Allbirds Tinggalkan Bisnis Sneaker, Berubah Jadi Perusahaan AI: Harga Sahamnya Melonjak 400%!

- 16 April 2026 - 08:54

Kegilaan pasar terhadap AI kembali memunculkan fenomena ekstrem di Wall Street. Saham perusahaan sepatu ramah lingkungan Allbirds melonjak lebih dari 400% hanya karena mengumumkan pivot bisnis dari sepatu ke infrastruktur AI. Perusahaan yang pernah bernilai miliaran dolar itu kini meninggalkan bisnis alas kaki dan memilih menjadi penyedia layanan GPU dan komputasi awan berbasis AI di bawah nama baru: NewBird AI.


Fokus:

■ Allbirds mengumumkan pivot bisnis dari sepatu ke infrastruktur AI dan layanan GPU.
■ Saham perusahaan melonjak lebih dari 400% setelah pengumuman tersebut.
■ Transformasi ini terjadi setelah bisnis inti Allbirds anjlok dan asetnya dijual hanya US$39 juta.


Di tengah demam AI yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar kembali menunjukkan betapa kuatnya magnet teknologi tersebut. Kali ini giliran Allbirds, merek sepatu ramah lingkungan yang sempat menjadi ikon Silicon Valley, yang mendadak berubah haluan menjadi perusahaan AI. Hasilnya instan: sahamnya melonjak lebih dari 400% dalam sehari.

Pasar tampaknya tidak lagi hanya menghargai kinerja bisnis nyata, tetapi juga narasi. Itulah yang terlihat dari lonjakan saham Allbirds pada perdagangan Rabu waktu Amerika Serikat.

Perusahaan asal San Francisco itu mengumumkan akan meninggalkan bisnis utamanya di sektor alas kaki dan beralih ke bisnis infrastruktur komputasi AI. Langkah ini langsung memicu euforia pasar dan membuat saham perusahaan melesat lebih dari lima kali lipat.

Dalam pengumumannya, mengutip Reuters, Allbirds menyatakan telah menyiapkan skema pendanaan konversi senilai US$50 juta dari investor institusi. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli GPU atau graphics processing units, komponen vital yang menjadi tulang punggung industri AI modern.

Perusahaan juga berencana mengganti namanya menjadi NewBird AI dan dalam jangka panjang akan fokus menyediakan kapasitas cloud computing, GPU-as-a-Service, serta layanan AI berbasis infrastruktur komputasi. Meski begitu, perusahaan belum menjelaskan secara rinci bagaimana model bisnis barunya akan dijalankan.

Lonjakan harga saham ini memperlihatkan betapa kuatnya sentimen pasar terhadap AI. Dalam beberapa tahun terakhir, investor global memang berlomba memburu saham perusahaan yang berkaitan dengan AI, data center, semikonduktor, dan cloud computing, dengan harapan dapat ikut menikmati aliran investasi ratusan miliar dolar ke sektor tersebut.

Namun di balik euforia itu, banyak pihak mempertanyakan apakah transformasi ini benar-benar realistis atau sekadar upaya memanfaatkan hype pasar.

Bruce Winder, konsultan ritel independen, mengatakan langkah tersebut terlihat lebih seperti upaya menunggangi tren AI ketimbang transformasi bisnis yang punya fondasi kuat.
“Kelihatannya ini adalah upaya untuk memanfaatkan demam AI. Saya tidak melihat Allbirds punya sesuatu yang bisa ditawarkan selain pengenalan nama merek,” katanya.

Keraguan itu cukup beralasan. Sebelum pivot ke AI, kondisi bisnis Allbirds memang sudah memburuk cukup lama. Permintaan terhadap sepatu wol ramah lingkungan andalannya terus melemah, toko fisik ditutup satu per satu, dan perusahaan beralih ke model penjualan berbasis kemitraan online.

Pada akhir Maret lalu, perusahaan bahkan mengumumkan penjualan merek dan aset alas kakinya kepada American Exchange Group senilai hanya US$39 juta. Angka itu sangat kecil dibandingkan valuasi perusahaan saat IPO pada 2021 yang sempat mencapai lebih dari US$3 miliar hingga US$4 miliar.

Ketika melantai di NASDAQ pada 2021, Allbirds dipandang sebagai salah satu simbol perusahaan direct-to-consumer yang sukses. Dukungan selebritas seperti Leonardo DiCaprio membuat merek ini sempat menjadi primadona di kalangan konsumen muda dan investor teknologi. Namun popularitas itu perlahan memudar seiring perlambatan penjualan dan perubahan tren belanja.

Sebelum pengumuman pivot ke AI, saham Allbirds bahkan telah kehilangan sekitar 99% nilainya dibandingkan masa kejayaan saat IPO. Dengan kata lain, transformasi menjadi perusahaan AI bisa dilihat sebagai langkah penyelamatan terakhir bagi perusahaan yang bisnis intinya nyaris runtuh.

Fenomena ini bukan yang pertama di pasar modal Amerika Serikat. Pada 2017, perusahaan minuman Long Island Iced Tea Corp juga sempat mengganti nama menjadi Long Blockchain demi menunggangi tren kripto. Saat itu, saham perusahaan tersebut juga langsung melonjak tajam meski bisnis intinya tidak berubah secara fundamental.

Di media sosial dan forum investor ritel seperti Reddit, keputusan Allbirds memicu reaksi campur aduk. Sebagian menganggap langkah ini sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan momentum AI, tetapi tidak sedikit yang menyebutnya sebagai tanda bahwa pasar sudah terlalu spekulatif. Bahkan ada investor yang menyindir bahwa cukup menambahkan kata “AI” pada nama perusahaan sudah cukup untuk membuat saham terbang.

Kini perhatian pasar akan tertuju pada satu hal: apakah NewBird AI benar-benar mampu membangun bisnis AI yang nyata, atau justru hanya menjadi contoh terbaru dari gelembung pasar berbasis hype teknologi.


Digionary:

● Cloud Computing: Layanan komputasi berbasis internet yang menyediakan penyimpanan data, server, dan aplikasi secara online.
● Convertible Financing: Skema pendanaan yang dapat diubah menjadi saham perusahaan di masa depan.
● Direct-to-Consumer: Model bisnis di mana perusahaan menjual produk langsung ke konsumen tanpa perantara.
● GPU: Graphics Processing Unit, chip komputasi berkinerja tinggi yang digunakan untuk AI, gaming, dan pengolahan data besar.
● GPU-as-a-Service: Model bisnis penyewaan kapasitas GPU kepada pelanggan melalui cloud.
● IPO: Initial Public Offering atau penawaran saham perdana perusahaan ke publik.
● Pivot Bisnis: Perubahan besar arah strategi dan model bisnis perusahaan.
● Valuasi: Nilai ekonomi atau harga perusahaan berdasarkan persepsi pasar dan kinerja bisnis.

#Allbirds #NewBirdAI #AI #ArtificialIntelligence #GPU #CloudComputing #WallStreet #Nasdaq #SahamAI #Teknologi #Startup #Investor #PasarModal #Sneakers #AllbirdsStock #GPUasAService #AIInfrastructure #BusinessPivot #SiliconValley #MarketBubble

Comments are closed.