PermataBank jadi bank pertama di Indonesia yang layani trade finance di platform blockchain

- 17 Mei 2023 - 20:43

digitalbank.id – PermataBank bekerja sama dengan PT Lautan Luas,Tbk, Indonesia dan Thai Polyethylene Company Limited, Siam Cement Group, Thailand, menggunakan solusi transaksi perdagangan inovatif melalui teknologi blockchain sehingga transaksi Letter of Credit (L/C) dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Melalui terobosan dalam proses digitalisasi itu, PermataBank menjadi bank pertama di Indonesia yang melayani transaksi trade finance pada platform blockchain.

Menurut Direktur Wholesale Banking PermataBank Darwin Wibowo, peningkatan perdagangan internasional yang ditopang dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, mendorong bank untuk selalu mengembangkan inovasi dalam layanan perbankan agar tetap relevan mengikuti perkembangan jaman dan kebutuhan pasar.

“Semakin meningkatnya kesadaran untuk menjaga ketahanan lingkungan, mendorong PermataBank dan Bangkok Bank berkolaborasi untuk mengetengahkan perkembangan teknologi yang ramah dengan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya, Selasa (16/5).

Dia mengatakan, selain meningkatkan efisiensi dalam proses perdagangan internasional, transaksi paperless ini juga merupakan terobosan yang merupakan green initiative dalam menjaga lingkungan yang berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) realisasi positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5,31%, menjadi angka pertumbuhan tertinggi sejak 2013. Sementara International Monetary Fund (IMF) dalam laporan World Economic Outlook terbitan Januari 2023 memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Thailand akan mencapai 3,2% pada 2022, membaik dari realisasi pertumbuhan pada 2021 yang sebesar 1,6%.

“Momentum pertumbuhan ekonomi yang positif ini perlu terus didukung dengan mekanisme transaksi perdagangan internasional yang lebih seamless,” tukas Darwin.

Penerapan teknologi blockchain dalam transaksi perdagangan merupakan upaya PermataBank agar para pengusaha dan korporasi dapat menghemat waktu transaksi, mengurangi risiko penipuan, serta memudahkan proses transaksi sehingga bisnis mereka dapat berkembang lebih cepat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi blockchain juga lebih ramah lingkungan dengan mengurangi pemakaian kertas dan polusi karbon.

“PermataBank merupakan bank pertama yang melayani transaksi trade finance pada platform blockchain di Indonesia,” klaimnya.

PermataBank, lanjut darwin, berkomitmen dengan memberikan dukungan kekuatan jaringan regional yang dimiliki oleh PermataBank dan Bangkok Bank.

“Ini akan meningkatkan kemampuan nasabah untuk melakukan transaksi perdagangan internasional secara digital. Dengan konsep distributed ledger yang efisien dan akuntabel, teknologi blockchain memungkinkan pertukaran data real-time di setiap titik terhubung. Inilah peluang baru bagi perdagangan internasional, khususnya bagi Indonesia dan Thailand,” jelas Darwin. ■

Comments are closed.