Perkuat Layanan Digital, Bank NTB Syariah Hubungkan Sistem Pajak dan Nasabah

- 21 Juli 2026 - 10:41

Bank NTB Syariah resmi meluncurkan Digital System Pendapatan Asli Daerah (DSPAD) untuk mengintegrasikan administrasi dan pembayaran pajak daerah secara real-time, sekaligus melakukan efisiensi operasional dengan memangkas biaya administrasi transaksi digital nasabah.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Integrasi DSPAD: Bank NTB Syariah mengintegrasikan administrasi dan pembayaran pajak daerah secara real-time guna meningkatkan transparansi dan pendapatan.
■ Efisiensi Biaya: Optimalisasi integrasi sistem langsung dengan anak usaha PLN memungkinkan pemangkasan biaya administrasi transaksi bagi nasabah perbankan.
■ Tata Kelola IT: Fokus pada keamanan siber dan tata kelola IT yang matang menjadi fondasi utama transformasi digital guna menjaga kepercayaan masyarakat.


Bank NTB Syariah mengambil langkah progresif dalam mendukung digitalisasi layanan publik di Nusa Tenggara Barat. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-62, bank pembangunan daerah ini memperkenalkan Digital System Pendapatan Asli Daerah (DSPAD). Inovasi ini dirancang untuk menjembatani transparansi antara pemerintah daerah, wajib pajak, dan pihak perbankan dalam satu ekosistem terintegrasi.

Direktur Teknologi Informasi (IT) Bank NTB Syariah, Rully Feranata, menegaskan bahwa DSPAD hadir sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan pendapatan daerah yang selama ini dinilai kurang efektif. Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah memantau transaksi pajak secara real-time.

“Ini merupakan ikhtiar Bank NTB Syariah untuk mengharmonisasikan peran bank pembangunan daerah dengan pemerintah daerah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pendapatan daerah melalui sistem perpajakan dan distribusi yang lebih baik,” ujar Rully di Mataram, belum lama ini.

Saat ini, implementasi DSPAD sedang dalam tahap uji coba di Lombok Barat, Lombok Timur, dan Dompu. Pemilihan tiga wilayah ini didasarkan pada karakteristik sektor pajak yang beragam, mulai dari hotel dan restoran, pertambangan, hingga komoditas sarang burung walet.

Manfaat Langsung bagi Nasabah

Di luar sektor publik, transformasi digital ini juga berdampak langsung pada kantong nasabah. Bank NTB Syariah berhasil melakukan efisiensi operasional dengan memotong ketergantungan pada pihak ketiga melalui integrasi sistem langsung dengan Icon Plus, anak usaha PLN. Dampaknya, biaya administrasi pembayaran tagihan dan pembelian token listrik turun dari Rp3.500 menjadi Rp2.500 per transaksi.

“Dengan integrasi langsung, biaya operasional menjadi lebih efisien sehingga manfaatnya kami berikan kepada nasabah melalui penurunan biaya administrasi,” tambah Rully.

Fondasi Keamanan Siber

Transformasi digital tidak sekadar soal kemudahan, namun juga tentang ketahanan sistem. Rully, yang sebelumnya berpengalaman dalam membangun tata kelola IT di Alo Bank hingga mencapai tingkat maturitas COBIT 2019 sebesar 4,21 dari skala 5, menempatkan keamanan siber sebagai prioritas utama.

Bank NTB Syariah kini tengah menyiapkan peningkatan sistem keamanan yang akan diterapkan secara menyeluruh pada berbagai layanan digital, termasuk aplikasi Rinjani Mobile. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat tata kelola teknologi yang akuntabel, transparan, dan memenuhi ketentuan regulator agar dapat memberikan nilai tambah jangka panjang bagi perusahaan. (MMS)


DIGI-INSIGHTS:

Langkah Bank NTB Syariah dalam meluncurkan DSPAD menunjukkan pergeseran krusial peran bank pembangunan daerah (BPD) dari sekadar lembaga intermediasi keuangan menjadi mitra strategis dalam tata kelola pemerintahan. Dengan mengintegrasikan sistem perpajakan secara real-time, bank tidak hanya membantu pemerintah daerah dalam mempersempit celah kebocoran pendapatan, tetapi juga memposisikan diri sebagai tulang punggung infrastruktur digital bagi ekosistem ekonomi daerah. Inovasi ini secara nyata meningkatkan transparansi yang selama ini menjadi tantangan klasik dalam administrasi pajak daerah, sekaligus membangun kepercayaan publik melalui kemudahan akses layanan.

Dari perspektif efisiensi, keberanian bank untuk memotong rantai birokrasi melalui integrasi langsung dengan penyedia layanan utilitas—dalam hal ini Icon Plus—menjadi preseden positif bagi industri perbankan nasional. Langkah ini membuktikan bahwa efisiensi operasional (seperti penurunan biaya administrasi bagi nasabah) bukanlah pengorbanan margin semata, melainkan strategi retensi nasabah yang cerdas di tengah kompetisi digital banking yang semakin ketat. Ketika perbankan mampu mengeliminasi ketergantungan pada pihak ketiga yang tidak efisien, keunggulan kompetitif yang dihasilkan akan memberikan nilai tambah langsung yang dirasakan oleh pengguna akhir.

Di sisi lain, penekanan pada aspek IT Maturity dan keamanan siber yang dipaparkan dalam transformasi ini menegaskan bahwa digitalisasi tanpa tata kelola yang matang adalah sebuah risiko besar. Dengan mengadopsi standar internasional seperti COBIT 2019, Bank NTB Syariah menunjukkan tingkat kedewasaan dalam menyikapi ancaman siber yang kian kompleks. Strategi ini bukan hanya tentang memodernisasi aplikasi, tetapi tentang memastikan fondasi organisasi mampu menopang pertumbuhan skala besar di masa depan, sekaligus menjadi sinyal kepada regulator dan pemangku kepentingan bahwa bank tersebut siap memimpin transformasi digital di tingkat daerah secara akuntabel dan aman. ●


DIGIONARY:

● COBIT 2019: Control Objectives for Information and Related Technologies, kerangka kerja tata kelola TI untuk mendukung penciptaan nilai bisnis melalui tata kelola dan manajemen teknologi informasi.
● DSPAD: Digital System Pendapatan Asli Daerah, sistem digital yang mengintegrasikan administrasi dan pembayaran pajak antara pemerintah daerah, wajib pajak, dan perbankan.
● e-Office: Sistem perkantoran elektronik yang mendigitalisasi proses persuratan dan disposisi dokumen internal organisasi.
● Fee Based Income: Pendapatan perbankan yang diperoleh dari komisi atau biaya layanan atas transaksi yang dilakukan nasabah.
● Maturitas IT: Ukuran kematangan tata kelola dan manajemen teknologi informasi suatu organisasi dalam menerapkan standar atau kerangka kerja tertentu.
● Real-time: Kondisi data yang diproses dan diperbarui secara instan saat transaksi terjadi.
● VPN: Virtual Private Network, teknologi koneksi aman yang memungkinkan akses jaringan internal perusahaan secara privat melalui jaringan publik.

#BankNTBSyariah #TransformasiDigital #DigitalBanking #EkonomiNTB #PajakDaerah #DSPAD #FintechIndonesia #KeamananSiber #LayananPublik #PerbankanSyariah #Digitalisasi #EkonomiDigital #Efisiensi #RinjaniMobile #NTB #Mataram #BeritaEkonomi #InovasiDigital #TataKelolaIT #DigitalTransform

Comments are closed.