XLSMART Kolaborasi dengan Tencent Perkuat Fondasi Digital Lewat Migrasi Cloud Berbasis AI

- 26 Juni 2026 - 06:40

Tencent Cloud mengklaim berhasil membantu XLSMART menuntaskan migrasi sistem berskala besar ke cloud hanya dalam 4,5 bulan tanpa gangguan layanan (downtime). Proyek ini melibatkan migrasi 1.200 layanan mikro, 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis dengan dukungan AI, lebih dari 20 produk inti cloud, serta penguatan keamanan infrastruktur. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi baru bagi XLSMART untuk mempercepat inovasi digital sekaligus memperkuat ketahanan operasional di tengah meningkatnya kebutuhan transformasi teknologi perusahaan.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Tencent Cloud memanfaatkan AI untuk mengintegrasikan seluruh proses migrasi cloud XLSMART dari perencanaan hingga implementasi dalam satu alur kerja.
■ Migrasi mencakup 1.200 layanan mikro, 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis tanpa downtime selama proses berlangsung.
■ Proyek menjadi fondasi baru bagi XLSMART untuk mempercepat inovasi digital, meningkatkan ketahanan operasional, dan pengalaman pelanggan.


Tencent Cloud memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu XLSMART mengintegrasikan seluruh tahapan migrasi cloud, mulai dari identifikasi sistem, perancangan arsitektur, implementasi, hingga proses cutover dalam satu alur kerja terpadu. Pendekatan tersebut didukung berbagai perangkat otomatisasi, termasuk konversi Terraform, adaptasi Software Development Kit (SDK), serta penyusunan cutover playbook secara otomatis.

Perusahaan menyebut pendekatan tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional karena tim teknologi dapat mengalihkan fokus dari pekerjaan teknis yang berulang menuju aktivitas yang memiliki nilai tambah lebih tinggi, seperti proses review dan penyempurnaan desain sistem.

Selama proses migrasi, Tencent Cloud mengerahkan lebih dari 20 layanan inti yang meliputi pengelolaan database, layanan kontainer, keamanan siber, hingga intelligent advisor. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan lebih dari 200 fitur baru agar platform dapat beradaptasi dengan ekosistem teknologi global sekaligus memenuhi kebutuhan pengguna cloud di Indonesia.

Tencent Cloud juga memperkenalkan Database Claw, solusi berbasis AI agentik yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan database sekaligus mengotomatisasi berbagai proses operasional yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Hasilnya, XLSMART berhasil menyelesaikan migrasi terhadap 1.200 layanan mikro (microservices), 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis hanya dalam waktu 4,5 bulan tanpa menghentikan layanan kepada pelanggan.

Selain mengandalkan prosedur pengujian standar, Tencent Cloud melakukan pemindaian keamanan secara menyeluruh serta infrastructure hardening untuk memperkuat perlindungan terhadap aplikasi-aplikasi kritikal milik XLSMART. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses migrasi berlangsung aman dan stabil.

Poshu Yeung, Senior Vice President of Tencent Cloud, Head of Tencent Cloud International, menyatakan, “Kumpulan Skills migrasi cloud yang dikembangkan dalam proyek ini kini telah dikonsolidasikan menjadi sebuah platform migrasi yang dapat digunakan kembali. Platform tersebut akan terus diterapkan serta disempurnakan dalam proyek-proyek selanjutnya. Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan XLSMART dalam proyek yang menjadi tolok ukur bagi industri ini, dan kami akan terus memberikan dukungan teknis yang kuat untuk mendukung fase pertumbuhan selanjutnya.”

Sementara itu, Yessie D. Yosetya, Director and Chief Information & Technology Officer of XLSMART, mengatakan, “Proyek ini lebih dari sekadar migrasi ke cloud. Proyek ini membangun fondasi digital yang lebih kokoh, memungkinkan XLSMART untuk berinovasi lebih cepat, meningkatkan ketahanan operasional, dan terus meningkatkan pengalaman pelanggan. Bersama Tencent Cloud, kami telah membuktikan bagaimana kolaborasi yang erat dapat mempercepat transformasi berskala besar sekaligus menjaga keandalan layanan.”

Keberhasilan proyek ini mencerminkan meningkatnya adopsi cloud dan AI dalam transformasi digital perusahaan berskala besar. Laporan berbagai lembaga riset seperti Gartner dan IDC menunjukkan investasi global pada layanan public cloud terus meningkat seiring kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur yang lebih fleksibel, efisien, dan mampu mendukung implementasi AI.

Saat ini Tencent Cloud telah beroperasi di lebih dari 80 negara dan wilayah, dengan pertumbuhan bisnis internasional dua digit selama empat tahun berturut-turut. Di Indonesia dan Asia Tenggara, perusahaan terus memperluas layanan public cloud serta memperkuat ekosistem mitra lokal.

Ke depan, Tencent Cloud menyatakan akan memperluas kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis internasional, termasuk Sinarmas Group dan Axiata Group, guna mempercepat transformasi digital berbagai sektor industri sekaligus membangun ekosistem digital yang lebih berkelanjutan. ●


DIGI-INSIGHTS:

Migrasi cloud berskala besar yang dilakukan XLSMART bersama Tencent Cloud menunjukkan bahwa transformasi digital di industri telekomunikasi telah memasuki fase baru. Fokusnya bukan lagi sekadar memindahkan aplikasi ke cloud, tetapi membangun platform digital yang lebih cerdas melalui otomatisasi berbasis AI.

Kemampuan menyelesaikan migrasi 1.200 layanan mikro, 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis tanpa downtime menjadi indikator bahwa AI kini mulai berperan sebagai orkestrator transformasi infrastruktur, bukan sekadar alat bantu operasional. Model seperti ini diperkirakan akan semakin banyak diadopsi oleh sektor perbankan yang menghadapi tantangan serupa dalam modernisasi sistem inti (core banking).

Bagi industri perbankan, pengalaman XLSMART memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya AI-native cloud migration. Bank digital maupun bank konvensional tengah menghadapi tekanan untuk mempercepat inovasi layanan, meningkatkan keamanan siber, serta memenuhi tuntutan regulasi terkait ketahanan operasional digital.

Penggunaan AI untuk mengotomatisasi proses migrasi, pengujian keamanan, pengelolaan database, hingga penyusunan cutover playbook berpotensi memangkas biaya proyek, mengurangi risiko human error, serta mempercepat implementasi layanan digital baru. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, kemampuan melakukan transformasi tanpa mengganggu layanan nasabah akan menjadi keunggulan strategis.

Ke depan, kolaborasi antara penyedia cloud global dan perusahaan besar di Indonesia diperkirakan tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi berkembang menjadi kemitraan dalam membangun ekosistem AI. Tencent Cloud, AWS, Google Cloud, Microsoft Azure, maupun pemain regional akan bersaing menghadirkan platform cloud yang mampu mengintegrasikan AI, data analytics, cybersecurity, dan automasi dalam satu arsitektur.

Bagi sektor perbankan dan jasa keuangan, arah perkembangan ini membuka peluang mempercepat inovasi produk, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan pengalaman nasabah, sekaligus menuntut tata kelola data dan AI yang semakin matang agar transformasi digital tetap berjalan aman, patuh terhadap regulasi, dan berkelanjutan. ●


DIGIONARY:

● API: Antarmuka yang memungkinkan aplikasi saling berkomunikasi dan bertukar data secara otomatis.
● Cloud Computing: Layanan komputasi melalui internet untuk penyimpanan, pemrosesan data, dan aplikasi.
● Container: Teknologi yang mengemas aplikasi agar dapat dijalankan secara konsisten di berbagai lingkungan.
● Cutover: Tahap perpindahan sistem dari platform lama ke platform baru.
● Cutover Playbook: Dokumen atau panduan otomatis yang mengatur tahapan perpindahan sistem.
● Database: Sistem penyimpanan dan pengelolaan data terstruktur.
● Database Claw: Solusi AI agentik Tencent Cloud untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan database.
● Infrastructure Hardening: Penguatan keamanan infrastruktur TI untuk mengurangi potensi kerentanan.
● Intelligent Advisor: Layanan berbasis AI yang memberikan rekomendasi optimalisasi sistem.
● Microservices: Arsitektur aplikasi yang terdiri dari layanan-layanan kecil yang saling terhubung.
● Public Cloud: Infrastruktur cloud yang disediakan penyedia layanan dan digunakan oleh banyak organisasi.
● SDK (Software Development Kit): Perangkat lunak yang membantu pengembang membangun aplikasi.
● Terraform: Perangkat lunak otomatisasi untuk mengelola infrastruktur cloud.
● Tencent Cloud: Unit bisnis cloud milik Tencent yang menyediakan layanan infrastruktur digital dan AI.
● Transformasi Digital: Perubahan proses bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital secara menyeluruh.

#TencentCloud #XLSMART #CloudMigration #CloudComputing #ArtificialIntelligence #AI #DigitalTransformation #Telekomunikasi #CloudInfrastructure #DigitalInnovation #EnterpriseIT #CyberSecurity #Microservices #Database #PublicCloud #DigitalEconomy #Technology #Infrastructure #Indonesia #DigitalBusiness

Comments are closed.