Masyarakat makin suka ngutang, tren layanan paylater meningkat signifikan

- 17 Juni 2023 - 14:22

digitalbank.id – KALAU bisa ngutang mengapa harus tunai. Barangkali prinsip ini semakin relevan saat ini. Setidaknya kalau kita lihat dari pertumbuhan layanan paylater yang terbilang cukup signifikan didukung dengan tren belanja online masyarakat di e-commerce yang terus meningkat. Hasil riset Kredivo dan Katadata Insight Center melaporkan persentase pengguna layanan paylater di e-commerce meningkat dari 28,2% pada 2022 menjadi 45,9% pada 2023. 

Menurut SVP, Marketing & Communications Kredivo Indina Andamari, pertumbuhan nilai transaksi Kredivo melalui paylater terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2022, dia mengatakan pertumbuhan transaksi Kredivo melalui paylater tercatat meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan realisasi pada 2021. 

“Hal itu seiring peningkatan jumlah pengguna aktif yang tumbuh rata-rata sebesar double digit secara tahunan atau Year on Year (YoY),” ucap Indina.

Indina pun menerangkan hingga saat ini, Kredivo sudah memiliki 7 juta pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia, baik wilayah tier 1, 2, dan 3. 

Sementara itu, Indina optimistis ke depannya pengguna layanan paylater akan terus meningkat. Dia menyampaikan pernyataan itu merujuk pada hasil riset yang menunjukkan bahwa 71,4% konsumen yang belum menggunakan Paylater berencana untuk menggunakannya. 

Indina juga melihat paylater dapat berperan penting dalam membuka akses kredit pertama bagi masyarakat sehingga ke depannya potensi pasar masih sangat besar. Selain itu, penggunaan paylater yang kini telah berkembang menjadi metode pembayaran harian juga menjadi salah satu pendorongnya. 

“Temuan-temuan tersebut menandakan bahwa paylater masih memiliki pangsa pasar yang besar dan masih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Untuk mendukung pertumbuhan industri Paylater, Indina mengatakan pihaknya akan terus berinovasi, terutama dengan memperluas integrasi merchant baik online maupun offline yang sekaligus diharapkan dapat terus menstimulasi daya beli masyarakat melalui akses kredit. ■

Comments are closed.