasi SIM card berbasis biometrik wajah dan membatasi jumlah nomor per NIK—berpotensi mengubah peta perlawanan […]
Ketika Pemerintah ‘Negeri Singa’ Memilih Melindungi Bankir dari AI
Singapura memilih pendekatan berbeda dalam menghadapi disrupsi artificial intelligence di sektor perbankan dengan melatih ulang sekitar 35.000 bankir alih-alih melakukan pemutusan hubungan kerja massal. Melalui kolaborasi negara, regulator, dan industri, AI diposisikan sebagai alat peningkat produktivitas sekaligus sarana menjaga stabilitas sosial, perlindungan konsumen, dan kepercayaan sistem keuangan. Kebijakan ini menjadi contoh bahwa transformasi digital tidak […]
AI 2026: Saat Teknologi Berlari Lebih Kencang dari Regulasi, Siapa yang Melindungi Konsumen?
Memasuki 2026, kecerdasan buatan tidak lagi dinilai dari kecanggihannya, melainkan dari dampak nyatanya terhadap konsumen dan keadilan keputusan. Ketika adopsi AI melaju lebih cepat daripada regulasi, risiko fraud, kesalahan sistem, dan lemahnya perlindungan konsumen kian nyata. Industri keuangan dan multifinance dituntut berhenti berlindung di balik algoritma dan mulai menempatkan akuntabilitas manusia, transparansi, serta perlindungan publik […]
Dari Cybersecurity ke Digital Trust: Jalan Indonesia Menjaga Kepercayaan Ekonomi Digital
Investasi keamanan siber di Indonesia melonjak tajam dan melampaui rata-rata Asia Pasifik serta global. Di tengah geopolitik yang kian rapuh, ancaman AI, dan maraknya deepfake, hasil PwC Global Digital Trust Insights 2026 menunjukkan satu kesimpulan penting: keamanan siber tak lagi sekadar urusan teknologi, melainkan fondasi kepercayaan bisnis digital. Di sinilah peran baru Digital Ecosystem Trust […]
PR Masa Kini: Dari SEO menuju GEO
Jika public relations masih dipahami sebagai soal berapa kali nama merek muncul di media, satu hal perlu disadari: model itu perlahan usang. Di era AI, reputasi tidak lagi ditentukan oleh frekuensi eksposur, melainkan oleh satu pertanyaan krusial—apakah mesin cerdas memilih dan mempercayai Anda saat publik memulai pencarian lewat percakapan digital. Fokus Utama: Public relations pada […]
Echo Chamber Keuangan: Ketika Algoritma & GenAI Mendorong Kita ke FOMO Kredit dan Bubble Investasi
Pada awalnya kita percaya bahwa bank digital dan fintech memudahkan hidup. Namun hari ini, kita memasuki zona yang jauh lebih rumit: rekomendasi investasi yang dibuat bukan oleh analis, tetapi oleh algoritma; penawaran kredit yang muncul bukan karena kita butuh, tetapi karena sistem membaca pola kecemasan kita; dan saran keuangan dari GenAI yang terasa pintar, tetapi […]
Membedah Krisis Komunikasi Bank Digital di Era AI
Oleh Safaruddin Husada Ketika Kecepatan, Kejujuran, dan Konsistensi Menjadi Penyelamat Terakhir Industri Berbasis Kepercayaan. Dalam industri perbankan digital, krisis tidak lagi datang seperti badai besar yang memberi tanda—ia hadir seperti notifikasi yang tidak pernah kita tunggu: tiba-tiba, real-time, dan langsung menggerus kepercayaan publik dalam menit pertama. Satu glitch, satu outage BI-FAST, satu kesalahan autodebit, atau […]
Framing, Krisis, dan Bank Digital: Mengelola Kepercayaan di Era AI
Oleh: Safaruddin Husada Beberapa waktu lalu, dalam sebuah pelatihan penulisan laporan pemeriksaan pemerintah, saya kembali teringat betapa besarnya kekuatan kata. Bukan sekadar alat, tetapi bingkai yang membentuk cara orang melihat dunia. Pesan yang sama bisa terasa benar-benar berbeda hanya karena pilihan kata yang berbeda. Dan dalam industri yang hidup-mati oleh reputasi seperti perbankan digital, kesalahan […]
Global Talent Competitiveness Index 2025 dan Borok Pengembangan SDM Indonesia
Indonesia menghadapi paradoks talenta, dimana bonus demografi melimpah namun daya saing SDM tertinggal. Laporan GTCI 2025 mengungkap pelatihan karyawan sebagai titik terlemah, dengan perusahaan masih memandangnya sebagai biaya bukan investasi. Akibatnya, produktivitas pekerja Indonesia hanya US$12.000, jauh di bawah Malaysia (US$28.000) dan Singapura (US$85.000). Fokus Utama: ■ Peringkat GTCI Indonesia yang stagnan dengan indikator pelatihan […]
