Lintasarta mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci transformasi digital nasional setelah meraih dua penghargaan internasional di Global Economics Awards 2025. Pengakuan ini menegaskan pergeseran peran perusahaan dari sekadar penyedia infrastruktur menjadi orkestrator ekosistem AI dan keamanan siber yang semakin vital di tengah lonjakan kebutuhan digital industri.
Fokus:
■ Lintasarta bertransformasi dari penyedia infrastruktur menjadi orkestrator ekosistem AI dan digital.
■ Keamanan siber dan AI menjadi pilar utama dalam membangun kepercayaan dan pertumbuhan industri.
■ Strategi terintegrasi 4C dan pengembangan talenta menjadi kunci akselerasi transformasi digital nasional.
Di tengah perlombaan global membangun kekuatan digital dan kecerdasan buatan, Lintasarta muncul sebagai salah satu pemain yang mulai diperhitungkan. Perusahaan ini tak hanya bertahan di bisnis infrastruktur, tetapi melompat lebih jauh—menjadi penggerak ekosistem AI dan keamanan siber di Indonesia.
Langkah strategis Lintasarta mulai menuai pengakuan global. Dalam ajang Global Economics Awards 2025, perusahaan ini menyabet dua penghargaan sekaligus: Outstanding ICT Solution Provider – Indonesia 2025 dan Most Innovative Cybersecurity Solution Provider – SQURA Cybersec – Indonesia 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh The Global Economics Limited, lembaga berbasis di London yang secara rutin mengapresiasi perusahaan dengan inovasi dan kontribusi signifikan terhadap industri.
Namun lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini mencerminkan perubahan fundamental dalam model bisnis Lintasarta—dari pemain infrastruktur menjadi arsitek ekosistem digital berbasis AI.
Dari Infrastruktur ke Orkestrator AI
Di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta kini mengusung strategi Beyond AI Factory—sebuah pendekatan yang menempatkan AI sebagai inti transformasi bisnis.
Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar, menegaskan arah baru tersebut. “Penghargaan ini menjadi pengakuan atas transformasi Lintasarta yang tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia infrastruktur, tetapi sebagai orkestrator ekosistem AI yang terintegrasi. Kami berfokus pada mendorong adopsi AI yang terukur dan relevan bagi industri, melalui kapabilitas komputasi, solusi berbasis use case industri, hingga pengembangan talenta, sehingga mampu memberikan dampak bisnis yang nyata sekaligus memperkuat kesiapan AI nasional,” ujar Ginandjar.
Pernyataan ini menandai pergeseran penting: AI tidak lagi sekadar teknologi tambahan, tetapi menjadi fondasi model bisnis baru.
Strategi 4C: Fondasi Transformasi Digital
Lintasarta membangun pendekatan terintegrasi melalui kerangka 4C:
● Connectivity: memastikan konektivitas andal.
● Cloud: menyediakan infrastruktur yang scalable.
● Cybersecurity: menjaga keamanan dan kepatuhan data.
● Collaboration: mengorkestrasi ekosistem digital dan AI.
Model ini menjadi krusial di tengah lonjakan kebutuhan digital. Data global menunjukkan, menurut berbagai riset industri, belanja teknologi informasi dunia diperkirakan melampaui US$5 triliun pada 2026, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk cloud, AI, dan keamanan siber.
Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat, seiring percepatan digitalisasi sektor perbankan, manufaktur, hingga pemerintahan.
Keamanan Siber Jadi Penentu Kepercayaan
Penghargaan untuk SQURA Cybersec menegaskan satu hal: transformasi digital tanpa keamanan adalah risiko besar.
Ancaman siber global terus meningkat. Laporan industri menunjukkan serangan ransomware dan kebocoran data meningkat dua digit setiap tahun. Dalam konteks ini, pendekatan Lintasarta yang menempatkan keamanan sebagai fondasi—not afterthought—menjadi pembeda.
Perwakilan dewan juri Global Economics Awards 2025 menyatakan, “Lintasarta memperlihatkan pendekatan yang terstruktur dalam membangun solusi ICT yang scalable serta kemampuan untuk mengantisipasi tantangan keamanan siber secara proaktif. Hal ini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan di tengah percepatan transformasi digital.”
Dari Pilot Project ke Implementasi Nyata
Salah satu tantangan terbesar dalam adopsi AI adalah kegagalan banyak proyek berhenti di tahap uji coba.
Lintasarta mencoba memecahkan masalah ini melalui pendekatan Beyond Solutions—menghadirkan solusi berbasis use case yang sudah tervalidasi dan siap diimplementasikan secara luas.
Pendekatan ini menggeser paradigma dari sekadar eksperimen menjadi eksekusi bisnis yang terukur.
Membangun Talenta, Bukan Sekadar Teknologi
Transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga manusia. Melalui pilar Beyond Capability, Lintasarta mendorong pengembangan talenta AI, termasuk lewat inisiatif seperti Gerakan AI Merdeka. Langkah ini penting mengingat Indonesia masih menghadapi gap talenta digital yang signifikan.
Berbagai studi menunjukkan kebutuhan talenta digital Indonesia bisa mencapai jutaan orang dalam beberapa tahun ke depan—terutama di bidang AI, data, dan keamanan siber.
Taruhan pada Kedaulatan Digital
Lebih jauh, strategi ini juga menyentuh isu yang semakin strategis: kedaulatan digital.
Dengan membangun ekosistem AI domestik, Lintasarta tidak hanya mengejar peluang bisnis, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri, memperkuat kontrol atas data nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia.
Digionary:
● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan mesin meniru kecerdasan manusia
● Cloud Computing: Layanan komputasi berbasis internet untuk penyimpanan dan pemrosesan data
● Connectivity: Infrastruktur konektivitas jaringan digital
● Cybersecurity: Sistem perlindungan terhadap serangan dan ancaman digital
● Digital Sovereignty: Kedaulatan suatu negara atas data dan teknologi digitalnya
● ICT (Information and Communication Technology): Teknologi informasi dan komunikasi
● Orkestrator: Pihak yang mengintegrasikan berbagai sistem menjadi satu ekosistem
● Scalability: Kemampuan sistem untuk berkembang sesuai kebutuhan
● Use Case: Skenario penggunaan nyata dari sebuah teknologi
#Lintasarta #Indosat #AIIndonesia #Cybersecurity #TransformasiDigital #ICT #TeknologiIndonesia #DigitalEconomy #KedaulatanDigital #ArtificialIntelligence #CloudComputing #KeamananSiber #InovasiDigital #EkonomiDigital #StartupIndonesia #BigData #AITransformation #DigitalInfrastructure #TechIndonesia #FutureOfWork
