Lintasarta mendorong penguatan kedaulatan digital bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia melalui platform Intelligent Core yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan AI, sebagai upaya strategis mempercepat transformasi digital perbankan daerah.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Lintasarta memperkenalkan Intelligent Core untuk mendukung BPD membangun fondasi digital yang berdaulat, terintegrasi, dan efisien bagi nasabah.
■ BPD Summit 2026 di Semarang akan menjadi ajang kolaborasi krusial untuk membahas ketahanan siber dan pemanfaatan AI dalam menggerakkan ekonomi daerah.
■ Transformasi digital ini selaras dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 dari OJK untuk memperkuat peran BPD sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Pembangunan Daerah (BPD) kini berada di titik krusial dalam peta jalan transformasi keuangan nasional. Menghadapi tuntutan digitalisasi yang semakin kompleks, Lintasarta mengambil langkah strategis dengan mendorong implementasi konsep Digital Sovereignty (kedaulatan digital) untuk memperkuat daya saing bank daerah di seluruh tanah air.
Langkah konkret ini akan dituangkan dalam ajang BPD Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 5–7 Agustus mendatang. Forum tersebut diproyeksikan menjadi wadah bagi para pimpinan BPD untuk menyamakan persepsi mengenai ketahanan siber, tata kelola data, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang aman dan berdaulat.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menekankan bahwa tantangan utama BPD saat ini adalah bagaimana menyetarakan kapabilitas teknologi mereka dengan bank berskala besar, tanpa kehilangan karakteristik lokal yang menjadi identitas mereka.
“Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapabilitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien,” ujar Armand, Rabu (22/7).
Intelligent Core yang digagas Lintasarta mengintegrasikan empat elemen kunci, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C). Pendekatan ini diharapkan mampu menambal kesenjangan maturitas digital antar-BPD yang saat ini masih sangat beragam, terutama dalam hal kesiapan Security Operations Center (SOC) untuk menghadapi ancaman siber yang kian canggih.
Selain aspek teknis, Lintasarta juga menyiapkan tiga pilar kolaborasi yang melibatkan forum berbagi praktik terbaik, pemanfaatan AI untuk kebutuhan spesifik daerah, serta pengembangan talenta digital lokal hasil kerja sama dengan perguruan tinggi. Inisiatif ini sejalan dengan mandat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Roadmap Penguatan BPD 2024–2027, yang menuntut BPD bertransformasi menjadi penggerak ekonomi daerah yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial. ●
DIGI-INSIGHTS:
Strategi Lintasarta memposisikan diri sebagai “Beyond AI Factory” menunjukkan pergeseran paradigma bahwa transformasi digital BPD bukan sekadar tentang adopsi teknologi, melainkan tentang penguasaan kedaulatan infrastruktur. Dengan menyediakan ekosistem terpadu, Lintasarta mampu menekan biaya operasional BPD yang selama ini kerap terfragmentasi oleh solusi teknologi yang parsial, sekaligus memberikan standar keamanan setara perbankan global.
Adopsi sovereign AI dalam ekosistem BPD merupakan langkah krusial untuk menjaga kerahasiaan data nasabah daerah agar tidak keluar dari yurisdiksi nasional. Pendekatan ini memberikan perlindungan berlapis terhadap ancaman siber yang kini semakin menargetkan sektor perbankan, sekaligus menjamin bahwa inovasi teknologi yang dilakukan BPD tetap mematuhi regulasi ketat OJK terkait perlindungan data pribadi.
Sinergi antara Lintasarta, BPD, dan sektor pendidikan tinggi merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk menutup kesenjangan talenta digital di daerah. Dengan menempatkan SDM lokal sebagai subjek transformasi, BPD tidak hanya akan mampu menjalankan sistem perbankan yang canggih, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi berkelanjutan yang relevan dengan dinamika ekonomi di masing-masing provinsi. ●
DIGIONARY:
● BPD (Bank Pembangunan Daerah): Bank yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Daerah dan berfungsi sebagai pendorong ekonomi daerah.
● Cybersecurity: Praktik melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital atau akses tidak sah.
● Digital Sovereignty: Hak atau kendali suatu entitas atas data dan infrastruktur digitalnya sendiri agar tidak bergantung pada pihak asing atau pihak ketiga yang tidak tepercaya.
● Intelligent Core: Solusi platform dari Lintasarta yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan AI.
● NGN (Next Generation Network): Infrastruktur jaringan berbasis IP yang mampu membawa berbagai layanan seperti suara, data, dan multimedia.
● SOC (Security Operations Center): Unit terpusat yang memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman keamanan siber secara real-time.
#lintasarta #bpd #transformasidigital #digitalsovereignty #fintechindonesia #perbankandaerah #ai #cybersecurity #ojk #ekonomidaerah #indosatooredoohutchison #bpdsummit2026 #cloudcomputing #konektivitas #teknologi #inovasifinansial #kedaulatandata #bankpembangunan #digitaltransformation #ekonominasional
