Bank OCBC NISP memperoleh persetujuan pemegang saham untuk mengakuisisi mayoritas saham PT OCBC Sekuritas Indonesia dan 20% saham PT Great Eastern Life Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem jasa keuangan terintegrasi di bawah grup OCBC, di tengah perlambatan pertumbuhan kredit dan dinamika industri perbankan domestik.
Fokus:
■ OCBC NISP segera mengakuisisi 99,9999% saham OCBC Sekuritas Indonesia untuk memperkuat bisnis investasi dan memperluas layanan pasar modal.
■ Akuisisi 20,00% saham Great Eastern Life Indonesia disertai konversi saham guna memperoleh kendali dan memperkuat lini bisnis asuransi grup.
■ Pertumbuhan kredit melambat 2% yoy, mendorong OCBC NISP diversifikasi ke sekuritas dan asuransi untuk meningkatkan pendapatan non-bunga.
Bank OCBC NISP resmi mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melakukan ekspansi strategis melalui akuisisi di sektor sekuritas dan asuransi. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.
Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menyampaikan bahwa perseroan mendapat restu untuk mengambil alih saham PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Great Eastern Life Indonesia.
“Menyetujui tindakan perseroan untuk pengambilalihan atas saham PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS) dan PT Great Eastern Life Indonesia (GELI),” ujar Parwati.
Secara rinci, OCBC NISP akan mengakuisisi hingga 99,9999% saham PT OCBC Sekuritas Indonesia, termasuk pembelian saham dari Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd. serta pemegang saham lainnya. Langkah ini mempertegas strategi integrasi layanan pasar modal dalam grup.
Sementara itu, untuk sektor asuransi, perseroan akan membeli 211.553.465 saham atau setara 20,00% kepemilikan di PT Great Eastern Life Indonesia dari Great Eastern Life Assurance Co. Ltd.. OCBC juga akan mengonversi satu saham biasa menjadi saham preferen untuk memperoleh hak pengendalian.
Aksi korporasi ini masih menunggu persetujuan regulator di masing-masing sektor dalam struktur konglomerasi keuangan grup OCBC.
Dorongan Diversifikasi di Tengah Perlambatan Kredit
Langkah ekspansi ini terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan kredit. Sepanjang 2025, penyaluran kredit OCBC NISP tercatat Rp173 triliun atau hanya tumbuh 2% secara tahunan. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 1,9%.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi, mencapai Rp244 triliun atau naik 18% secara tahunan. Ketimpangan pertumbuhan ini menjadi salah satu alasan bank memperluas sumber pendapatan di luar bisnis inti kredit.
Secara keseluruhan, laba bersih perseroan mencapai Rp5,06 triliun atau tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, return on equity (ROE) tercatat 12,2%, turun sekitar 80 basis poin.
Dalam konteks industri, tren diversifikasi ke sektor wealth management, sekuritas, dan asuransi memang semakin kuat. Laporan berbagai lembaga riset menunjukkan kontribusi fee-based income di perbankan terus meningkat, seiring tekanan margin bunga akibat kompetisi likuiditas dan ketidakpastian ekonomi global.
Dividen dan Struktur Manajemen
RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,03 triliun atau 20,42% dari laba bersih 2025. Sisanya dialokasikan sebagai laba ditahan, dengan Rp1 miliar disisihkan sebagai cadangan umum.
Perseroan tidak melakukan perubahan pada jajaran direksi dan komisaris. Perubahan hanya terjadi pada Dewan Pengawas Syariah.
Arah Strategis Grup OCBC
Akuisisi ini memperkuat posisi OCBC sebagai konglomerasi keuangan regional yang mengintegrasikan layanan perbankan, sekuritas, dan asuransi dalam satu ekosistem. Model ini dinilai semakin relevan untuk meningkatkan loyalitas nasabah sekaligus memperluas sumber pendapatan berbasis komisi.
Dengan integrasi tersebut, OCBC NISP diharapkan mampu menawarkan solusi keuangan yang lebih komprehensif, mulai dari transaksi perbankan, investasi, hingga perlindungan asuransi dalam satu platform layanan.
Digionary:
● Akuisisi: Pengambilalihan kepemilikan saham perusahaan lain
● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana yang dihimpun bank dari masyarakat
● Dividen: Pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham
● Konglomerasi keuangan: Grup usaha yang memiliki berbagai layanan finansial
● NPL (Non-Performing Loan): Rasio kredit bermasalah dalam perbankan
● RUPST: Rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan
● ROE (Return on Equity): Tingkat pengembalian atas modal pemegang saham
#OCBCNISP #AkuisisiBank #PerbankanIndonesia #GreatEasternLife #OCBCSekuritas #RUPST2026 #DividenBank #KinerjaBank #EkspansiBisnis #WealthManagement #IndustriKeuangan #SahamBank #EkonomiIndonesia #Finansial #PerbankanDigital #Investasi #Asuransi #PasarModal #BankingStrategy #CorporateAction
