Bukan Sekadar Eksperimen, DANA Beberkan Dampak Nyata AI Bagi Dompet Digital

- 8 September 2026 - 09:50

PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA) menekankan pentingnya pergeseran fokus adopsi kecerdasan buatan (AI) dari sekadar eksperimen teknologi menuju penciptaan dampak bisnis yang terukur serta penguatan peran talenta digital. Dalam forum AI@Work Lab di IdeaFest 2026, dompet digital ini mengungkapkan bahwa porsi penulisan kode (coding) di internal perusahaan telah mencapai 80% hingga 90% berbasis AI, sementara pengerjaan operasional lewat agentic AI berhasil mendongkrak produktivitas hingga 57%. Meskipun efisiensi meningkat drastis, DANA menegaskan kendali strategis, mitigasi risiko, dan akuntabilitas keputusan akhir tetap berada sepenuhnya di tangan talenta manusia.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Kinerja Efisiensi AI: Penerapan agentic AI di DANA tingkatkan produktivitas 57%, kepuasan pelanggan 13%, dan kecepatan layanan 10%.
■ Dominasi Kode AI: Sekitar 80% hingga 90% kode pemrograman di DANA kini dibuat AI, namun arsitektur dan sistem tetap dikontrol engineer.
■ Mitigasi Risiko Keuangan: Penerapan skema Smart Friction bersama PPATK sukses pangkas transaksi terindikasi judi online hingga 80% di 2025.


Di tengah gelombang adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang makin masif di industri finansial, efisiensi nyata dan nilai tambah bisnis kini menjadi indikator utama keberhasilan, bukan lagi sekadar gengsi teknologi. Dompet digital DANA menegaskan pentingnya pergeseran paradigma dari adopsi pasif menuju eksekusi strategi AI yang terukur dan berakuntabilitas tinggi.

Prinsip tersebut dipaparkan dalam gelaran tahunan AI@Work Lab pada ajang IdeaFest 2026 di Jakarta. Forum ini mempertemukan para pemimpin industri teknologi untuk membedah arah integrasi AI dalam lanskap bisnis modern sekaligus dampaknya terhadap peta kerja talenta digital.

Transformasi AI di ranah finansial berkembang pesat secara global. Laporan riset McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa integrasi gen AI dan agentic AI pada sektor perbankan dan fintech dapat memberikan nilai tambah ekonomi global hingga US$ 200 miliar hingga US$ 340 miliar per tahun. Di Indonesia, data Indonesia AI Readiness Index menunjukkan adopsi AI di sektor jasa keuangan terus tumbuh pesat seiring tingginya kebutuhan akan pemrosesan data secara real-time dan otomatisasi sistem keamanan.

Chief Executive Officer (CEO) & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menyatakan bahwa nilai hakiki dari teknologi AI baru tercipta saat inovasi tersebut mampu memecahkan persoalan fundamental dalam operasional perusahaan.

“Adopsi AI bukan lagi tujuan akhir. Nilainya baru tercipta ketika teknologi tersebut membantu menyelesaikan persoalan yang nyata, memperbaiki kualitas keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur. Namun, manusia tetap memegang peran utama dalam menentukan konteks, menjaga kualitas, mengelola risiko, dan bertanggung jawab atas hasil akhirnya,” ujar Vince.

Implementasi AI di internal DANA kini melampaui tahap uji coba. Sekitar 80% hingga 90% kode pemrograman di platform DANA saat ini dihasilkan dengan bantuan AI. Kendati demikian, porsi tersebut tidak menggeser posisi engineer yang tetap memegang kendali atas perumusan masalah, perancangan arsitektur sistem, validasi keamanan, hingga pengambilan keputusan akhir.

Di lini operasional, penggunaan agentic AI sepanjang 2025 mencatatkan lonjakan produktivitas sebesar 57%. Selain itu, tingkat kepuasan pelanggan mengalami kenaikan 13%, sementara durasi penyelesaian layanan berhasil dipangkas hingga 10%.

Tak hanya efisiensi internal, penerapan AI terstruktur juga memperkuat sistem pertahanan pertukaran dana digital. Lewat penerapan skema Smart Friction—yakni penambahan lapisan verifikasi dinamis berbasis risiko—DANA berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hasilnya, aktivitas terindikasi perjudian online di platform DANA berhasil ditekan hingga 80% sepanjang 2025.

Pergeseran peran tenaga ahli akibat otomatisasi AI turut menjadi perhatian utama para pimpinan teknologi. Chief Technology Officer (CTO) DANA Indonesia, Norman Sasono, menggarisbawahi bahwa kehadiran AI mengubah lanskap keahlian yang dibutuhkan pasar kerja software engineering. Kemampuan dasar penulisan kode kini dapat diproses oleh mesin, sehingga nilai tawar utama tenaga kerja bergeser pada keahlian pemecahan masalah dan arsitektur bisnis.

“AI dapat membantu menjawab how, tetapi engineer tetap bertanggung jawab atas why, what, dan what could go wrong. Ketika kode semakin mudah dihasilkan, kemampuan memahami konteks, menggunakan penilaian yang tepat, dan akuntabilitas justru menjadi semakin penting,” ujar Norman Sasono.

Arah pengembangan AI di ranah fintech pun kian menuntut kesiapan organisasi dalam menyeimbangkan antara ruang eksperimen dan kepatuhan tata kelola. Melalui AI@Work Lab, industri mendorong adopsi teknologi yang berfokus pada hasil konkret, perbaikan kualitas keputusan, dan tanggung jawab penuh talenta manusia di balik kemudi otomatisasi. ■


DIGIONARY:

● Agentic AI: Sistem kecerdasan buatan yang dapat mengambil keputusan dan mengeksekusi serangkaian tindakan secara mandiri untuk mencapai tujuan tertentu.
● AI Adoption Trap: Kondisi ketika perusahaan berfokus pada seberapa banyak AI digunakan tanpa memperhitungkan nilai bisnis atau efisiensi nyata.
● Arsitektur Sistem: Cetak biru rancangan struktur, komponen, dan interaksi dalam suatu sistem perangkat lunak.
● Fintech (Financial Technology): Penggunaan teknologi untuk meningkatkan dan mengotomatiskan layanan serta proses keuangan.
● Ideafest: Festival industri kreatif tahunan di Indonesia yang mengumpulkan para praktisi, wirausahawan, dan inovator.
● PPATK: Lembaga independen pemerintah yang bertugas mencegah dan meberantas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.
● Smart Friction: Skema keamanan transaksi dengan menambahkan mekanisme verifikasi bertingkat secara otomatis saat terdeteksi indikasi risiko.
● Software Engineer: Tenaga ahli yang merancang, mengembangkan, menguji, dan memelihara sistem perangkat lunak komputer.

#DANAIndonesia #VinceIswara #NormanSasono #AgenticAI #AdopsiAI #Ideafest2026 #AIatWorkLab #TeknologiFintech #DompetDigital #ProduktivitasAI #SmartFriction #PPATK #JudiOnline #KeamananFintech #SoftwareEngineer #OtomatisasiBisnis #EfisiensiOperasional #GoogleCloudIndonesia #KecerdasanBuatan #TalentaDigital

Comments are closed.