Bank Jakarta resmi meluncurkan Kartu Debit Visa sebagai langkah strategis memperluas akses transaksi global sekaligus mempercepat transformasi perbankan daerah menuju standar internasional. Kolaborasi dengan Visa ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan sinyal kuat penguatan kepercayaan publik, modernisasi layanan, serta upaya konkret mendukung positioning Jakarta sebagai kota global dengan sistem keuangan yang terkoneksi lintas negara.
Fokus Utama:
■ Transformasi Bank Daerah: Kartu Debit Visa menjadi simbol perubahan Bank Jakarta menuju bank modern berstandar global.
■ Penguatan Kepercayaan Publik: Kolaborasi dengan Visa diposisikan sebagai strategi membangun trust nasabah dan reputasi institusi.
■ Ekosistem Transaksi Global: Memperluas akses pembayaran lintas negara yang aman, seamless, dan relevan dengan gaya hidup modern.
Bank Jakarta menegaskan ambisinya keluar dari sekat perbankan lokal. Melalui peluncuran Kartu Debit Visa, bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini memperluas akses transaksi internasional bagi nasabah, sekaligus meneguhkan arah transformasi menuju bank daerah yang modern, kredibel, dan terhubung langsung dengan ekosistem keuangan global.
Peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta digelar di Jakarta, Senin (5/1), dan dihadiri jajaran pemangku kepentingan strategis: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo, serta Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari.
Momentum ini menandai babak baru Bank Jakarta dalam memperkuat kapabilitas transaksi lintas negara, tidak hanya bagi nasabah ritel, tetapi juga segmen bisnis dan masyarakat urban yang semakin mobile.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya kepercayaan publik sebagai fondasi utama pertumbuhan bank daerah.
“Kalau trustnya sudah bisa dibangun, saya yakin, bank ini akan terbang. Makakolaborasi yang dilakukan dengan visa menurut saya adalah salah satu Langkah untuk membangun trust, membangun kepercayaan dengan publik,” ujar Pramono.
Pernyataan tersebut mencerminkan realitas industri perbankan nasional, di mana kepercayaan dan reputasi menjadi kunci di tengah persaingan ketat serta percepatan digitalisasi. Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan, transaksi non-tunai di Indonesia terus tumbuh dua digit setiap tahun, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas negara.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menegaskan bahwa peluncuran Kartu Debit Visa bukan sekadar ekspansi produk, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh institusi. “Peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta bukan sekadar peluncuran produk, tetapi merupakan milestone penting dalam perjalanan transformasi Bank Jakarta. Melalui kartu ini, kami memperkuat kapabilitas transaksi nasabah sekaligus menegaskan arah Bank Jakarta sebagai bank yang semakin modern, kompetitif, dan terhubung secara global,” ujarnya.
Agus menambahkan, penguatan transaksi menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah sekaligus menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan—sejalan dengan tuntutan industri perbankan yang semakin berbasis teknologi dan pengalaman pengguna.
Dari sisi mitra global, Visa melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen mendorong transformasi digital perbankan Indonesia.
“Merupakan sebuah kebanggaan bagi Visa untuk mendukung Bank Jakarta dalam peluncuran Kartu Debit Visa terbaru yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang aman, praktis, dan terhubung secara global… Kolaborasi ini menegaskan komitmen Visa dalam mendorong transformasi digital dan memberikan pengalaman pembayaran yang tepercaya sesuai kebutuhan nasabah masa kini,” jelas Vira Widiyasari.
Kartu Debit Visa Bank Jakarta hadir dalam dua varian—Visa Classic dan Visa Platinum—termasuk opsi berbasis prinsip syariah. Kartu ini dapat digunakan di jutaan merchant dan ATM berlogo Visa di seluruh dunia, baik untuk pembayaran ritel, transaksi e-commerce, maupun penarikan tunai saat bepergian ke luar negeri.
Dari aspek keamanan, kartu ini telah dilengkapi teknologi chip EMV untuk menekan risiko skimming serta proteksi 3D Secure pada transaksi online. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana keamanan siber menjadi prioritas utama dalam sistem pembayaran digital.
Peluncuran ini juga memperkaya ekosistem pembayaran Bank Jakarta, menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih seamless, fleksibel, dan selaras dengan gaya hidup masyarakat urban yang semakin global.
Sebagai bagian dari perayaan peluncuran, Bank Jakarta menawarkan berbagai program promo dan apresiasi, mulai dari diskon di merchant pilihan, promo belanja ritel nasional dan internasional, hingga program reward transaksi bagi pemegang Kartu Debit Visa Bank Jakarta.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menegaskan bahwa inovasi ini mencerminkan komitmen bank dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat. “Melalui Kartu Debit Visa Bank Jakarta, kami menghadirkan solusi transaksi yang lebih luas, aman, dan relevan dengan gaya hidup modern. Ini merupakan bagian dari transformasi Bank Jakarta untuk terus tumbuh bersama nasabah dan mendukung Jakarta sebagai kota dengan konektivitas global,” tutup Arie.
Digionary:
● 3D Secure: Sistem keamanan tambahan untuk memverifikasi transaksi online.
● City Branding: Strategi membangun citra dan daya saing kota di tingkat global.
● EMV Chip: Teknologi chip standar internasional untuk keamanan kartu pembayaran.
● Ekosistem Pembayaran: Jaringan layanan, teknologi, dan mitra dalam sistem transaksi.
● Skimming: Kejahatan pencurian data kartu melalui perangkat ilegal.
● Transformasi Digital: Perubahan menyeluruh berbasis teknologi untuk meningkatkan layanan dan efisiensi.
#BankJakarta #KartuDebitVisa #TransformasiPerbankan #BankDaerah #TransaksiGlobal #DigitalBanking #VisaIndonesia #KeuanganDigital #JakartaKotaGlobal #InklusiKeuangan #PembayaranDigital #PerbankanModern #CityBrandingJakarta #FintechIndonesia #KeamananTransaksi #EkonomiDigital #LayananPerbankan #InovasiKeuangan #NonTunai #CashlessSociety
